Tuesday, 10 June 2008

Persik Kritik BLI

Persik Kritik Kelambanan BLI KEDIRI- Jika gong superliga benar-benar jadi dibunyikan 12 Juli mendatang maka tenggat waktu yang ada untuk mempersiapkan ke kompetisi sepakbola paling bergengsi tersebut tinggal sekitar sebulan lagi. Namun, hingga saat ini persiapan yang dilakukan tim-tim superliga belum benar-benar matang, termasuk Persik Kediri. Selain berbagai faktor persiapan aspek standarisasi superliga yang diterpkan oleh Badan Liga Indonesia (BLI), Persik saat ini masih memiliki PR besar tentang sponsor. Sampai ini belum ada kejelanan label produk atau perusahaan apa yang akan dipasang di dada para pemain Persik sebagai tanda kerjasama dengan pihak sponsor. Kondisi tersebut juga diakui oleh kubu Macan Putih. "Belum ada progres lebih lanjut tentang sponsorship," ujar Manajer Persik Iwan Budianto. Padalah kebutuhan akan sponsor di superliga mendatang jelas mutlak diperlukan. Pasalnya biaya operasional mengikuti kompetisi tersebut jelas akan sangat besar. Terlebih setelah untuk musim depan tidak ada lagi suntikan dana dari BLI untuk peserta yang mengikuti kompetisi tersebut. Sebab suntikan dana akan dialihkan kepada tim junior yang juga akan mengikuti kompetisi secara rutin. "Yang jelas kita sudah bernegosiasi denga sejumlah perusahaan," katanya. Mengenai belum adanya perkembangan lebih lanjut soal sponsorsip Persik meski kompetisi akan dimulai sekitar sebulan lagi, Iwan mengatkan hal itu sebagai dampak kelambatan BLI. "BLI sendiri sampai sekarang juga belum mendapat sponsor, lalu bagaimana tim bisa menentukan sponsornya?" ujar salah satu pengurus PSSI tersebut kepada Radar Kediri. Apalagi sampai sekarang, menurutnya, BLI juga belum menentukan jadwal pertandingan selama setahun. "Jadwal belum ada, jumlah tim yang ikut juga belum pasti. Genap 18 atau kurang dari 18? Makanya mereka juga belum mendapatkan sponsor," kritiknya. Makanya sebagai dampaknya, hingga saat ini Persik belum bisa menentukan akan bekerjasama dengan siapa untuk sponsorsip. Sebab belum ada ketentuan juga jika nantinya ada permasalahan antara sponsor utama liga dengan sponsor utama tim. "Manual sponsorship juga belum jelas. Jadinya kita sulit untuk menentukan," tandasnya. Dengan demikian, sampai saat ini Persik baru bisa bekerja sama dengan sponsor pendukung. Diantaranya produsen apparel Lotto dan salah satu produsen minuman mineral. Lotto sendiri menambah kontraknya menjadi Rp 1,8 miliar dari nilai tahun sebelumnya sekitar Rp 900 juta. (jie/jppn)

0 comments: