Thursday, 24 July 2008

EP Diberhentikan

Edy Paryono Diberhentikan
SEMARANG-Pergantian pelatih saat kompetisi sedang berlangsung seakan menjadi tradisi bagi PSIS. Kemarin, manajemen tim memberhentikan Edy Paryono.Keputusan itu merupakan ulangan dari beberapa kebijakan sebelumnya. Dalam Kompetisi Liga Indonesia 2004, Cornelis Soetadi digantikan Heri Kiswanto. Dua tahun kemudian, Sutan Harhara juga tidak bertahan lama. Bonggo Pribadi menjadi penggantinya.Bonggo juga mengalami nasib serupa pada Liga Indonesia 2007. Mantan kapten PSIS itu diberhentikan manajemen sebelum kompetisi usai, diganti Sartono Anwar. Pada musim ini, Edy Paryono mengalaminya. Secara resmi, pemberhentian mantan pelatih Persipur Purwodadi itu disampaikan General Manager Alamsyah Satyanegara di sela-sela latihan sore kemarin.Selain Paryono, manajemen juga mencoret dua pemain. Mereka adalah Alex Daniel dan Yulianto. Sedangkan satu pemain lagi, Ahmad Yaini mendapat peringatan. Jika dalam sepekan tidak bisa menampilkan permainan terbaik, mantan kapten PSIS Yunior itu juga akan diberhentikan dari pasukan ”Mahesa Jenar”.”Edy Paryono mulai hari ini kami berhentikan sebagai pelatih. Untuk sementara tim akan ditangani asisten pelatih Ahmad Muhariah,” jelas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.Pemberhentian Paryono, lanjutnya, bukan lantaran soal teknis. Tapi lebih kepada faktor nonteknis. Yang utama adalah komunikasi. Manajemen menilai komunikasi antara pelatih dengan pemain dan antarpemain sangat kurang. Hal itu menjadikan tim kurang solid. KhawatirPadahal, masalah itu sudah ditekankan manajemen saat penunjukan Paryono sebagai pelatih. Namun, hingga laga kedua lawan Persiba Balikpapan manajemen menilai hubungan dari pria yang biasa disapa EP itu dengan pemainnya kurang harmonis.”Secara teknis, Pak Paryono bagus. Ilmu kepelatihannya juga tinggi. Hanya, ada masalah nonteknis yang membuatnya kurang cocok menangani PSIS sampai kompetisi selesai,” lanjutnya.”Mumpung baru awal kompetisi, pemberhentian pelatih terpaksa dilakukan. Kami khawatir jika ditunda-tunda tim yang jadi korbannya. Pemberhentian dilakukan demi menjaga keutuhan tim,” imbuhnya.Pemutusan kontrak ini bukan kali pertama bagi Paryono. Sebelumnya, pada Liga Indonesia 2007, dia juga diberhentikan pada awal kompetisi oleh manajemen PSIM Yogyakarta.Soal pengganti Paryono, Yoyok mengaku belum memiliki calon. Manajemen masih mencari pelatih berlisensi A. Untuk sementara tim akan ditangani asisten pelatih Ahmad Muhariah.”Yang pasti pelatih pengganti nanti harus mau bekerja keras untuk menangani tim dengan materi pemain muda yang belum pengalaman. Kami masih berburu,” katanya.Untuk pemberhentian Alex Daniel, manajemen menilai pemain asal Uruguay tersebut kurang memberi kontribusi kepada tim. Pada dua pertandingan kandang, permainan Alex kurang maksimal. Dia tidak bisa mengangkat performa tim. ”Kemampuan Alex terus menurun mulai pembentukan, pemantapan, hingga dua pertandingan lalu,” tuturnya.Yulianto dicoret lantaran hingga kemarin belum memperlihatkan tanda-tanda sembuh dari cedera lutut kiri. Selain itu, mental bertandingnya juga kurang. Meski demikian, jika sudah sembuh, dia tetap akan diberi kesempatan bila ingin bergabung dengan PSIS pada musim depan.Lebih lanjut Yoyok menyatakan manajemen hanya memberi peringatan kepada Achmad Yaini. Pemain itu sebetulnya punya teknik bagus dan jam terbang tinggi. Sayang, setelah dikontrak, penampilannya cenderung menurun. ”Yaini minta diberi kesempatan sepekan untuk memperbaiki diri. Jadi, dia tidak kami coret tapi diberi peringatan dulu,” tuturnya.Beban berat kini menggayut di pundak asisten pelatih PSIS Ahmad Muhariah. Usai diberhentikannya Edy Paryono, kini tugas kepelatihan berada di tangannya. Sambil menunggu pengganti Paryono, AM, begitu panggilannya, akan bertanggung jawab mempersiapkan skuad Mahesa Jenar menghadapi Kompetisi Superliga. Tantangan terdekat adalah saat bertandang ke Kediri mengahadapi Persik, Minggu (27/7) besok.Mantan jenderal lapangan tengah yang membawa pasukan Mahesa Jenar sebagai kampiun perserikatan 1987 ini mengaku cukup terkejut dengan pemberhentian Paryono. Namun demikian, dia akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas-tugas kepelatihan yang dibebankan.”Kalau sudah diberi tanggung jawan manajemen, ya harus siap. Kan hanya sementara sambil menunggu pelatih yang definitif tiba,” katanya saat ditemui usai latihan di Stadion Jatidiri. (H13, H54-22/suara merdeka)

Monday, 14 July 2008

Persijap Menang

Persijap Menang, PSIS Seri
JEPARA-Persijap Jepara menundukkan tamunya Persik Kediri 2-0 dalam laga perdana kedua tim pada Djarum Indonesia Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Dua gol lahir melalui kaki Evaldo Silva de Assis menit ke-7 dan Arnaldo ’’Aldo’’ Vilalba menit ke-60. Pada saat bersamaan PSIS Semarang bermain imbang 1-1 menghadapi tamunya PKT Bontang di Stadion Jatidiri. Mahesa Jenar unggul terlebih dulu di menit ke-62 lewat Borgondo Salomon dan dibalas melalui Imral Usman menit ke-73.Gol pertama Persijap dicetak lewat tendangan bebas. Kiper Persik Markus Harison tak berkutik karena tendangan Evaldo begitu keras melewati bawah kaki pemain tembok pertahanan yang semua melompat. Stadion baru berkapasitas 20.000 penonton pun bergemuruh. Namun perlahan-lahan Persik yang tidak diperkuat mesin golnya Christian Gonzales mencoba menekan. Gonzales, pencetak go terbanyak Liga Indonesia 2006 dan 2007 itu belum lolos tes kesehatan dan fisik tahap pertama. Kendati ditekan, Evaldo dkk justru berbahaya lewat serangan baliknya. Playmaker Tim Kota Ukir, Amarildo Souza, memiliki peluang emas ketika tinggal berhadapan dengan Markus, tetapi gagal. MendominasiPeran Souza ditambah agresivitas Donny Siregar dan Enjang Rohiman yang mendominasi lini tengah merepotkan barisan gelandang lawan yang diperkuat Fagundez, Legimin Raharjo, dan Danilo. Aldo, striker Persijap yang selalu mendapatkan kawalan ketat Hamka Hamzah juga menciptakan peluang emas, namun juga gagal. Pada menit ke-50 Hamka Hamzah untuk kali kedua menerima kartu kuning dari wasit Anang Suryana setelah melanggar Frances sehingga harus keluar lapangan. Itu menjadi momentum Persijap untuk meningkatkan serangan. Menit ke-60 Aldo menggandakan gol setelah menendang bola ke sudut kanan gawang Persik. Kembali stadion bergemuruh. Aldo tampil kurang agresif di babak pertama, tetapi pelatih Junaidi memotivasi pemain itu pada saat jeda. ’’Anak-anak cerdik memanfaatkan pertahanan Persik yang kerap berlubang,’’ tutur Junaidi saat jumpa pers setelah pertandingan. Dia memberikan apresiasi terhadap barisan pertahanan yang dihuni Sofyan, Evaldo, Anam Syahrul, dan Aji Nurpijal. Penampilan disiplin juga ditunjukkan oleh dua winger Isdiantono dan Nurul Huda. Pelatih Persik Arcan Iurie menyatakan timnya telah tampil baik. ’’ Hanya kami belum beruntung,’’ ujarnya. (H15,kar,J4-27/Suara Merdeka)

Persib menang

Persib Menang Besar, PSMS Tertahan
BANDUNG-Persib Bandung menang besar melawan tamunya Persela Lamongan dengan skor 5-2 di Stadion Siliwangi, semalam.Di hadapan sekitar 20 ribu bobotoh, Persib unggul cepat pada menit pertama lewat Hilton Morela. Gol balasan Persela dicetak Souza pada menit ketiga.Permainan makin panas dan cepat, sehingga kembali terjadi gol pada menit keempat yang dieksekusi oleh Hilton.Pada menit ke-18 Souza kembali membobol gawang Persib. Namun semenit kemudian Persib kembali unggul lewat Cabanas dan disusul gol keempat oleh Nova Arianto.Gol kelima Persib tercipta di menit 54 lewat aksi Eka Ramdani yang menyarangkan bola ke gawang Persela yang dijaga kiper Khoirul.Unggul DuluSementara itu PSMS Medan yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ditahan imbang 2-2 oleh Persiwa Wamena. Rahmat Afandi membuat Ayam Kinantan unggul lebih dulu pada menit 10. Enam menit kemudian kemudian disamakan oleh Persiwa lewat kapten Pieter Rumaropen. PSMS kembali memimpin pada menit 27 melalui gol Leonardo Martins yang bertahan hingga babak pertama usai.Persiwa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 lewat gol Habel Satya pada menit 77. (dwi,wgm,ant-27/suara merdeka)

PSIS Draw

Imral Pupuskan Harapan PSIS
SEMARANG- Imral Usman memupuskan harapan PSIS untuk berpesta di laga perdana Djarum Indonesia Super League di Stadion Jatidiri, sore kemarin. Bomber PKT Bontang itu berhasil menyarangkan bola ke gawang Mahesa Jenar yang notabene mantan klubnya. Gol pada menit 73 itu menyamakan kedudukan 1-1 (0-0).Sebelumnya, tim asuhan Edy Paryono unggul terlebih dulu pada menit 62 lewat tandukan Borgondo Salomon. Namun kemenangan itu sirna oleh gol Imral.Pemain yang akrab disapa Korea itu selalu punya motivasi khusus jika bertanding lawan mantan klubnya. Saat membela PSIS di Liga Indonesia 2006 Imral juga menyumbangkan gol ke gawang mantan klubnya Persib Bandung di Stadion Siliwangi. Permainannya saat lawan PSIS kemarin juga ngedan. Dengan kecepatan dan kelincahannya pemain yang musim lalu membela Persikabo Bogor itu mengobrak-abrik pertahanan Mahesa Jenar. Aksi-aksinya yang licin bak belut sulit dihentikan para pemain belakang tuan rumah.Dalam pertandingan kemarin PSIS sebagai tuan rumah memang bermain kurang meyakinkan. Idrus Gunawan dkk sering membuat kesalahan sendiri, baik salah pengertian antarpemain maupun salah umpan. Kesalahan tersebut menjadi keuntungan tersendiri tim asuhan Mustaqim.’’Pertandingan perdana memang sulit. Pemain terbebani sehingga bermain tidak seperti yang diharapkan,’’ ujar pelatih Edy Paryono.Permainan cepat dengan umpan-umpan pendek satu dua sentuhan yang biasa diperagakan Idrus Gunawan dkk tidak terlihat. Mereka cenderung melakukan umpan-umpan panjang dari lini belakang ke lini depan dengan target Gaston Castano atau Salomon. Tentu saja itu mudah diantisipasi oleh pemain belakang PKT, khususnya Wilfreido yang posturnya tinggi sehingga selalu menang dalam duel bola atas.Kejelian dan kecerdikan pelatih PKT Mustaqim menjadikan lini tengah tuan rumah tidak hidup sehingga permainannya tidak berkembang. DimatikanPlaymaker PSIS Alex Daniel yang menjadi sentral permainan Mahesa Jenar dimatikan. Sepanjang pertandingan pemain asal Uruguay itu mendapat kawalan ketat dari pemain lini tengah tim berjuluk Laskar Khatulistiwa itu.Jumadi Abdi sukses menjalankan tugasnya menempel Alex. Itu membuat pasokan bola dari lini tengah ke depan sangat minim. Selain berhasil mematikan lini tengah PSIS, Jumadi menjadi inspirator saat menyerang. ’’Memang ada instruksi khusus dari saya untuk mematikan Alex Daniel. Itu agar tidak ada suplai dari lini tengah ke lini depan. Jadi yang terlihat sepanjang pertandingan hanya umpan-umpan panjang dari belakang ke depan,’’ jelas Mustaqim.Di babak pertama, tim kebanggaan warga Semarang nyaris tanpa peluang emas. Justru tim tamu yang bermain lepas mampu menciptakan beberapa peluang emas. Beruntung kiper Agus Murod yang sore itu tampil cemerlang mampu mematahkan peluang emas dari Miftakul Huda dkk. Di babak kedua, masuknya Prananda Aditya menggantikan Sumaryanto menjadikan permainan PSIS lebih hidup. (H13, H54-27/suara merdeka)

Sunday, 13 July 2008

PSIS Menyerang

PSIS Usung Strategi Menyerang
SEMARANG- Menyerang untuk menang. Strategi itu akan diusung pelatih PSIS Edy Paryono menghadapi PKT Bontang pada laga perdana Liga Super Indonesia (ISL) 2008 di Stadion Jatidiri, sore ini. Raihan tiga poin dari pertandingan pertama sangat penting guna mendongkrak motivasi dan kepercayaan diri Idrus Gunawan cs di partai-partai berikutnya.”Kami ingin mengawali kompetisi dengan baik. Wajar jika tim ini ditarget menang di kandang. Untuk menang, kami harus menyerang sejak menit awal,” ungkap Paryono seusai latihan, kemarin.Mantan pelatih Persipur Purwodadi itu mengaku lega menjelang laga. Pasalnya, surat pengesahan pemain dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang ditunggu sudah terbit. Seluruh pemain yang didaftarkan sebanyak 22 orang bisa bermain. Onambele Jules yang baru direkrut seminggu sebelum kompetisi digelar tak termasuk dalam daftar pemain yang disahkan. Gelandang bertahan asal Kamerun itu dipastikan absen.Dengan terbitnya surat itu, Paryono tak kesulitan menyusun komposisi pemain sesuai harapannya untuk mendukung skema 4-4-2 flat. ”Tak masalah Onambele absen. Kami tak mengandalkan pemain bintang, melainkan lebih pada kolektivitas permainan. Materi pemain PSIS memang sangat terbatas,” terangnya.Dia menilai tim tamu patut diwaspadai. Seperti skuad Mahesa Jenar, materi tim asuhan Mustaqim tersebut juga didominasi pemain muda. Mereka dipastikan memiliki fighting spirit tinggi di setiap pertandingan. Menurut pelatih yang akrab disapa EP itu, tak ada personel lawan yang bakal mendapat kawalan khusus. Seluruh pemain PKT dinilainya punya potensi mencetak gol sehingga wajib diwaspadai. ”Imral Usman salah satu pemain terbaik PKT. Dia juga sudah mengenal karakter PSIS. Namun, dia tak akan mendapat perhatian khusus. Kami hanya mewaspadai mereka yang membawa bola,” tandasnya.(H13, H54-78/Suara Merdeka)

PKT vs PSIS

PKT Hanya Targetkan Seri
SEMARANG-PKT Bontang hanya menargetkan hasil seri saat menghadapi PSIS pada laga perdana Kompetisi Superliga di Stadion Jatidiri, sore nanti. Sebagai tim tamu ditambah absennya striker asing Jemes Salinsa Debbah, pelatih Mustaqiem memilih realistis.”Menghadapi PSIS di kandang sendiri tidak mudah. Tapi bagaimanapun kami akan mencoba meraih poin, minimal satu,” ujarnya setelah mencoba lapangan Stadion Jatidiri, kemarin.Tidak berbeda dari tuan rumah, materi tim berjuluk Laskar Khatulistiwa itu musim ini sebagian besar pemain muda. Kegagalan menembus sembilan besar dalam kompetisi Divisi Utama musim lalu membuat manajemen melakukan perombakan total.Dalam laga antara sesama ”tim pengganti” sore nanti Mustaqiem mengaku tidak memiliki strategi khusus menghadapi PSIS yang dipastikan bermain ngotot. Keagresifan tim tuan rumah akan coba dihadapi dengan kolektivitas dan semangat pantang menyerah.”Terus terang, kami buta terhadap kekuatan PSIS musim ini. Tapi yang pasti, PSIS adalah tim bagus,” kata Mustaqiem yang musim lalu mengarsiteki Mitra Kukar itu.Pada pertandingan nanti PKT dipastikan hanya akan menurunkan dua dari tiga pemain asingnya, yaitu stoper Wilfrido Galeano (Paraguay) dan striker Jossiah Seton (Kamerun). Satu pemain lagi Jemes Salinsa Debbah (Liberia) dipastikan tidak bisa tampil karena masih mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) dan visa. (H13,H54-27/Suara Merdeka)

Persijap Main Awal

Hendro: Main di Kandang Harus Menang
JEPARA-Beban berat ada di pundak Persijap Jepara yang akan menjalani laga perdana Djarum Indonesia Super League 2008/2009 dengan menjamu Persik Kediri di Stadion di Stadion Gelora Bumi Kartini, Ujung Batu, Jepara, sore nanti. Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM sudah mematok target wajib menang di partai kandang.”Seluruh warga Jepara selalu berharap Persijap dapat memenangi setiap pertandingan, terutama di kandang,” kata Bupati saat memimpin apel ribuan warga di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Apel yang dihadiri muspida plus, dinas dan instansi, camat, pelajar, dan tokoh masyarakatitu mencanangkan HUT Ke-63 RI dan peresmian pengunaan stadion. Hedro, mantan ketua umum Persijap mengingatkan pembangunan stadion yang dimulai 2003 menghabiskan dana sangat besar. Data di Dinas Pekerjaan Umum menyebutkan Rp 24 miliar. Dana itu akan terus membengkak karena proses pembangunan dan penambahan fasilitas terus berjalan. ”Kami berharap Laskar Kalinyamat dapat mengimbangi dengan prestasi yang bagus di kompetisi super liga,” ujar Hendro.Tak TerbebaniPelatih Persijap Junaidi setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini, sore kemarin, mengatakan tak merasa terbebani oleh target menang di kandang. ”Itu hal wajar. Kami mohon doa restu seluruh warga Jepara agar Persijap dapat menjalani pertandingan pertama dengan baik dan memenuhi harapan warga,” katanya.Evaldo dkk sore kemarin berlatih ringan. Antara lain mengeksekusi bola-bola mati. Seluruh pemain pilar dalam kondisi siap tempur. Lawan yang dihadapi Persijap bukan tim sembarangan. Persik baru saja menjadi juara pada turnamen pemanasan menjelang kompetisi Liga Indonesia 2008. Selain itu, latih tanding dengan tim asal Australia. Pelatih tim berjuluk Macan Putih asal Moldova, Arcan Iurie Anatolivici, tak gentar main di kandang Persijap. ”Seluruh tim ingin menang. Kami juga begitu. Hanya sebelum pertandingan besok (sore nanti-Red) saya tak akan komentar dulu,” kata Arcan setelah memimpin Harianto dkk berlatih, kemarin. (kar-27/Suara Merdeka)

Hasil Laga Perdana

Arema Menang, Sriwijaya dan Pelita Tertahan
PALEMBANG-Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura bermain seri 2-2 dalam duel pembuka kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, kemarin. Sementara itu di Stadion Jalak Harupat Bandung Pelita Jaya ditahan imbang 1-1 tamunya Persiba Balikpapan, sedangkan Persita Tangerang ditaklukkan Arema Malang 2-0.Laskar Wong Kito yang tampil di kandang dan mendapat dukungan dari suporter fanatiknya gagal memetik poin penuh.Menit 36 gol pertama ajang Liga Super dilesakkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah yang mendapat umpan dari Eduard Ivakdalam. Ernest yang berdiri di tengah kotak penalti langsung melesakkan tendangan keras ke gawang Sriwijaya FC, 1-0 untuk Persipura.Pada menit 40 Laskar Wong Kito menyamakan kedudukan melalui Obiora melalui placing bolanya ke pojok kiri gawang Persipura yang sulit dijangkau kiper Jendry Pitoy. Di babak kedua pemain Mutiara Hitam lebih gencar menyerang. Hasilnya, menit 52 Beto membuat timnya unggul. Mendapat umpan dari Da Rocca ia menerobos kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Skor 2-1 untuk Persipura.Namun menit 79 anak-anak asuhan pelatih Rahmad Darmawan menyamakan kedudukan. Dari sektor kanan Obiora memberikan umpan kepada Ngon A Djam yang berdiri bebas di depan gawang. Dengan leluasa Ngon menyundul bola ke gawang Persipura. Kedudukan berubah menjadi 2-2 dan skor tidak berubah hingga wasit Setiono meniup peluit panjang.Laga Pelita Jaya-Persiba diwarnai kericuhan. Setelah pertandingan Johan Ibo, pemain cadangan Pelita berusaha menyerang Robie Gaspart, pemain Persiba tetapi bisa dilerai. Sebelumnya, di menit 65 pemain kedua tim nyaris tawuran. Para pemain Pelita Jaya tak terima strikernya Cristiano Lopes dilanggar Gaspart. Pelita Jaya unggul terlebih melalui penalti Lopes di menit 64. Musafrie menyelamatkan Persiba lewat golnya di injury time. Gol Arema yang mengempaskan Persita diborong penyerang Emile Mbamba pada menit 15 dan 50. (wgm,dwi-27/Suara Merdeka)

Thursday, 3 July 2008

Awano Out

Martin dan Awano Dipulangkan
SEMARANG- PSIS resmi merekrut Didik Darmadi. Mantan pemain Persedikab Kabupaten Kediri yang direkomendasikan pelatih Edy Paryono itu telah sepakat dengan tawaran manajemen. Dia langsung menandatangani kontrak dengan manajemen.Nasib baik Didik ternyata tidak diikuti dua pemain asing pelamar, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun). Mereka tidak lolos seleksi sehingga dipulangkan. Sebagai gantinya, rencananya hari ini pasukan ”Mahesa Jenar” akan kedatangan pelamar yang berposisi sebagai gelandang bertahan.”Negosiasi dengan Didik sebetulnya sudah dilakukan sebelum dia datang ke Semarang untuk mengikuti seleksi di PSIS. Begitu pelatih merekomendasikannya, dia langsung tanda tangan kontrak,” terang Manajer Tim Senior Setyo Agung Nugroho, kemarim.Dengan bertambahnya pemain yang dikontrak, Agung berharap kelemahan di sektor sayap kanan bisa teratasi. Meski bertubuh kecil, kemampuan personel baru itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia punya kecepatan, umpan crossing matang, serta naluri golnya cukup tinggi. Dua pemain asing pelamar, Martin dan Awano, sebetulnya juga punya kualitas relatif bagus. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Martin unggul di skill individu, sedangkan Awano menang dalam power. Sayang, karakter permainan mereka tidak sesuai dengan yang diinginkan pelatih.Mantan arsitek Persipur Purwodadi itu ingin gelandang bertahan yang punya kecepatan sekaligus kekuatan. ”Tim pelatih masih ragu-ragu. Daripada ragu-ragu, kami memutuskan untuk memulangkannya saja. Kami tidak mau memaksakan diri,” ungkapnya.Lebih lanjut Agung mengemukakan, manajemen dan pelatih tidak mau perekrutan pemain asing hanya untuk memenuhi kuota yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI). Jika kualitasnya masih meragukan sehingga tidak bisa mengangkat performa tim, lebih baik dipulangkan. ”Dengan dipulangkannya mereka, berarti pelatih dituntut untuk bisa memaksimalkan pemain lokal di posisi gelandang bertahan,” katanya.Rencananya, hari ini PSIS akan kembali kedatangan pelamar lokal untuk posisi gelandang bertahan. Agung belum tahu nama pemain itu. Hanya dia menyatakan pemain tersebut merupakan mantan personel Persibat Batang. Namun, lantaran ”Laskar Banteng Alas Roban” mengundurkan diri dari Kompetisi Divisi Utama, dia mengadu nasib di Semarang. Ke JakartaSementara itu, empat pemain asing mulai besok akan menjalani tes kesehatan dan fisik sesuai ketentuan Badan Liga Indonesia. Tes kesehatan dilakukan di Rumah Sakit Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sedangkan tes fisik akan dilakukan di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Keempat ekspatriat tersebut adalah Edson Leonardo, Alex Daniel, Gaston Castano dan Borgondo Salomon. Mereka dijadwalkan mengikuti tes selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (5/7) lusa. Direncanakan, Gaston cs akan berangkat ke Jakarta sore ini. ”Hari pertama mereka akan menjalani tes kesehatan. Besoknya, baru tes fisik,” kata Agung.Sesuai dengan ketentuan dari BLI, pemain asing yang telah didaftarkan diharuskan menjalani tes kesehatan dan fisik. Hasil dari kedua tes tersebut, menjadi salah satu kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang pemain. Jika gagal pada kesempatan pertama, BLI masih memberikan dua kali kesempatan lagi untuk menjalani tes.Namun demikian, Agung optimistis empat pemain asingnya lolos. Hal itu didasarkan pada kemajuan dari latihan yang selama ini dilakukan. Ditambahkannya, yang mungkin dirasakan berat adalah tes fisik karena seorang pemain harus mencapai standar Vo2Max yang ditetapkan oleh BLI. (H13, H54-22/Suara Merdeka)

Wednesday, 2 July 2008

Didik Darmadi ke PSIS

Didik Direkomendasi Paryono
SEMARANG-Hari ini manajemen PSIS akan melakukan negosiasi dengan Didik Darmadi menyusul rekomendasi yang diberikan pelatih Edy Paryono, kemarin. Didik, sayap kanan yang musim lalu membela Persedikab Kabupaten Kediri dinilai memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tim saat ini.”Manajemen segera melakukan pembicaraan kontrak dengan Didik. Kami berharap, negosiasi tidak terlalu lama, karena sebelum menjalani seleksi dia sudah diberitahu mengenai kondisi PSIS,” kata Manager Tim Senior Agung Setyo Nugroho menanggapi keluarnya rekomendasi terhadap pemain tersebut.Dia berharap nasib dua pelamar lain, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun) dapat segera diputuskan mengingat Kompetisi Superliga 2008 segera dimulai.Hingga dua pekan sebelum kompetisi digelar, posisi sayap kanan memang menjadi salah satu kendala di tubuh pasukan ”Mahesa Jenar”. Harapan sempat muncul seiring dengan kedatangan Fajar Listiyantoro. Namun ketidaksepakatan nilai kontrak membuat mantan pemain PSS Sleman tersebut urung bergabung.Paryono mengatakan, meski Didik belum memiliki pengalaman bermain di Divisi Utama, skill dan kemampuan yang dimiliki cukup baik.”Dari beberapa pemain yang melamar untuk posisi sayap kanan, dia memiliki karakter dan kemampuan yang paling sesuai. Makanya, Didik kami rekomendasikan kepada manajemen untuk dinegosiasi,” katanya.Kemampuannya terlihat saat laga uji coba melawan PSIS U-21 beberapa waktu lalu. Kerja sama yang dibangun dengan para pemain lain, baik di lini belakang, tengah maupun depan relatif baik. Bahkan dia menyumbang satu gol di pertandingan yang berakhir dengan skor 6-1 itu.KarakterUntuk dua pelamar lain, yaitu Martin dan Awano, Paryono masih membutuhkan waktu untuk memberikan keputusan. Mereka punya kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Martin punya skill individu bagus. Sedangkan Awano memiliki power. Meski demikian, dipastikan pada akhir minggu ini satu dari dua pemain tersebut akan segera direkomendasikan kepada manajemen.”Keduanya punya kemampuan bagus. Tetapi, kami ingin melihat beberapa aspek lagi. Itu untuk menentukan siapa di antara mereka yang cocok dengan karakter permainan PSIS,” ujar mantan asisten pelatih timnas tersebut.Seraya melakukan penilaian terhadap kemampuan dua ekspatriat pelamar itu, minggu ini PSIS masuk pada fase pemantapan tim. Menu latihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan soliditas antarpemain di samping mempertahankan performa tim sebelum laga perdana melawan PKT Bontang pada 13 Juli mendatang. (H13,H54-22/Suara Merdeka)

Tuesday, 17 June 2008

PSIS dan PKT Lolos

Tiket Superliga Didapat
JAKARTA-PSIS Semarang dan PKT Bontang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti Kompetisi Superliga 2008, sebagai pengganti Persiter Ternate dan Persmin Minahasa yang mundur. Hal tersebut disampaikan Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla di kantornya, Kuningan, Jakarta, kemarin. Kompetisi itu akan mulai bergulir pada 12 Juli 2008.”Berdasarkan hasil penilaian tim verifikasi BLI dan atas persetujuan Komite Eksekutif, akhirnya kami menetapkan PKT dan PSIS menjadi pengganti tim yang tidak ikut Superliga. Total poin dua klub itu ada di peringkat pertama dan kedua, dalam lima aspek verifikasi BLI yang penilaiannya dipimpin Saudara Djoko Driyono,” kata Andi, dalam acara yang juga dihadiri anggota Komite Eksekutif Mafirion dan Direktur BLI Djoko Driyono. Dalam keterangan resminya Andi menjelaskan lima aspek penilaian itu meliputi supporting team, infrastruktur, administrasi dan personel, keuangan, serta legal. Total nilai PKT 379,316, disusul PSIS dengan poin 360,638.Lima klub yang tidak lolos adalah PSS Sleman (335,768), Persis Solo (316,313), Semen Padang (279,413), Persebaya Surabaya (248,008), dan Persikabo Kabupaten Bogor (122,251).”Pada hari Jumat (13/6) lalu, anggota Komite Eksekutif PSSI mengadakan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Nirwan D Bakrie. Dari rapat tersebut dihasilkan keputusan bahwa Superliga tetap diikuti oleh 18 klub. Diputuskan pula mengenai segera dimulainya sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru,” kata Mafirion, membuka acara jumpa pers. Pedoman DasarSosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru kepada seluruh anggota dilakukan mulai minggu ketiga Juni 2008. ”Sosialisasi ini akan berlangsung hingga Agustus 2008. Sementara untuk penetapan jadwal dan pelaksanaan di lapangan, akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif yang akan digelar dua hari mendatang,” lanjut Mafirion. ”Tujuannya supaya semua anggota memahami. Misalnya, saat ini anggota Komite Eksekutif langsung dipilih oleh mereka. Hak suara juga berkurang dari enam ratus menjadi 118. Jadi, tidak ada tawar-menawar lagi, karena semua sudah final,” tambahnya. Dia menjelaskan, semua hal yang diminta oleh AFC dan FIFA telah dipenuhi PSSI. Saat ini PSSI masih menunggu surat pemberitahuan dari AFC tentang waktu pengesahan Pedoman Dasar dalam munaslub. ”AFC dan FIFA meminta kita melaksanakan sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru. Selanjutnya AFC akan memberi tahu kapan munaslub dilaksanakan untuk pengesahan. Hal ini disampaikan mereka kepada anggota Komite Eksekutif Ibnu Munzir dan M. Zein serta Sekjen Nugraha Besoes saat berada di Australia bulan lalu,” ungkap Mafirion. (wgm-22)

Monday, 16 June 2008

Persijap jajal Arema

23 Pemain Dibawa ke Malang
JEPARA- Sebanyak 23 pemain Persijap Jepara dibawa ke Malang, tadi malam. Mereka bersiap menghadapi Arema Malang dalam partai uji coba di Stadion Kanjuruhan. Empat pemain asing yang telah direkrut, juga dibawa. Pertandingan akan digelar Rabu lusa. Kemajuan pemain inti dan pelapis akan dilihat dalam pertandingan itu.’’Kami ingin mengevaluasi bagaimana kinerja tim setelah tiga bulan latihan. Saya menilai Arema akan banyak memberikan kontribusi untuk melihat kelemahan yang harus kami tutup,’’ kata Pelatih Junaidi, sebelum meninggalkan Jepara. Satu pemain yang tidak dibawa adalah Dimas Pribadi. Gelandang muda yang pernah memperkuat tim U-23 itu masih berkutat dengan cedera lutut. Belum ada kesimpulan dari tim medis, apakah pemain kelahiran Jepara itu bisa tampil pada laga-laga awal Kompetisi Superliga. Junaidi menjelaskan, empat pemain asingnya, yaitu Evaldo, Arnaldo ’’Aldo’’ Vilalba, Pablo Francis, dan Carlos ’’Charli’’ Raul akan dilihat perannya bersama para pemain domestik. Sejauh ini, harapan besar masih bertumpu pada empat ekspatriat yang masing-masing mengisi lini belakang, tengah, dan depan.Namun, mereka masih butuh banyak adaptasi dengan para pemain baru lainnya, guna membentuk karakter permainan yang cepat dan keras.’’Semua lini akan menjadi bahan evaluasi saya,’’ jelas Junaidi.Gelandang BertahanDia ingin mengkaji bagaimana efektivitas Aldo di tengah bersama Francis, Donny Siregar dan Enjang Rohiman, serta Charli dipadukan dengan Ilham Hasan atau Noorhadi dan Johan Joansyah. Peran Nurul Huda di kanan, M Irfan atau Isdiantono di kiri masih menjadi sorotan. Yang paling penting, pelatih ingin melihat bagaimana jika satu, dua atau tiga dari empat pemain tengah itu ditarik keluar dan digantikan cadangannya. Sejauh ini dia masih membutuhkan satu gelandang bertahan domestik. Pertimbangannya, untuk mengisi jika satu atau dua pemain tengah itu absen. Setidaknya peran Chanif Muhajirin dan Junaidi Tagor akan dilihat. Sabtu lalu, Junaidi mengajak diskusi seluruh pemainnya. Dia ingin mengetahui seluruh persoalan yang mungkin ada di benak para pemain, tak terkecuali aspek psikisnya. Hal itu dilakukan agar seluruh pemain benar-benar total dalam membela klub barunya. Wakil Sekretaris Tim Nur Jamil mengatakan, dua pemain asing, yakni Francis dan Charli hingga kemarin belum tuntas surat keluar dari klub lamanya di Bolivia dan Kolombia. Namun agen dua pemain tersebut menyatakan telah mengurusnya. Kepada Persijap, agen itu menyatakan siap memenuhinya dalam dua pekan ini, termasuk soal sertifikat tranfer internasional (ITC). (H15-22/sm)

Persib Siap Tampil

Turnaman HUT Surabaya Tanpa Kehadiran PSM
BANDUNG-Persib Bandung dipastikan mengikuti turnamen HUT Kota Surabaya yang akan berlangsung pada 18-22 Juni mendatang. Menurut pelatih Jaya Hartono, baru-baru ini, turnamen itu akan dijadikan ajang untuk memantapkan persiapan Suwita Patha dkk menuju kompetisi Superliga.Namun, tujuan utamanya adalah melakukan tes terhadap striker asing yang melamar. Dia adalah Rafael Bastos. Vonis layak tidaknya pemain asal Brasil itu akan ditentukan dalam kejuaraan yang bakal diikuti empat kesebelasan itu.Rencana awalnya, kejuaraan tersebut bakal diikuti Persib, PSM Makassar, Persija Jakarta Pusat dan tuan rumah Persebaya. Tetapi, kemarin, PSM memutuskan menolak berlaga. Hal itu dikemukakan Asisten Manajer Suhardi Hamid di Makassar, Minggu kemarin.Akomodasi Alasannya, pengeluaran dana untuk mengikuti uji coba di luar kandang selama ini sudah terlalu besar, sementara kompetisi Superliga 2008 akan bergulir dalam waktu dekat sehingga manajemen menganggap tidak perlu mengikuti turnamen tersebut, dan lebih memfokuskan diri pada persiapan yang lebih matang lagi untuk kompetisi.Selain itu, penolakan mengikuti turnamen tersebut karena panitia pelaksana mengingkari janjinya semula. mereka ternyata tidak menanggung akomodasi dan tiket Makassar-Surabaya PP seperti yang disampaikan sebelumnya. “Tak apa PSM tidak ikut dalam turnamen HUT kota pahlawan, Surabaya tahun ini. Kan masih banyak kesebelasan besar lainnya yang bisa menggantikan,” katanya.Turnamen ini disponsori Diadora, produsen alat-alat olahraga terkenal asal Italia.(dwi,ant-22/sm)

Wednesday, 11 June 2008

Batoum ke Persela

Seleksi Batoum Roger-Peter Ogum
LAMONGAN - Setelah melepas striker asal Argentina Luciano Ulier, Persela Lamongan kini intensif berburu pemain asing. Dua striker pun masuk daftar bidikan pengurus tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.Kedua striker itu, Batoum Roger, mantan striker Persikabo Bogor dan Persija Jakarta, serta Peter Ogum Igbagri asal Nigeria. Kemarin, Peter sudah menampakkan diri dalam latihan di Stadion Surajaya kemarin sore. Latihan itu disaksikan Ketua Umum Persela Masfuk. Bahkan, dalam kesempatan itu Masfuk meminta pemain keling tersebut langsung masuk lapangan, meski baru tiba di Kota Soto ini. Berdasarkan biodata yang masuk ke pengurus Persela, Peter berusia 23 tahun, memiliki tinggi badan 182 sentimeter dan berat 75 kilogram. Klub terakhir yang dia perkuat adalah Akwa United FC, anggota Liga Utama Nigeria. Selama musim kompetisi 2006-2007, dia mengaku mengoleksi 15 gol. ''Saya belum bisa menilai kemampuannya karena dia baru saja datang,'' kata pelatih Persela M Basri kepada Radar Bojonegoro kemarin.Menurut dia, Peter akan diberi waktu seminggu untuk bisa diseleksi kemampuannya. ''Bisa jadi dia akan diajak ikut ke Jakarta untuk pertandingan uji coba sambil diseleksi kemampuannya,'' ujar dia.Sementara untuk Batoum Roger, lanjut pelatih asal Makasar itu, baru datang ke Lamongan pagi ini. ''Sebenarnya dia akan datang hari ini (kemarin, Red). Karena pesawatnya dari Jakarta ada kendala, sehingga diundur sampai besok (pagi ini, Red),'' katanya.Basri menjelaskan, Batoum kepada pihak Persela mengaku hanya butuh waktu dua sampai tiga hari untuk bisa menunjukkan kemampuannya. ''Dia mengatakan seperti itu, tetapi saya akan lihat dulu. Meski dia dinilai sebagai pemain bagus tetapi saya tetap ingin melihat kemampuannya yang sesungguhnya terlebih dahulu,'' jelasnya.Sementara itu, dalam latihan kemarin, Masfuk kembali ''mengultimatum'' Marcio dkk agar benar-benar serius mengangkat Persela di pentas superliga. ''Saya ingatkan lagi, Anda merupakan pemain terbaik karena menjadi pemain superliga. Sehingga kalian harus serius dan selalu menjaga kekompakan tim untuk mengangkat Persela,'' katanya. (feb/jppn)

Pelatih Well Come

Bambang Sambut Antusias
MALANG - Rencana kedatangan Esaiah Pello Benson disambut antusias pelatih Arema Bambang Nurdiansyah. Dengan segera bergabungnya pemain Timnas Liberia tersebut, maka kebutuhan satu pemain asing di sektor playmaker akan segera tertutupi.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang itu, Benson memang merupakan pemain rekomendasinya. Sehingga Benson tak perlu mengikuti seleksi seperti playmaker asing lainnya. Terakhir, Bambang mencoret tiga nama seleksi asing yakni Carlos Aliberto Gomes (Argentina), Eppala Jordan Claude (Kamerun), dan Alberto Castellani (Italia). "Saya sudah tahu kualitas Benson jadi tak perlu seleksi. Saat ini dia sedang di Singapura mengurus visa. Begitu selesai urusannya, dia akan saya suruh langsung ke Madiun (tempat training centre Arema)," ungkap Bambang.Bila Benson benar-benar bergabung dengan Arema, maka lima pemain asing Singo Edan semuanya berasal dari Afrika. Tiga pemain dari Kamerun yakni Emile Bertrand Mbamba, Emaleu Serge, dan Aaron Nguimbat. Sedangkan satu pemain lainnya berasal dari Guinea yakni Souleymane Traore.Itu artinya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Arema, semua pemain asingnya berasal dari Afrika. Biasanya dalam setiap musim yang selalu dilaluinya, pemain asing yang bergabung dengan Arema merupakan pemain kombinasi dari beberapa benua. Selain Afrika, juga terdapat pemain dari Amerika Latin. Pemain asal Australia juga pernah bergabung dengan tim yang didirikan pada 1987 tersebut.Apakah itu pertanda bahwa Bambang menyukai pemain tipikal dari benua hitam tersebut? Dengan tegas mantan pemain Pelita Jaya tersebut menolak anggapan bahwa dia fanatik terhadap pemain Afrika. "Di PSIS dulu saya pernah menggunakan tenaga Emanuel de Porras, dia merupakan pemain asal Argentina," elak Bambang.Saat melatih PSIS pada 2005 lalu, Porras merupakan satu-satunya pemain asal Amerika Latin. Sedangkan empat pemain lainnya berasal dari Afrika yakni Anthony Jomah Ballah, Benson, Fofee Kamara, dan Abdoulaye Djibril. "Pelatih akan sangat kelihatan bodoh jika dia hanya senang dengan tipikal pemain-pemain dari benua tertentu," papar dia.Sebenarnya, untuk karakter playmaker asing Arema, dia mengaku membutuhkan pemain asal Amerika Latin. Hanya saja, keinginannya untuk mencari pemain Amerika tak bisa terpenuhi pada musim ini. Itu karena nilai yang ditawarkan dianggap mahal. Pada akhir April lalu Bambang sudah merekomendasikan nama Javier Rocha dari Cile ke manajemen Arema. Namun karena buntunya negosiasi, pemain berusia 30 tahun tersebut gagal merumput di Arema. (fir/abm/jppn)

Benson ke Madiun

Benson Langsung Merapat ke Madiun
MALANG - Playmaker asing yang ditunggu-tunggu pelatih Arema Bambang Nurdiansyah bakal segera merapat ke Madiun. Rencananya, dia akan langsung mengikuti training centre (TC) bersama-sama Suroso dan kawan-kawan di kota brem tersebut.Siapa pemain yang bakal segera merapat ke Madiun? Siapa lagi kalau bukan pemain yang direkomendasikan Bambang. Yakni Esaiah Pello Benson, pemain asal Liberia. Kabarnya, pemain kelahiran 1984 tersebut sudah berada di Singapura. "Benson sudah ada di Singapura untuk mengurus visa," kata Alex Banmou, agen pemain di bawah Bangun Sportindo.Menurut Alex, bila visa Benson sudah selesai, maka dalam waktu dekat pemain Timnas Liberia tersebut akan langsung meluncur ke Madiun. "Mungkin dalam minggu ini dia sudah bergabung dengan Arema. Dia (Benson) bukan pemain seleksi, jadi akan langsung negosiasi," tambah pria asal Kamerun tersebut.Alex juga mengatakan bahwa antara Arema dan Benson sudah terjadi proses negosiasi harga. Dan sudah tercapai kesepakatan harga melalui telepon. Tapi tanda tangan kontrak baru akan dilakukan jika Benson sudah benar-benar bergabung dengan Arema.Sebenarnya Benson sudah dijadwalkan tiba di Malang pada awal Mei lalu. Namun kedatangannya terus tertunda karena tenaganya dibutuhkan Timnas Liberia guna mempersiapkan diri dalam persiapan Pra Piala Dunia. Bahkan nama Benson sempat dimasukkan kotak karena jadwal kedatangannya kala itu tak ada kejelasan. Karenanya, manajemen dan pelatih sempat berburu pemain dengan menggelar seleksi. Namun, dari belasan pemain yang mengikuti seleksi, tak satu pun yang dinilai berkualitas oleh Bambang.Francis Yonga, sub agen yang membawa Marcellin Gaha Djiadeu dan Eppala Jordan Claude ke Arema mengatakan, dua pemainnya dicoret bukan karena kualitasnya yang jelek. "Gaha merupakan pemain bagus. Tapi, siapapun tahu kalau Bambang memang sudah menunggu Benson," jelas Yonga. (fir/abm/jppn)

Pelatih Gusar

Pelatih Superliga Mulai Gusar
JAKARTA - Para pelatih kontestan Superliga 2008 gusar karena merasa agenda mereka terganggu. Pangkal kegusaran itu pun cukup jelas. Yakni, belum adanya penetapan peserta dan rilis jadwal Superliga 2008.Saat ini, memang ada 16 tim yang dinyatakan lolos verifikasi. Hanya, palu belum sepenuhnya diketok oleh Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). BLI masih menunggu keputusan komite eksekutif PSSI. Terutama, menyangkut jumlah pasti peserta Superliga 2008. Karena menunggu itu pula, BLI tak kunjung melansir jadwal Superliga. "Secara teknis, kami sangat terganggu dengan situasi ini," kata pelatih Persija Jakarta Danurwindo. "Agenda kami banyak berubah karena jadwal kompetisi yang belum juga diumumkan," keluh Fandi Ahmad, pelatih Pelita Jaya Jawa Barat.Menurut Fandi, Juni ini Pelita sebenarnya berencana tryout ke Singapura. Tapi, lantaran jadwal kompetisi belum juga keluar, Pelita membatalkannya. Mereka menggantinya dengan melakukan tur ke Jogjakarta. "Kami tidak mau ambil risiko," sebut Fandi.Kegusaran yang cukup wajar. Sebab, tanpa kepastian jadwal kompetisi, mereka jadi ragu-ragu dalam menjalankan program latihan yang telah disusun. Terutama, menyangkut penentuan peak performance anak didiknya.Tanpa panduan jadwal kompetisi, para pelatih jelas sangat sulit menentukan program latihan. Pasalnya, jika peak performance itu sudah ditetapkan, dicapai pada saat tertentu, tapi ternyata waktu yang dimaksud itu tidak sesuai dengan jadwal kompetisi, permainan tim bisa amburadul.(fim/ko/jppn)

Sriwijaya KO

Sriwijaya Canggung Formasi Baru
JAKARTA - Sriwijaya FC Palembang belum kembali ke permainan terbaiknya. Masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari kinerja jawara Liga dan Copa Indonesia musim 2007 tersebut. Kondisi itu tergambar dalam uji coba melawan Pelita Jaya Jawa Barat di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, kemarin (10/6).Sang arsitek Rahmad Darwaman bahkan menyebut anak didiknya minim improvisasi. Padahal, saat kompetisi musim lalu, dia menilai Benben Berlian dkk kaya improvisasi. "Organisasi permainan sudah lebih baik. Tapi, sentuhan bola anak-anak belum kembali," ujarnya.Pelatih berusia 41 tahun tersebut melihat anak asuhnya belum sepenuhnya terlepas dari beban latihan fisik sebelumnya. Meski, latihan itu telah dilalui. Selain itu, para punggawa Sriwijaya FC masih canggung dengan formasi baru yang diterapkan oleh Rahmad. Untuk menghadapi kompetisi Superliga, Rahmad memang telah merancang pola 4-1-4-1 bagi tim besutannya. "Semoga dengan waktu yang tersisa, sentuhan anak-anak segera kembali," harapnya.Dalam uji coba kemarin, Sriwijaya FC harus puas dengan hasil imbang 2-2 (2-1). Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan satu menit berkat gol Zoubairo. Sembilan menit kemudian, Pelita mampu membalas lewat Basri Badussalam.Tujuh menit sebelum turun minum, Sriwijaya FC kembali unggul berkat eksekusi penalti Keith Kayamba. Namun sayang, keunggulan itu tidak mampu mereka pertahankan hingga pertandingan usai. Lima menit jelang bubar, gawang Sriwijaya FC dibobol oleh striker anyar Pelita Rudi Widodo.Hasil seri tersebut merupakan torehan kedua Sriwijaya FC dalam turnya ke Jawa. Sebelumnya, mereka ditahan imbang Persikab Bandung 1-1. Pada satu laga lainnya, Sriwijaya FC kalah ketika dibekuk Persib Bandung 0-1.(fim/ko/jppn)

Bastos di Persib

Seton Hilang Muncul Bastos

BANDUNG, TRIBUN-Keberadaan Josiah Seton di tim Persib masih jadi tanda tanya besar. Striker asal Liberia itu kini bahkan tak jelas rimbanya. Hingga Selasa kemarin, manajemen Persib mengaku masih kesulitan menghubungi Seton. Di tengah situasi tak jelas itu, muncul nama Rafael Albue Bastos, bomber asal Brasil yang ditawarkan oleh agen yang sama. "Kami nggak tahu Seton ada dimana. Beberapa kali kami menghubunginya ternyata handphone-nya nggak aktif. Ketika saya hubungi agennya, malah si agen menawarkan striker baru yang namanya Bastos," ungkap Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Selasa (10/6). Menurut Umuh, hingga kini pihaknya belum menentukan sikap terhadap Seton. Sebelumnya Pelatih Jaya Hartono mengisyaratkan, bakal memboyong dan menyeleksi mantan bomber PKT Bontang itu di turnamen HUT Persebaya Surabaya. Namun melihat perkembangan terakhir tampaknya hal itu menjadi tidak jelas. Sementara terkait Bastos, kata Umuh, pihaknya tidak bisa begitu saja merekrut yang bersangkutan. Paling tidak bomber yang terakhir kali membela klub Tubarao RS Brasil itu harus datang terlebih dulu ke Bandung."Ya gimana mau merekrut kalau kita nggak pernah lihat orangnya. Apalagi permainannya juga kita nggak tahu seperti apa," tandas Umuh. Dari data yang disampaikan kepada Umuh, Bastos memiliki tinggi badan 1,86 cm dengan berat 79 Kg. Catatan kariernya menunjukkan, dia hanya pernah bermain di klub-klub Brasil. Klub-klub itu antara lain, Tubarao RS, Santos FC, Bangu EC, dan Olario EC. Perburuan Persib terhadap striker impor tampaknya lebih banyak pada tataran wacana. Sejumlah nama telah mencuat ke permukaan tapi akhirnya tak satu pun yang jelas. Hanya satu nama, yakni Jairon Feliciano yang pernah merapat, yang akhirnya ditendang karena tak memenuhi syarat. Sebelumnya muncul juga nama Agu Casmir, striker asal Brasil berkebangsaan Singapura. Nama ini sempat dilontarkan oleh Jaya Hartono. Namun menurut H Umuh, pihaknya sulit menggaet Agu karena bomber keling itu ingin langsung direkrut tanpa seleksi. "Kita harus seleksi dulu dong, masa main rekrut begitu aja," tandas Umuh.(tribun jabar)

Persijap Buru Pemain

Perburuan Pemain Belum Usai
JEPARA- Perburuan pemain yang dilakukan Persijap belum akan usai. Sinyal kebutuhan personel baru dilontarkan arsitek tim Junaidi, usai melatih anak-anak asuhannya di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Jika disetujui manajemen, pihaknya masih butuh seorang pemain domestik untuk posisi gelandang bertahan dan stoper asing. ”Ini hasil evaluasi kami,” katanya. Dia mengungkapkapn, untuk pemain domestik di posisi tengah ia hanya memiliki dua andalan, yakni Donny Siregar dan Enjang Rohiman. Dalam kompetisi ketat idealnya satu kesebelasan memiliki banyak pilihan pada posisi tertentu, sebagai antisipasi bagi dilakukannya rotasi.Donny, pemain asal Tapanuli yang kembali bergabung dengan ”Laskar Kalinyamat”, menempati posisi gelandang bertahan sejak musim 2007. Posisinya jarang tergantikan karena penampilannya stabil. Enjang Rohiman yang musim lalu menjadi personel Persib Bandung cenderung tampil sebagai gelandang menyerang. Persijap sebenarnya masih memiliki tiga pemain tengah domestik, namun mereka juga tidak spesialis untuk posisi bertahan. Tiga orang itu adalah Junaidi Tagor (eks pemain Persiba Balikpapan), serta dua putra daerah, Chanif Muhajirin dan Dimas Pribadi. Namun Dimas sudah beberapa pekan ini dibalut cedera lutut. Sayap Di tengah, dua pemain asing juga berkarakter sebagai gelandang menyerang. Mereka adalah Arnaldo ”Aldo” Vilalba (Paraguay) dan Pablo Francis (Argentina).Keduanya menempati posisi yang ditinggalkan Amarildo Souza dan Leandro Braga. ”Untuk pemain sayap dan depan saya pikir sudah cukup,” kata Junaidi yang menyambut baik bergabungnya M Irfan, sayap kiri yang akan menjadi andalannya. Sedangkan di lini belakang, pemain domestik yang ada diyakini cukup. Namun ia masih membutuhkan seorang stoper asing untuk menopang kinerja Evaldo Silva. Pemain domestik yang sudah ada di barisan ini adalah Sofyan Morhan, Anam Syahrul, Aji Nurpijal dan Catur Rintang. Sampai kini Persijap baru merekrut empat pemain asing. Di luar proses perekrutan pemain manajemen pekan ini masih berkonsentrasi mengatasi persoalan pencairan dana dari APBD 2008 sebesar Rp 10 miliar. Bendahara Tim Suko Santoso mengatakan, Persijap telah merekrut 23 pemain dan mereka harus mendapatkan haknya berupa gaji pada Juni ini. Karena itu ia kini mengupayakan bisa mencairkan dana tersebut. (H15,J4,kar-22)

Pemain Muda PSM

Hanafing Padukan PSM Senior dan U-21

Makassar, Tribun - Asisten Pelatih PSM Makassar, Hanafing, yang menjadi pelatih kepala PSM di Liga Ambon memiliki misi khusus di pertandingan perdana Liga Ambon antara PSM kontra Persibom Bolaang Mongondow di Stadion Merdeka, Ambon, Rabu (11/6) sore ini. Hanafing ingin memadukan dua tim beda generasi di laga ini. "Hanafing membagi tim yang dibawa ke Ambon ke dalam dua bagian. Satu tim inti yang diambil tim senior dan satu tim lagi murni dari tim PSM yang berasal dari pemain PSM U-21," kata Asisten Manajer PSM Bidang Umum dan Perlengkapan, Faisal Maming menirukan pernyataan Hanafing, Selasa (10/6). Saat dikonfirmasi Tribun soal persiapan PSM menghadapi Persibom, Hanafing mengaku sedang konsentrasi menyusun strategi menghadapi Persibom dan mempersilakan kepada Faisal untuk memberikan keterangan. "Intinya beliau (Hanafing) akan mencoba semua pemain di pertandingan besok," kata Faisal. Menurut Faisal, Hanafing tetap akan memprioritaskan pemain yang berasal dari tim senior di awal-awal pertandingan. Pemain-pemain tersebut antara lain striker Ahmad Amiruddin dan Sigit Syahrial dan beberapa gelandang seperti Diva Tarkas, Frenklyn, Muhammad Nakir, dan Dewa Aditya Utama. Sementara itu lini belakang tetap akan dipercayakan kepada duet dua stopper muda masa depan, Rahmat Latif dan Jayusman, yang akan dibantu dua yuniornya bek kanan Hendra dan Irdan. Untuk formasi yang akan di terapkan di laga ini, tampaknya Hanafing masih menyembunyikannya. "Untuk formasi tim masih akan ditentukan siang hari ini saat meeting. Beberapa pemain yang akan diturunkan juga masih dilihat kesiapan fisik mereka sebelum pertandingan," ujar Faisal. Sementara itu, soal kekuatan lawan yang akan dihadapi, tampaknya PSM masih buta dengan kekuatan Persibom. Namun jika PSM lebih mengandalkan pemain mudanya, hal berbeda dilakukan Persibom karena turun dengan kekuatan penuh dengan menurunkan pemain inti senior dan yunior di laga ini. "Persibom memiliki tiga pemain asing dan mereka juga turun dengan kekuatan penuh. Kami mengimbau kepada semua pemain agar tidak gentar menghadapi mereka meskipun secara usia dan pengalaman bertanding, PSM masih ketinggalan," kata Faisal. Hal senada juga diungkapkan Manajer PSM U-21, Saudyk Affandi Nur, yang ikut menemani tim ke Ambon. "Secara fisik dan teknik semua pemain sudah siap tempur menghadapi Persibom. Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk kemenangan PSM," kata Saudyk. Laga PSM versus Persibom digelar di Stadion Merdeka, Ambon pukul 16.00 WIT. Sementara itu di pertandingan lainnya, Selasa sore kemarin, tuan rumah PS Ambon menang atas Persija Jakarta yang juga menurunkan tim U-21 di turnamen ini. PS Ambon menang atas Persija dengan skor 3-2. Dengan hasil ini untuk sementara, PS Ambon berada di urutan teratas klasemen sementara Liga Ambon yang menggunakan sistem kompetisi penuh. Peraih poin tertinggi dan runner up hasil tiga pertemuan masing-masing peserta turnamen langsung bertemu di babak final. Duel Sigit-Yusuf LAGA PSM versus Persibom sore ini akan menjadi ajang adu cerdik striker muda PSM, Sigit Syahrial dan bek kiri Persibom, Yusuf Hamzah, yang juga mantan pemain PSM musim lalu. Musim ini Yusuf memutuskan hijrah ke Persibom setelah kalah bersaing dengan pemain PSM lainnya. Saat PSM menggelar uji lapangan di Stadion Merdeka, Ambon, Selasa pagi kemarin, Yusuf juga tampak mengikuti latihan bersama pemain Persibom. Saat itulah, Yusuf menyempatkan diri reuni dengan mantan rekannya dulu di PSM. Bahkan pemain kelahiran Gowa ini sempat dicandai beberapa Pengurus PSM yang menemani uji lapangan. "Yusuf besok (sore ini) kamu akan berhadapan dengan Sigit teman akrabmu. Kamu kasih lewat-lewat saja Sigit ya supaya mudah mencetak gol," kata Faisal mencandai Yusuf. Mendengar perkataan itu, Yusuf langsung menjawab canda yang dilontarkan Faisal."Kalau diluar lapangan saya sama Sigit seperti saudara. Tapi di dalam lapangan Sigit tetap lawan saya, kecuali kalau saya masih dikontrak PSM," kata Yusuf sambil bercanda. Persahabatan antara Sigit dan Yusuf memang tergolong kental. Saat keduanya masih sama-sama di PSM, dua pemain muda ini sering terlihat jalan bareng. Bahkan di beberapa kesempatan, Sigit masih sering bercerita tentang Yusuf. "Dia teman saya yang paling akrab. Kami berpisah karena beda klub saja tapi kalau urusan perasaan tetap sehati," kata Sigit. Yusuf tergolong pemain PSM yang kurang beruntung mengadu nasib di PSM. Namanya sempat bersinar di awal-awal bergabung di PSM di Ligina XII tahun 2006. Saat itu, Yusuf menjadi bek yang bisa beroperasi di dua posisi kiri dan kanan. Namun di Ligina XIII musim lalu, performa Yusuf mulai menurun seiring dengan cedera paha yang dialaminya hingga akhirnya memutuskan diri hijrah ke Persibo. (tribun)

Tuesday, 10 June 2008

Persib Jajal Sriwijaya

Pelita Jaya vs Sriwijaya FC (Uji Coba)
JAKARTA - Musim 2007 lalu, Sriwijaya FC dan Pelita Jaya adalah tim Kuda Hitam paling “berjingkrak”. Keduanya sukses menempatkan diri pada jajaran tim elite dipentas sepak bola nasional. Dibuktikan dengan predikat double winners yang disandang Laskar Wong Kito-julukan SFC. Sedangkan Laskar Gunung Parang-julukan Pelita Jaya—berhasil menjadi juara ketiga Copa Indonesia III.Di dua event tersebut, kedua tim hanya tiga kali bersua. Dua di penyisihan Liga Indonesia XIII dan satu lagi di babak semifinal Copa Indonesia III. Hasilnya, SFC mendulang dua kali kemenangan. Sementara Pelita Jaya satu. Kini, kedua tim bersua lagi pada “Super Big Match “pemanasan Superliga. Rencananya digelar petang ini mulai pukul 15.30 WIB di Stadion Lebak Bulus, Jakarta.“Pelita tim kuat. Musim ini mereka punya banyak pemain bintang. Kolektivitas tim ini sangat bagus. Bahkan, lebih bagus dari musim 2007 lalu. Sekarang, kemampuan pemain saya benar-benar akan diuji Pelita Jaya,” jelas el entrenandor SFC Rahmad Darmaan, kemarin (9/6).Kekuatan tim sama-sama pincang. SFC tetap minus empat pilar, yaitu trio timnas Merah Putih Charis Yulianto, Isnan Ali dan Ferry Rotinsulu. Serta Zah Rahan Krangar yang memperkuat Liberia di penyisian Piala Dunia 2010 Afrika Selatan. “Kami masih terus mengasah kekuatan yang ada saja sekarang ini. Saya masih belum memikirkan soal menang atau kalah. Tapi, saya ingin anak-anak teruji dan terbiasa di laga away,” pungkas pelatih 41 tahun ini.Demikian dengan Pelita Jaya. Mereka tak diperkuat Firman Utina dan kiper Dian Agus yang juga membela Timnas. Pengoleksi tiga kali juara (1988/89, 1990 dan 1993/94) di era Galatama ini, baru mengikat satu legiun asing saja, yaitu Claudio Lopez. Striker asal Brasil ini 2007 lalu, juga menjadi pilar penting Pelita Jaya. Sementara dua asing lagi, masih bermain di Liga Malaysia yaitu Boubacar Keita (Pahang FC) dan Ivan Jerkovic (DPRM). “Kompetisi Malaysia baru selesai Agustus nanti. Sekarang, kami masih mencari-cari pemain asing lagi. Soal uji coba lawan SFC, ini memang program kami. Kekuatan tim kami benar-benar terukur jika lawan SFC,” cetus tactician Pelita Jaya Fandi Ahmad kepada Sumatera Ekspres. Sesumbar datangkan pemain kelas dunia oleh tim milik pengusaha Bakrie Brothers musim ini belum terbukti. Tak ada satu pun bintang dunia tersebut, yang berhasil didatangkan. Nama-nama seperti Rivaldo (Brasil), Mario Jardel (Brasil), Marcelo Salas (Chili), Marcio Amoroso (Brasil), Diego Tristan (Spanyol), serta mantan striker Manchester United dan timnas Belanda, Jordi Cruyff, ibarat gertak sambal belaka. Kini, Pelita Jaya berkoar lagi. Mereka akan mendatangkan Steve Marlet, mantan striker timnas Prancis musim era 2002-2004 lalu. Tapi, lagi-lagi sesumbar tersebut hanya pepesan kosong. Kemarin (9/6), pelatih kedatangan dua defender seleksi asal Brasil. “Kami belum menemukan pemain yang cocok. Itu karena kami tidak sembarangan soal menentukan materi,” pungkas pria asal Singapura ini.(mg2/sumeks)
Head to head
13 Januari 2008 : SFC v Pelita jaya : 6-5 (semifinal Copa Indonesia III)
11 September 2007 : SFC v Pelita Jaya : 1-0 (putaran II Ligina XIII)
29 Maret 2007 : Pelita v SFC : 2-0 ( putaran I Ligina XIII)

Persik Kritik BLI

Persik Kritik Kelambanan BLI KEDIRI- Jika gong superliga benar-benar jadi dibunyikan 12 Juli mendatang maka tenggat waktu yang ada untuk mempersiapkan ke kompetisi sepakbola paling bergengsi tersebut tinggal sekitar sebulan lagi. Namun, hingga saat ini persiapan yang dilakukan tim-tim superliga belum benar-benar matang, termasuk Persik Kediri. Selain berbagai faktor persiapan aspek standarisasi superliga yang diterpkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI), Persik saat ini masih memiliki PR besar tentang sponsor. Sampai ini belum ada kejelanan label produk atau perusahaan apa yang akan dipasang di dada para pemain Persik sebagai tanda kerjasama dengan pihak sponsor. Kondisi tersebut juga diakui oleh kubu Macan Putih. "Belum ada progres lebih lanjut tentang sponsorship," ujar Manajer Persik Iwan Budianto. Padalah kebutuhan akan sponsor di superliga mendatang jelas mutlak diperlukan. Pasalnya biaya operasional mengikuti kompetisi tersebut jelas akan sangat besar. Terlebih setelah untuk musim depan tidak ada lagi suntikan dana dari BLI untuk peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Sebab suntikan dana akan dialihkan kepada tim junior yang juga akan mengikuti kompetisi secara rutin. "Yang jelas kita sudah bernegosiasi denga sejumlah perusahaan," katanya. Mengenai belum adanya perkembangan lebih lanjut soal sponsorsip Persik meski kompetisi akan dimulai sekitar sebulan lagi, Iwan mengatkan hal itu sebagai dampak kelambatan BLI. "BLI sendiri sampai sekarang juga belum mendapat sponsor, lalu bagaimana tim bisa menentukan sponsornya?" ujar salah satu pengurus PSSI tersebut kepada Radar Kediri. Apalagi sampai sekarang, menurutnya, BLI juga belum menentukan jadwal pertandingan selama setahun. "Jadwal belum ada, jumlah tim yang ikut juga belum pasti. Genap 18 atau kurang dari 18? Makanya mereka juga belum mendapatkan sponsor," kritiknya. Makanya sebagai dampaknya, hingga saat ini Persik belum bisa menentukan akan bekerjasama dengan siapa untuk sponsorsip. Sebab belum ada ketentuan juga jika nantinya ada permasalahan antara sponsor utama liga dengan sponsor utama tim. "Manual sponsorship juga belum jelas. Jadinya kita sulit untuk menentukan," tandasnya. Dengan demikian, sampai saat ini Persik baru bisa bekerja sama dengan sponsor pendukung. Diantaranya produsen apparel Lotto dan salah satu produsen minuman mineral. Lotto sendiri menambah kontraknya menjadi Rp 1,8 miliar dari nilai tahun sebelumnya sekitar Rp 900 juta. (jie/jppn)

Persijap Ketemu Arema

Persijap Bertemu Arema 18 Juni
JEPARA- Persijap mendapatkan kepastian kapan beruji coba melawan Arema Malang. Pertemuan kedua tim itu akan berlangsung Rabu pekan depan (18/6) di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang. ”Laskar Kalinyamat” kemarin juga melayangkan surat kepada Persik Kediri, dengan mengajukan waktu pertandingan uji coba di Stadion Brawijaya Kediri, 15 Juni nanti. ”Kami berharap Persik memberikan lampu hijau. Dengan demikian memudahkan kami, supaya sekali jalan dua pertandingan,” kata Wakil Sekretaris Tim Nur Jamil, kemarin. Sekalipun demikian belum ada kepastian tentang jadwal lawatan ”Singo Edan” ke Jepara. Namun, diperkirakan setelah rangkaian proses pilgub Jateng purna. Saat ini, Persijap menunggu jawaban dari Persik secepatnya. Arema dan tim ”Macan Putih” dinilai sebagai dua tim peserta Superliga 2008 yang sangat siap. Kedua klub itu telah berjumpa dalam final Liga Jatim, yang menempatkan anak-anak Kediri sebagai juara.”Laskar Kalinyamat” belum pernah jumpa Arema dalam laga uji coba. Namun di pertandingan resmi, Singo Edan lebih unggul. TekananMusim 2007, anak-anak Jepara yang melawat ke Kanjuruhan, menahan imbang tanpa gol. Namun Arema yang berambisi menembus babak delapan besar menang 5-3 ketika Persijap menjadi tuan rumah dalam partai usiran tanpa penonton di Stadion Maguwoharjo Sleman. Pada musim sebelumnya, saat tim Kota Ukir diasuh Pelatih Rudy William Keeltjes, kedua kesebelasan selalu bermain imbang baik di putaran pertama maupun kedua. Menanggapi uji coba melawan Arema 18 Juni nanti, Pelatih Junaidi menyatakan pihaknya tidak mengincar kemenangan, tetapi mencermati kinerja tim setelah berlatih selama tiga bulan. ”Kemenangan bukan hal penting dalam uji coba.Kami hanya ingin anak-anak mendapatkan tekanan yang lebih kuat dari lawan, sehingga kekuatan dan kelemahan akan terlihat,” katanya. Dia menambahkan, pasukannya butuh kerja keras untuk memacu persiapan, karena kompetisi akan bergulir kurang dari satu setengah bulan. Asisten Manajer Bidang Teknik Juli Susanto mengatakan, timnya berhasrat besar bisa menemukan karakter khasnya, yakni bermain cepat dan keras. ”Kami masih menaruh harapan besar bisa menemukan karakter itu, sehingga kompetisi ini benar-benar akan dijalani dengan penuh kesiapan,” katanya. (H15-22/sm)

Pronetto Gabung

Lopez-Pronetto Kembali Bergabung
Makassar, Tribun - Setelah hampir satu minggu absen mengikuti latihan rutin Ayam Jantan dari Timur, dua pemain asing PSM Makassar, Julio Lopez dan Claudio Pronetto kembali bergabung. Dua pemain ini rampung mengurus visanya di Jakarta, Senin (9/6). "Lopez dan Proneto sudah ada di Makassar dan sudah bergabung dengan teman-temannya di mes PSM. Mereka berdua akan aktif latihan mulai hari ini," kata Asistem Manajer PSM Bidang Humas, Nurmal Idrus. Lopez dan Pronetto tidak bersama tim sejak selesainya Liga Jawa Timur (2/6) lalu. Mereka langsung terbang ke Jakarta untuk mengurus adminsitrasi visa mereka di kantor Imigrasi Jakarta. Sementara itu, striker asing PSM lainnya, Aldo Baretto sudah bergabung duluan sejak, Sabtu (7/6) lalu. Meskipun, tiga pemain asing ini sudah bergabung, namun skuad PSM belum lengkap dengan kepergian dua pemain asing lainnya Ali Khaddafi dan Ouadja Lantame Sakibou yang pulang ke negaranya memenuhi panggilan tim nasional (Timnas) Togo untuk pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2010. Yopie: Ali-Ouadja Tidak Ganggu Persiapan Tim
Makassar, Tribun - Asisten Manajer Bidang Teknik, Yopie Lumoindong menjamin kepergian dua pemain asing PSM asal Togo, Ali Khaddafi dan Ouadja Lantame Sakibou tidak akan mengganggu persiapan PSM menghadapi Liga Super yang rencananya bergulir Juli mendatang. "Saya kira pertandingan uji coba di Liga Jawa Timur (Jatim) sudah cukup bagi mereka untuk saling mengerti dan paham dengan karakter permainan tim. Jadi kepergian mereka tidak akan mengganggu persiapan tim di Liga Super," kata Yopie, Senin (9/6). Ali dan Ouadja pergi ke Togo untuk memperkuat tim nasional (Timnas) Togo di kualaifikasi Piala Dunia 2010. Mereka berangkat ke Togo, Senin (9/6) kemarin dan diperkiran kembali ke Makassar setelah satu bulan. "Perkiraan mereka tiba di Makassar, lima Juli mendatang. Mereka tidak akan lama berada di negara mereka karena selesai pertandingan mereka langsung kembali ke Makassar," kata Asisten Manajer PSM Bidang Keuangan, Suhardi Hamid. Dengan dipanggilnya Ali dan Ouadja ke Timnas Togo, maka latihan rutin PSM tanpa kehadiran dua pemain yang menempati posisi gelandang dan stopper tersebut. Pemain inti PSM dijadwalkan kembali menggelar latihan sore ini. (tribun)

PSM di Ambon

PSM Lawan Persibom
Tribun - PSM Makassar akan langsung bertemu dengan Persibom Bolaang Mangondow di pertandingan penyisihan Liga Ambon, Rabu (11/6). Jadwal lawan PSM di babak pertama tidak mengalami perubahan meskipun satu klub peserta Liga Ambon, Persipura Jayapura mundur dari turnamen ini. "Persipura sudah pasti tidak ikut di turnamen ini. Kami sempat menunggu lama perubahan jadwal pertandingan dari panitia Liga Ambon. Tapi setelah meeting selesai, ditentukan lawan pertama kami tetap Persibom," kata Asisten Manajer PSM Bidang Umum dan Perlengkapan, Faisal Maming, Senin (9/6). Tim PSM tiba di Ambon kemarin sore. Menurut Faisal yang menemani tim ke Ambon, Liga Ambon menggunakan sistem kompetisi penuh sehingga hasil dari tiga pertandingan masing- masing tim akan dihitung nilai tertinggi untuk masuk ke putaran final. "Kami akan melakoni empat pertandingan hingga ke partai final. Turnamen ini menggunakan sistem kompetisi penuh artinya tim yang nilai poinnya tinggi pertama dan runner up nya langsung masuk ke babak final," kata Faisal. Sebanyak empat tim akan bersaing di turnamen yakni, PSM, Persibom, Persija Jakarat dan PS Ambon. Setelah melawan Persibom, PSM akan bertemu dengan Persija (13/6), melawan PS Ambon (14/6) dan partai final digelar (16/6). PSM mengutus tim usia 21 tahun (U-21) di turnamen ini. Dalam tur kali ini, manajemen mengutus 22 pemain dengan pelatih kepala Hanafing dan ditemani Imran Amrullah. Sementara itu, pemain inti tetap berada di Makassar menggelar latihan rutin pagi dan sore. Diarak Keliling Kota Rombongan PSM Makassar mendapat perlakuan khusus saat mereka tiba di Ambon. Begitu tiba di bandara Patimura, Ambon, rombongan PSM langsung disambut panitia dengan mobil mobil angkutan untuk kemudian diarak keliling kota Ambon. Ternyata, panitia sengaja mengarak rombongan PSM keliling kota Ambon untuk mensosialisasikan Liga Ambon. "Kami diarak beberapa penjemput dengan menggunakan kendaraan roda dua dan empat. sambil keliling kota, mereka juga mengumumkan kedatangan PSM dengan menggunkan pengeras suara," kata Faisal. Menurut Faisal, arak-arakan mobil yang mengantar rombongan PSM sempat memacetkan beberapa ruas jalan utama kota Ambon. "Di Ambon kami tidak kekurangan pendukung. Banyak warga Sulawesi Selatan yang merantau disini," kata Faisal. Rombongan PSM bertolak dari Makassar menuju Ambon dengan menggunakan pesawat Lion Air yang terbang pukul 12.15 Wita. Mereka tiba di bandara Patimura, Ambon pukul 15.30 Wit. Perjalanan dari bandara ke Kota Ambon dilanjutkan dengan jalur darat dan memakan waktu sekitar dua jam. Di kota Ambon, rombongan PSM menginap di hotel Aman."Perjalanan dari bandara menuju kota Ambon agak melelahkan dan cukup lama karena kami diarak keliling kota dulu. Begitu tiba di hotel pemain kelaparan dan langsung makan," kata Faisal. (tribun)

Maxi Deltras Out

Giliran Maxi Hengkang SIDOARJO - Gelombang kepergian pemain dari ajang seleksi Deltras Sidoarjo semakin deras. Karena tidak jelasnya mekanisme seleksi dan kontrak, kemarin seorang pemain lagi pergi atas kemauan sendiri. Dia adalah Maximiliano Gomez. Pemain asal Argentina yang biasa beroperasi di sektor gelandang serang tersebut pergi menyusul dua pemain lain, yakni Rasmoyo dan Pablo Rojas. Dia tak tampak dalam latihan di Stadion Gelora Delta Sidoarjo kemarin (9/6). Rasmoyo adalah pemain pertama yang memutuskan meniggalkan The Lobster, julukan Deltras Sidoarjo. Mantan bek Arema Malang tersebut hengkang ke salah satu klub di Kaltim pada 21 Mei lalu. Selain itu, Rojas memilih tak meneruskan seleksinya di tim asal Kota Udang tersebut setelah diberi informasi bahwa manajemen belum bisa memberikan keputusan sebelum arsitek tim asal Malaysia Abdul Rahman Ibrahim datang dan bisa kembali memantau seleksi pemain. Rojas hanya menyempatkan waktu sehari untuk sekadar mampir di tim yang akan bermain di kompetisi Superliga musim depan tersebut. Hingga kini, kabar mantan striker Persebaya Surabaya itu tak diketahui. Sayang, hingga kemarin sore, pelatih asal negeri jiran tersebut belum muncul di lapangan. ''Dia masih menyelesaikan pengurusan izin tinggal sementara di kantor imigrasi di Jakarta,'' jelas Asfijak, tim perencana Deltras. Menurut dia, pemain yang sebelumnya membela Persela Lamongan pada musim kompetisi lalu itu telah izin kepada dirinya untuk pergi ke Jakarta. Namun, Maxi -sapaan karib Maximiliano- tak menyebutkan detail kepergiannya ke ibu kota negara tersebut. (luq/ko/jppn)

Monday, 9 June 2008

Arema lawan Total

Siapkan Solusi Lawan Tim Bertahan Total
MALANG - Setiap menghadapi tim yang bermain dengan gaya negative football, Arema tampak kesulitan mencetak gol. Tapi kesulitan itu bisa berakhir jika Arema mempunyai solusi. Salah satunya adalah sering kali melakukan tendangan-tendagan jarak jauh yang terukur.Kesulitan Arema menjebol tim yang bermain dengan bertahan total bisa terlihat saat Arema menghadapi Gresik United di babak perempat final Piala Gubernur (PG) VII. Serangan-serangan Arema dari berbagai lini selalu mentah di kaki pemain lawan. Namun kebuntuan dalam mencetak gol bisa diantisipasi dengan tendangan-tendangan jarak jauh. Tiga dari empat gol Arema yang dilesakkan skuadra Arema berasal dari bola-bola dari luar kotak penalti. Dua gol dicetak Emile Bertrand Mbamba dari jarak jauh, salah satunya tendangan free kick. Sedangkan satu gol lainnya dibuat Ahmad Sembiring Usman. Emaleu Serge menambah koleksi gol juga memanfaatkan bola rebound tendangan keras Sembiring yang tak bisa ditangkap kiper GU. "Tentunya setiap pertandingan harus ada strategi. Saya kini sudah memberikan gambaran kepada pemain bagaimana menghadapi tim dengan skema 4-4-2, 3-5-2, atau skema lainnya. Bagaimana menghadapi tim yang tertutup dan terbuka," ujar Bambang.Sedangkan untuk menghadapi tim yang gaya permainannya terbuka, Arema kelihatan lebih mudah dalam mencetak gol. Gambaran itu terlihat ketika Arema menghadapi Persema. Tiga gol Arema lahir dari skema permainan yang cantik, ditunjang dengan skill individu yang berkualitas dalam mengecoh pertahanan lawan.Hanya saja, skema permainan Arema tak mampu dipertahankan kala menghadapi PSM di babak semifinal dan Persik Kediri di final. "Pemain sudah kelelahan. Jika pemain sudah lelah secara fisik, strategi apapun tak akan bisa dijalankan," ungkapnya.Nah untuk mematangkan taktik dan strategi permainan menjelang kick off Superliga diputar pada pertengahan Juli nanti, mantan pelatih PSIS Semarang tersebut sudah memprogramkan training centre (TC). Lamanya sekitar tiga minggu mulai dari besok (9/6) hingga 30 Juni mendatang. (fir/abm/jppn)

Barretto Latihan

Usai Urus Visa, Baretto Langsung Latihan
Kedisiplinan Striker asing PSM Makassar Aldo Baretto patut menjadi contoh bagi pemain asing dan pemain lokal PSM lainnya. Seperti tidak mengenal lelah, Baretto terlihat langsung mengikuti latihan sore PSM di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (7/6) lalu. Padahal striker asal Paraguay itu baru tiba dari Jakarta pagi harinya. Baretto ke Jakarta untuk mengurus Visa nya di kantor Imigrasi."Saya sekarang sudah lega karena tidak ada lagi masalah saya dengan ijin tempat tinggal dan kerja di Indonesia," kata Baretto, Minggu (8/6). Sementara itu, dua pemain asing PSM lainnya, Julio Lopez dan Claudio Pronetto yang juga bersama Baretto ke Jakarta mengurus Visa belum terlihat bergabung bersama PSM. Menurut Baretto mereka masih mengurus ijin keluarganya yang akan dibawa ke Makassar. "Urusan mereka belum selesai, makanya mereka tetap tinggal di Jakarta sampai ijin keluarganya selesai di Imigrasi. Saya tidak tahu kapan mereka akan kembali ke Makassar," kata Baretto. Hari ini, agenda latihan PSM masih tetap seperti biasanya. Pagi hari latihan fisik dan sore hari latihan teknik di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar. Persipura Batal Ikuti Liga Ambon Makassar, Tribun - Persipura Jayapura yang dikabarkan akan mengikuti turnamen Liga Ambon ternyata batal mengikuti turnamen tersebut. Berita pembatalan Persipura ikut turnamen disampaikan langsung Pelatih Persipura, Raja Isa. "Persipura tidak ikut uji coba di turneman Liga Ambon. Kami merencanakan akan menggelar uji coba dengan beberapa klub di pulau Jawa. Insya Allah kami berangkat akhir bulan ini," kata Pelatih Persipura, Raja Isa kepada Tribun, Minggu (8/6). Tidak jelas apa alasan Persipura batal mengikuti turneman ini. Padahal kabarnya Persipura akan turun full tim (pemain senior, inti dan cadangan) di turnamen ini. Apakah pembatalan ini terkait dengan kurang bergengsinya turnamen ini karena mayoritas tim peserta hanya menurunkan pemain usia 21 tahun (U-21)? "Bukan itu alasannya, Persipura di Liga Super nanti banyak main di pulau Jawa. Jadi kami hanya ingin mencoba rumput stadion klub-klub di pulau Jawa saja," kata Raja yang masih merahasiakan klub Jawa yang akan dijadikan lawan uji coba. Dengan pembatalan Persipura ini maka, Liga Ambon hanya akan diikuti empat klub saja yakni, PSM U-21, Persija Jakarta U-21, Persibom Bolaang Mangondow dan PS Ambon. Hanafing Khawatir Pemain Inti Hilang Sentuhan Makassar, Tribun - Asisten Pelatih PSM Makassar, Hanafing yang kini memegang kendali latihan PSM selama Pelatih Kepala, Radoy "Rudi" Minkovski berlibur ke negaranya, Bulgaria menyatakan keresahannya dengan belum bergabungnya beberapa pemain inti saat latihan. "Saya khawatir, para pemain inti akan kehilangan sentuhannya setelah mereka libur selama satu minggu. Seharusnya mereka tetap menjaga kondisi fisik mereka setelah melakukan jadwal pertandingan yang cukup padat di Liga Jawa Timur (Jatim), " kata Hanafing, Minggu (8/9). Menurut Hanafing, bukan hal mudah mengembalikan kondisi fisik pemain setelah sampai pada posisi puncak kesiapan fisik prima untuk main."Kalau tidak di jaga pasti mulai dari nol lagi. Dan itu butuh proses waktu yang cukup lama," katanya. Selepas dari Liga Jatim (2/6) lalu, Manajemen PSM memang meliburkan pemainnya selama tiga hari dan mulai aktif latif latihan (6/6). Tapi hingga saat ini, hanya pemain cadangan saja yang aktif latihan dan pemain inti belum bergabung dengan berbagai alasan. Padahal, Hanafing sudah mempersiapkan beberapa program latihan titipan Rudi yang harus dilaksanakannya untuk tetap menjaga sentuhan dan fisik pemain."Intinya saya cuma maintenance saja fisik pemain agar tidak turun ke angka nol. Sekaligus tetap menjaga kondisi sentuhan mereka dengan latihan teknik," kata Hanafing. Beberapa pemain inti PSM memang kebanyakan ijin ke Manajemen untuk tidak mengikuti latihan. Saat latihan sore, Sabtu (7/6) lalu, hanya striker asing PSM, Aldo Baretto yang ikut latihan. Sedangkan yang lainnya masih sibuk mengurus urusan keluarga. Striker asing Julio Lopez dan Claudio Pronetto masih di Jakarta mengurus visa, Syamsul Haeruddin di Timnas, Irsyad Aras berlibur di kampungnya Polmas, Handi Hamzah ke Wamena menjenguk istri yang sedang hamil tua, Ali Khaddafi dan Ouadja Lantame Sakibou dipanggil Timnas Togo, hanya Samsidar yang belum jelas status ijinnya. (tribun)

Persela 3 striker

Datangkan Tiga Striker
Selain berencana menggelar uji coba, Persela juga sibuk memburu pemain untuk menggantikan Luciano Ullier. Setidaknya kini ada tiga striker yang digadang untuk menggantikan striker asal Argentina yang dikontrak di awal Liga Jatim 2008 namun diputus Sabtu lalu. Dua dari tiga striker yang rencananya didatangkan ke Persela itu sebelumnya pernah merumput di Indonesia. Sementara satu pemain lagi belum pernah bermain di klub tanah air ini. Manajemen tim Persela hingga kemarin masih merahasiakan nama tiga pemain itu. Mereka hanya menyebutkan bahwa dua di antaranya tiga pemain itu berasal dari Kamerun dan Liberia. ''Sekarang sedang dilakukan negosiasi. Tapi sebatas diminta untuk bisa datang ke Lamongan lebih dulu,'' kata Bendahara Persela Yuhronur.Dua dari tiga striker itu, lanjut dia, kini berada di Jakarta. Pada musim Ligina XIII, keduanya sempat pulang ke negaranya dan tahun ini ingin bermain lagi di Indonesia. ''Agen dan pemain yang bersangkutan sudah sempat melakukan pembicaraan dengan kami,'' ujarnya.Selain tiga striker tersebut, saat ini muncul wacana untuk mendatangkan Frederico, mantan striker Persela yang tahun lalu dipulangkan karena cedera. Mungkinkah Fred kembali? Yuhronur belum berani memastikan. Menurut dia, manajemen tim masih mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain yang dikenal pekerja keras tersebut.Sebab, selain dihantam cedera, fisik Fred tahun lalu kurang ideal. Dia dinilai terlalu gemuk. ''Soal Fred memang sangat mungkin jika ingin bergabung lagi di Persela. Dia juga pernah tandem dengan Marcio. Tapi kami harus mempertimbangkan kondisi fisiknya. Apa selama di Brazil dia juga sempat berlatih atau bermain di klub yang ada di negaranya? Itu yang perlu kami kaji,'' tuturnya. (idi/jppn)

Jepara belum Oke

Performa Terbaik Belum Muncul
JEPARA-Penampilan terbaik para pemain Persijap amat dinanti, di tengah persiapan Kompetisi Superliga. Karakter bermain mereka kembali belum tersaji secara optimal, ketika menghadapi Persijap U-21, Sabtu lalu. Meskipun menang 3-0 melalui hattrick Arnaldo ”Aldo” Vilalba di babak kedua, skuad Laskar Kalinyamat masih haus membuktikan diri menjadi tim yang benar-benar siap bertempur untuk kompetisi nanti. ”Saya melihat beberapa pemain telah tampil bagus, namun ada sebagian yang masih perlu diangkat performanya. Jika pemain secara keseluruhan belum menunjukkan performa terbaik akan sulit untuk menilai kesiapan,” kata sesepuh sepak bola Jepara, Sukamto, di sela-sela melihat penampilan Danang Wihatmoko dkk, usai beruji coba melawan adik-adiknya di pasukan U-21. Sebaliknya, lawan terus menunjukkan perkembangan persiapan. Pada uji coba sebelumnya, anak-anak asuhan Bagong Harmadi itu kalah 0-7 melawan seniornya di tempat yang sama. Pada pertandingan itu, anak-anak U-21 juga lebih bisa berimprovisasi. Mereka sukses menahan imbang tanpa gol pada babak pertama, ketika tim senior hanya menurunkan dua pemain asing, Evaldo dan Aldo. Pada di babak kedua, kekuatan terbaik diturunkan, termasuk Pablo Francis dan Carlos ”Charli” Raul. Nonteknis Pablo dan Charli kembali berlatih setelah sebelmnya absen lantaran mengikuti tes kesehatan di Jakarta. Sukamto yang juga pengurus Persijap itu menambahkan, pertadingan uji coba melawan tim mapan penting untuk evaluasi. Latih tanding harus menjadi ajang serius tim untuk mengukur kesiapan. Hal-hal yang besifat nonteknis di luar lapangan, juga mesti dituntaskan agar para pemain tidak mengalami ganjalan psikis. ”Tim ini tinggal mematangkan dan mencari lawan latih tanding yang berkelas,” imbuhnya. Manajer Edy Sujatmiko menjelaskan, negosiasi kini tengah dilakukan dengan Persik menyusul ajakan mereka untuk beruji coba di Stadion Brawijaya Kediri. Persijap mengharapkan tim itu bisa membalas lawatan ke Jepara. Selain itu manajemen tengah membicarakan bagaimana partai melawan ”Macan Putih” itu bisa berjalan berurutan dengan pertandingan uji coba di Malang menghadapi Arema pada 21 Juni. (H15,kar-22/SM)

Arema 2-1 Pon Papua

Bakal Depak Dua Asing Seleksi Arema B Ungguli PON Papua 2-1

MALANG - Nasib playmaker asing�seleksi Eppala Jordan Claude (Kamerun) dan Carlos Aliberto Gomes (Argentina) tidak jauh beda dari pemain seleksi sebelumnya. Keduanya besar kemungkinan juga segera dipulangkan. Indikasi dipulangkannya mereka�itu diungkapkan langsung pelatih Arema� Bambang Nurdiansyah.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang tersebut, dua playmaker itu tidak menunjukkan keistimewaan dalam laga uji coba melawan tim PON Papua Barat di Stadion Kanjuruhan kemarin (8/8) sore. "Mereka lebih cepat pulang lebih baik. Kualitas mereka tidak seperti yang saya inginkan," tandas Bambang, lantas mengisap rokok, saat menuju ruang ganti pemain. Pertandingan persahabatan melawan tim besutan Paul Cumming tersebut merupakan laga penentuan bagi Eppala dan Carlos Gomes. Jika bagus, mereka akan direkomendasikan. Namun, bila tampil buruk, tentu pencoretan merupakan konsekuensi logis. ''Kelihatannya, mereka tak akan diajak training center (TC). Tapi, bisa juga diajak, tergantung situasi,'' tambah dia.Arema sendiri berencana melakukan TC di Madiun selama 20 hari, mulai 10 hingga 30 Juni. Di sela-sela TC, Arema akan mengadakan tiga pertandingan uji coba lagi. Yakni, melawan Persijap Jepara pada 18 Juni dan salah satu tim asal Kaltim pada 22 Juni. Keduanya dihelat di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan satu uji coba lagi dilakukan pada�29 Juni, yakni melawan Persijap di Gelora Bumi Kartini, Jepara. "Saat TC nanti, akan ada pemain asing yang datang. Kelihatannya, dia akan langsung kontrak. Bisa pemain seleksi, tapi bisa juga pemain rekomendasi,"� jelas�Bambang.Apakah pemain rekomendasi yang akan datang saat TC adalah Esaiah Pello Benson? ''Saya tak sebut nama Benson ya. Lihat saja nanti,'' elaknya. Sementara itu, dalam laga persahabatan kemarin, Arema B unggul atas tim PON Papua dengan skor 2-1 (0-0). Gol pertama dicetak Carlos Gomes pada menit ke-52 melalui tendangan penalti.�Hadiah penalti diberikan wasit setelah pemain belakang tim PON Papua Thomas Kawer handsball di kotak terlarang. Dua menit kemudian, Gigih May Siswantoro berhasil memperbesar kemenangan Arema. Satu gol balasan Papua dicetak Erol Simunapendi pada menit ke-84. Dalam pertandingan kemarin, Bambang tak menurunkan pemain-pemain intinya. Pemain yang ditampilkan mayoritas pemain Arema B (U-21). Kalaupun ada pemain senior Arema yang ditampilkan, mereka hanyalah pemain-pemain lapis kedua dan jarang ditampilkan saat Piala Gubernur lalu. Misalnya, kiper Kurnia Meiga Hermansyah, Ali Usman, Dodik Wahyudi, Ahmad Bustomi, dan Richi Pravita Harri,�plus dua pemain asing seleksi. "Saya sengaja simpan pemain senior karena mereka sekarang waktunya libur. Lagian, mereka kan sudah tampil di Piala Gubernur," tutur Bambang. Laga uji coba itu sebenarnya difokuskan untuk melihat kesiapan Arema B yang akan tampil dalam kompetisi Superliga B. Secara penampilan, pemain Arema sudah cukup bagus. Namun, lanjut mantan pelatih Timnas U-23 tersebut, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Pemain junior masih terlihat lemah. Selain itu, kerja sama tim masih kurang. ''Mereka juga masih sering panik ketika kehilangan bola. Arema junior harus lebih memperbanyak rutinitas latihan," sambungnya. Sementara itu, pelatih tim PON Papua Barat Paul Cumming mengaku cukup puas dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya. Menghadapi tim yang disiapkan untuk kompetisi U-21 paling elite di Indonesia, anak didiknya berhasil mengimbangi. ''Bahkan, saat Arema menurunkan beberapa pemain seniornya di babak kedua, kami justru berhasil menguasai pertandingan dan mencetak gol,'' tukas Cumming. (fir/abm/jpnn/ko)

Seleksi Deltras

Utamakan Kualitas dan Komitmen
SIDOARJO - Hasil seleksi terhadap delapan calon pemain Deltras Sidoarjo akan diumumkan pada 14 Juni. Itu bersamaan dengan akhir laga uji coba kedua melawan Gresik United. "Kami harus melihat kualitas mereka lebih dahulu. Juga komitmen mereka untuk benar-benar memperkuat Deltras," kata Asisten pelatih Deltras M. Socheh kemarin (8/6).Menurut dia, langkah itu dilakukan karena Deltras akan bertanding di Superliga yang tentu saja memiliki tingkat persaingan lebih tinggi dibandingkan kompetisi sepak bola lain di Indonesia. Selain itu, Deltras akan bertanding di ajang Copa Indonesia. "Tentu dibutuhkan pemain berkualitas tinggi untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi. Karena itu, kami tak mau main-main dalam menyeleksi pemain. Jika tak sabar mengikutinya, terutama pemain asing, ya silakan pergi," tegas Socheh. The Lobster -julukan Deltras- memiliki 15 pemain lokal dan dua pemain asing. Rencananya, lanjut Socheh, mereka menambah lima pemain baru. Namun sayang, dia belum mau menyebutkan siapa yang paling berpeluang disodori kontrak baru dari manajemen."Bisa jadi, tak ada satu pun di antara mereka yang akan dikontrak. Hingga kini, kami masih mencari dua striker asing atau satu striker lokal yang benar-benar memiliki kualitas bagus dan satu gelandang serang asing yang juga memiliki daya jelajah bagus," jelasnya.Pengumuman tersebut juga menunggu kedatangan pelatih asal Malaysia Abdul Rahman Ibrahim. Kabarnya, kedatangan Abdul Rahman diundur dari rencana semula Kamis (5/6) lalu. "Dia sekarang masih berada di Jakarta untuk mengurus izin tinggal di Indonesia. Mungkin besok sore, dia mulai bisa bergabung latihan," lanjutnya.Sementara itu, Bakrie Umarella dkk tak ditarget untuk meraih kemenangan dalam laga uji coba melawan lima tim lain mulai Rabu lusa (11/6) hingga 28 Juni mendatang. Mereka akan melangsungkan uji coba melawan Deltras U-21, Persema Malang, Persiwa Wamena, Gresik United, dan tim sepak bola PON Jatim. "Kami sengaja memilih lawan yang kualitasnya di bawah kami untuk melatih finishing serta oportunitas pemain depan kami," ungkapnya.Menurut Socheh, kualitas finishing itu harus diuji dalam pertandingan uji coba resmi. Sebab, selain skill, mental akan memengaruhi apa yang dilakukan pemain di lapangan. "Kami sering melihat kemampuan mereka dalam laga uji coba. Namun, kami belum sepenuhnya percaya dengan hal itu jika belum diperlihatkan dalam pertandingan resmi," imbuhnya.Socheh mengakui masih belum puas dengan performa yang ditunjukkan para pemain di lini depan. Satu striker yang telah dikontrak Boy Jati Asmara juga belum menunjukkan performa maksimal. "Mungkin akan ada pemain baru dari Malaysia. Namun, kami belum tahu kapan dia datang dan sepertinya, dia bukan pemain yang direkomendasikan pelatih beberapa saat lalu," terang Socheh. (luq/ko/jppn)

Persela Tur

Persela Tur Jabar dan Jakarta
LAMONGAN - Persela Lamongan terus berusaha memantapkan skuadnya. Setelah beruji coba melawan tim berlabel Divisi Utama, Marcio Souza dkk kini membidik lawan yang selevel. Salah satunya, tim bertabur bintang Persija Jakarta. Tantangan tim polesan M. Basri kepada tim Macan Kemayoran itu sudah mendapatkan tanggapan. Bahkan, Persita Tangerang dan Persikabo Kab Bogor juga menyatakan siap beruji coba dengan Persela. ''Ketiga tim (Persela, Persita, dan Persikabo) tersebut sudah kami hubungi dan semuanya menyatakan sanggup,'' kata Ketua Harian Persela Fadeli, kemarin (8/6).Menurut dia, jika tidak ada perubahan, jadwal uji coba Persela terdekat adalah melawan tuan rumah Persita pada 14 Juni. Tiga hari berikutnya, Persela bergeser ke kandang Persikabo dan terakhir dijamu Persija pada 21 Juni mendatang. ''Kita sendiri juga sudah siap. Mudah-mudahan tidak ada perubahan jadwal,'' harap Fadeli. Pria yang juga Sekkab Lamongan itu menambahkan, dari ketiga uji coba tersebut diharapkan mampu memompa semangat sekaligus meningkatkan kualitas tim Persela. Sebab, kekompakan tim selama ini masih kurang terjalin. Selain itu, uji coba keluar kota tersebut juga dimaksudkan untuk sarana refreshing pemain. Menurut Fadeli, pemain saat ini sangat memerlukan suasana fresh untuk mengembalikan mental dan kepercayadiriannya. Bisa jadi, kata dia, permainan yang ditampilkan pemain Persela tidak kian membaik karena terbebani sorotan dari pencintanya. ''Mudah-mudahan pemikiran saya tentang kondisi demikian ini tidak salah. Karena itu kami berharap pemain dapat memanfaatkan uji coba keluar kota ini secara maksimal,'' tuturnya.Sebelumnya, Persela juga mengagendakan uji coba ke Jawa Tengah. Menurut Fadeli, rencana uji coba itu tetap bisa dijalankan. ''Saya kira program itu tetap bisa dijalankan. Kami ini terhitung melakukan uji coba tidak terlalu boros. Bandingkan saja banyak tim luar Jawa yang melakukan TC dan uji coba ke Jawa. Contohnya seperti PKT dan Persisam Samarinda beberapa waktu lalu,'' paparnya. (idi/jpnn/ko)

Sunday, 8 June 2008

deltras kecewa Rojas

Rojas Kabur M. Arif dan Dedi Ikut Seleksi
SIDOARJO - Manajemen Deltras Sidoarjo kecewa berat dengan Pablo Rojas. Mantan tukang gedor Persebaya itu ternyata Rabu (4/6) lalu meninggalkan proses seleksi Deltras tanpa alasan yang jelas."Dia sepertinya kurang punya komitmen kuat untuk tim kami. Kemungkinan besar, itu disebabkan dia telah ditawari kontrak oleh Arema Malang dan Persiba Balikpapan," ujar Asfijak, anggota tim perencana Deltras, Jumat (6/6).
Padahal, secara pribadi, banyak pihak di Deltras yang tertarik kepada pemain asal Cile tersebut. Asfijak pun mengakui bahwa Rojas memiliki skill di atas rata-rata. "Walau masih tampak ada trauma cedera saat dia berlari, dia terlihat memiliki skill yang bagus. Tentu, jika kami tertarik, harus ada tes medis ketat terhadap dia," jelasnya.Menurut Asfijak, ada salah seorang pengurus Deltras yang masih menjalin kontak dengan Rojas. Namun, sampai sekarang masih belum ada kabar lebih lanjut tentang pemain yang mampu mencetak sebelas gol bersama Persebaya di Liga Indonesia XIII lalu tersebut.Rojas pergi, dua pemain melamar Deltras. Mereka adalah M. Arif dan Dedi Iswanto. Keduanya telah mengikuti proses seleksi kemarin di Gelora Delta Sidoarjo.M. Arif adalah mantan tukang gedor Arema Malang, Persema Malang, dan terakhir tergabung Mitra Kukar. Sedangkan Dedi Siswanto adalah mantan gelandang serang Persibat Batang dan Persitara Jakarta Utara. "Keduanya sama seperti yang lain, kami wajibkan untuk mengikuti proses seleksi mulai dari awal," kata Asfijak.Namun, sepertinya peluang M. Arif untuk tergabung bersama tim asal Kota Udang itu minim. Sebab, Deltras telah memiliki Boy Jati Asmara. Selain itu, Asfijak menegaskan bahwa Deltras kini sedang mencari duet striker asing. "Sejak awal, perencanaan tim kami untuk posisi dua striker utama adalah pemain asing," tegasnya.Khusus untuk Dedi, peluangnya mungkin juga kecil. Sebab, besok (8/6) akan datang gelandang asal Kenya Hilary Echesa bersama pelatih Deltras Abdul Rahman Ibrahim. "Saat ini, kami telah mengirimkan surat kepada PSSI untuk membantu kami dalam pengurusan izin pemain yang musim lalu bermain untuk Perlis FC itu," katanya.Sementara itu, jadwal uji coba untuk Bakrie Umarella dkk telah resmi dirilis oleh asisten pelatih M. Socheh. Mereka akan melangsungkan empat kali uji coba melawan tiga tim asal Jatim dan satu tim asal Papua. Ada tiga kali laga home dan satu kali laga tandang.Selain itu, mereka akan mendekati tim seperti Persiku Kudus dan tim-tim lain untuk menambah pengalaman tanding Deltras.(luq/ko/jppn)
Jadwal Uji Coba Deltras:
11 Juni: v Deltras U-21 (kandang)
14 Juni: v Gresik United (kandang)
18 Juni: v Persema Malang (tandang)
25 Juni: v Persiwa (kandang)

Tes VO2 Max Arema

Empat Tak Penuhi Standar
MALANG - Kapasitas VO2 max pemain Arema mengalami kenaikan cukup signifikan. Peningkatan VO2 max itu terlihat dari tes fisik jilid kedua yang dilakukan kemarin di lapangan luar Stadion Gajayana.
Dari hasil tes yang menggunakan metode multi-stage fitness test (MSFT), rata-rata pemain Arema sudah mencapai level 12. Itu artinya, pemain Arema sudah mencapai 57 cc/menit/kilogram berat badan. Melebihi standar fisik pemain Indonesia 56 cc. Pada tes fisik jilid pertama pertengahan April lalu, rata-rata pemain hanya memiliki VO2 max 48 cc.Dalam tes dengan cara lari sepanjang 20 meter secara bolak-balik tersebut, gelandang Hendra Ridwan menempati ranking pertama. Mantan pemain Persmin Minahasa tersebut mencatat kapasitas VO2 max 60 cc.Meski meningkat dibandingkan April lalu, tak semua pemain Arema memiliki VO2 max yang memenuhi standar. Ada empat pemain yang kapasitas menerima oksigennya masih 46 cc. Tiga di antaranya pemain yang berposisi sebagai kiper, yakni Dadang Sudrajat, Muhammad Yasir, dan Kurnia Meiga Hermansyah. Namun rendahnya VO2 max kiper tak dipermasalahkan pelatih fisik Arema Albert Mangantar. "Kiper tak begitu membutuhkan VO2 max. Berbeda dengan pemain di posisi lainnya yang membutuhkan peran VO2 max," jelas dia.Satu pemain lainnya yang VO2 max-nya rendah adalah stoper asing asal Kamerun Aaron Nguimbat. VO2 max Aaron sama dengan kiper. "Aaron memang rendah VO2 max-nya. Itu karena kondisinya yang tidak fit setelah penerbangan jauh," tutur Albert.Aaron memang langsung mengikuti tes fisik setelah mengurus kitas (keterangan izin tinggal sementara) ke Singapura. "Dia kurang tidur selama lima hari. Tapi dia memaksa ikut tes. Jadi, hasilnya tak maksimal," papar Albert.Menurut alumnus Universitas Negeri Manado tersebut, rencananya minggu depan Aaron kembali dites. Sehingga, diketahui benar kemampuan fisiknya. Jika dari hasil tes kedua nanti VO2 max Aaron memang rendah, dia akan menerima porsi latihan fisik khusus.Dalam tes fisik jilid kedua tersebut, ada tiga pemain Arema resmi yang absen. Dua karena cedera, yakni Arif Suyono dan Alexander Pulalo. Satu lagi, Fandy Mochtar, mengikuti training centre (TC) tim nasional. (fir/yn)

Luciono Out

Luciano Akhirnya Didepak
Sementara itu, Luciano Ullier akhirnya resmi didepak dari skuad Persela Lamongan. Keputusan ini dijatuhkan karena striker asal Argentina ini tidak kunjung bisa menunjukkan kualitasnya. Dari beberapa pertandingan uji coba, dia sama sekali tidak kunjung memperlihatkan sebagai striker yang haus gol.Bahkan, kian hari penampilannya kian membosankan. Selain tidak terlihat mampu bersing dengan striker lokal, sevara teknik juga tidak terlihat bagus.
Contoh, seringkali kalah berebut dengan pemain lawan dan mudah dijatuhkan lawan ketika adu bodi. ''Dia juga tidak memiliki tendangan andalan,'' kata seorang pengurus Persela kemarin (7/6)Pemecatan Luciano merupakan bukti dari janji manajemen tim kesebelasan Laskar Joko Tingkir. Bahwa, usai Persela mengikuti Liga Jatim VII Pila Gubernur 2008, dia hanya sekali mencetak gol. Selanjutnya nihil, bahkan gerakan selaku striker yang mengarah ke gawang lawan nyaris tidak ada. Dan, Luciano kemarin juga sudah tidak diturunkan saat uji coba lawan Gresik United.Luciano merupakan striker ke tujuh dari pemain asing yang pernah mengikuti seleksi di Persela. Sebelumnya ada Oscar Aravena asal Cile, Seaton dari Liberia dan Roche dari Paraguay. Tapi, Luciano sempat dikontrak. Kalaupun sekarang dipecat, berarti Persela kehilangan uang kontrak, meskipun tidak penuh. Lantas, siapa striker alternatif yang bakal menggantikannya? Ketua Harian Persela Fadeli mengatakan sudah ada beberapa nama untuk menempati posisi ini. Hanya, dia tidak menyebutkan nama. Jelasnya, striker tersebut sekarang sedang dalam proses negoisiasi. ''Kemungkinan dalam minggu ini striker itu sudah datang. Mudah-mudahan cocok, karena kita sudah mengetahui kualitasnya,'' tandasnya. (idi/jppn)

Persela-GU 0-0

Strategi Basri Dipertanyakan LAMONGAN - Penampilan Persela Lamongan melawan Gresik United (GU) Gresik sama sekali masih belum memperlihatkan sebagai tim kesebelasan berkelas Superliga. Bahkan, tim kesebelasan besutan M. Basri ini cenderung semakin memburuk. Buktinya, pada ujicoba kemarin Persela tidak mampu mencetak gol. Tim kesebelasan yang selalu bangga mengenakan kostum biru muda ini hanya mampu bermain imbang tanpa gol dengan GU. Padahal tim kesebelasan asal Kota Pudak ini kelasnya satu strip di bawahnya. Kenyataan ini salah satunya disebabkan strategi yang diterapkan pelatih M. Basri dinilai kacau. Meskipun pada uji coba kemarin tidak mencari kalah menang, tapi permainan yang ditampilkan anak asuhnya terlihat kalau kurang terorganisir. Seringkali tampil labil. Sesekali menyerang, tapi tidak berkelanjutan. ''Saya sendiri juga bingung dengan strategi itu. Seharusnya dicari formulasi yang tepat, karena tim kita ini membutuhkan pengembalian mental dan imej positif,'' kata Ketua Harian Persela Fadeli. Untuk itu, lanjut Fadeli yang dikenal sebagai Sekkab Pemkab Lamongan ini, Basri dalam waktu dekat akan dipanggil kembali. Manajemen akan meminta penjelasan tentang apa yang dilakukan terhadap tim Persela. ''Secepatnya lah, kita sendiri juga tidak sabar kalau melihat permainan seperti itu,'' imbuhnya. Penampilan Persela melawan GU kemarin memang tidak terlalu jelek. Tapi, sebagai tim kesebelasan yang menyandang sebagai peserta Superliga dapat dinilai masih kurang meyakinkan. Padahal, tim peserta Superliga lainnya terlihat begitu bersemangat bahkan mendekati sempurna. Ini bukan karena pada pertandingan babak I Persela hanya menurunkan pemain lapis dua. Tapi, setelah di babak II dilakukan rotasi ternyata juga masih belum menunjukkan perubahan berarti. Satu kelemahan yang mencolok terlihat di sektor pertahanan. Ketika Alex Robinson belum juga bisa diturunkan, permainan masih belum terpola. Kalau sebelumnya Basri pernah mengatakan dari beberapa uji coba yang dilakukan bertujuan untuk mencari pemain yang nantinya akan disusun sebagai pemain line up utama, sepertinya sekarang ini masih berat. Sebab, perpaduan pemain dari rotasi yang dilakukan juga belum terlihat hasilnya. 'Buktinya, sampai sekarang tim kita ini masih terlihat kurang kompak. Ini medesak untuk segera dibenahi,'' ujar Fadeli.(idi/jppn)