Monday, 9 June 2008

Arema lawan Total

Siapkan Solusi Lawan Tim Bertahan Total
MALANG - Setiap menghadapi tim yang bermain dengan gaya negative football, Arema tampak kesulitan mencetak gol. Tapi kesulitan itu bisa berakhir jika Arema mempunyai solusi. Salah satunya adalah sering kali melakukan tendangan-tendagan jarak jauh yang terukur.Kesulitan Arema menjebol tim yang bermain dengan bertahan total bisa terlihat saat Arema menghadapi Gresik United di babak perempat final Piala Gubernur (PG) VII. Serangan-serangan Arema dari berbagai lini selalu mentah di kaki pemain lawan. Namun kebuntuan dalam mencetak gol bisa diantisipasi dengan tendangan-tendangan jarak jauh. Tiga dari empat gol Arema yang dilesakkan skuadra Arema berasal dari bola-bola dari luar kotak penalti. Dua gol dicetak Emile Bertrand Mbamba dari jarak jauh, salah satunya tendangan free kick. Sedangkan satu gol lainnya dibuat Ahmad Sembiring Usman. Emaleu Serge menambah koleksi gol juga memanfaatkan bola rebound tendangan keras Sembiring yang tak bisa ditangkap kiper GU. "Tentunya setiap pertandingan harus ada strategi. Saya kini sudah memberikan gambaran kepada pemain bagaimana menghadapi tim dengan skema 4-4-2, 3-5-2, atau skema lainnya. Bagaimana menghadapi tim yang tertutup dan terbuka," ujar Bambang.Sedangkan untuk menghadapi tim yang gaya permainannya terbuka, Arema kelihatan lebih mudah dalam mencetak gol. Gambaran itu terlihat ketika Arema menghadapi Persema. Tiga gol Arema lahir dari skema permainan yang cantik, ditunjang dengan skill individu yang berkualitas dalam mengecoh pertahanan lawan.Hanya saja, skema permainan Arema tak mampu dipertahankan kala menghadapi PSM di babak semifinal dan Persik Kediri di final. "Pemain sudah kelelahan. Jika pemain sudah lelah secara fisik, strategi apapun tak akan bisa dijalankan," ungkapnya.Nah untuk mematangkan taktik dan strategi permainan menjelang kick off Superliga diputar pada pertengahan Juli nanti, mantan pelatih PSIS Semarang tersebut sudah memprogramkan training centre (TC). Lamanya sekitar tiga minggu mulai dari besok (9/6) hingga 30 Juni mendatang. (fir/abm/jppn)

Barretto Latihan

Usai Urus Visa, Baretto Langsung Latihan
Kedisiplinan Striker asing PSM Makassar Aldo Baretto patut menjadi contoh bagi pemain asing dan pemain lokal PSM lainnya. Seperti tidak mengenal lelah, Baretto terlihat langsung mengikuti latihan sore PSM di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar, Sabtu (7/6) lalu. Padahal striker asal Paraguay itu baru tiba dari Jakarta pagi harinya. Baretto ke Jakarta untuk mengurus Visa nya di kantor Imigrasi."Saya sekarang sudah lega karena tidak ada lagi masalah saya dengan ijin tempat tinggal dan kerja di Indonesia," kata Baretto, Minggu (8/6). Sementara itu, dua pemain asing PSM lainnya, Julio Lopez dan Claudio Pronetto yang juga bersama Baretto ke Jakarta mengurus Visa belum terlihat bergabung bersama PSM. Menurut Baretto mereka masih mengurus ijin keluarganya yang akan dibawa ke Makassar. "Urusan mereka belum selesai, makanya mereka tetap tinggal di Jakarta sampai ijin keluarganya selesai di Imigrasi. Saya tidak tahu kapan mereka akan kembali ke Makassar," kata Baretto. Hari ini, agenda latihan PSM masih tetap seperti biasanya. Pagi hari latihan fisik dan sore hari latihan teknik di Stadion Mattoanging Andi Mattalatta, Makassar. Persipura Batal Ikuti Liga Ambon Makassar, Tribun - Persipura Jayapura yang dikabarkan akan mengikuti turnamen Liga Ambon ternyata batal mengikuti turnamen tersebut. Berita pembatalan Persipura ikut turnamen disampaikan langsung Pelatih Persipura, Raja Isa. "Persipura tidak ikut uji coba di turneman Liga Ambon. Kami merencanakan akan menggelar uji coba dengan beberapa klub di pulau Jawa. Insya Allah kami berangkat akhir bulan ini," kata Pelatih Persipura, Raja Isa kepada Tribun, Minggu (8/6). Tidak jelas apa alasan Persipura batal mengikuti turneman ini. Padahal kabarnya Persipura akan turun full tim (pemain senior, inti dan cadangan) di turnamen ini. Apakah pembatalan ini terkait dengan kurang bergengsinya turnamen ini karena mayoritas tim peserta hanya menurunkan pemain usia 21 tahun (U-21)? "Bukan itu alasannya, Persipura di Liga Super nanti banyak main di pulau Jawa. Jadi kami hanya ingin mencoba rumput stadion klub-klub di pulau Jawa saja," kata Raja yang masih merahasiakan klub Jawa yang akan dijadikan lawan uji coba. Dengan pembatalan Persipura ini maka, Liga Ambon hanya akan diikuti empat klub saja yakni, PSM U-21, Persija Jakarta U-21, Persibom Bolaang Mangondow dan PS Ambon. Hanafing Khawatir Pemain Inti Hilang Sentuhan Makassar, Tribun - Asisten Pelatih PSM Makassar, Hanafing yang kini memegang kendali latihan PSM selama Pelatih Kepala, Radoy "Rudi" Minkovski berlibur ke negaranya, Bulgaria menyatakan keresahannya dengan belum bergabungnya beberapa pemain inti saat latihan. "Saya khawatir, para pemain inti akan kehilangan sentuhannya setelah mereka libur selama satu minggu. Seharusnya mereka tetap menjaga kondisi fisik mereka setelah melakukan jadwal pertandingan yang cukup padat di Liga Jawa Timur (Jatim), " kata Hanafing, Minggu (8/9). Menurut Hanafing, bukan hal mudah mengembalikan kondisi fisik pemain setelah sampai pada posisi puncak kesiapan fisik prima untuk main."Kalau tidak di jaga pasti mulai dari nol lagi. Dan itu butuh proses waktu yang cukup lama," katanya. Selepas dari Liga Jatim (2/6) lalu, Manajemen PSM memang meliburkan pemainnya selama tiga hari dan mulai aktif latif latihan (6/6). Tapi hingga saat ini, hanya pemain cadangan saja yang aktif latihan dan pemain inti belum bergabung dengan berbagai alasan. Padahal, Hanafing sudah mempersiapkan beberapa program latihan titipan Rudi yang harus dilaksanakannya untuk tetap menjaga sentuhan dan fisik pemain."Intinya saya cuma maintenance saja fisik pemain agar tidak turun ke angka nol. Sekaligus tetap menjaga kondisi sentuhan mereka dengan latihan teknik," kata Hanafing. Beberapa pemain inti PSM memang kebanyakan ijin ke Manajemen untuk tidak mengikuti latihan. Saat latihan sore, Sabtu (7/6) lalu, hanya striker asing PSM, Aldo Baretto yang ikut latihan. Sedangkan yang lainnya masih sibuk mengurus urusan keluarga. Striker asing Julio Lopez dan Claudio Pronetto masih di Jakarta mengurus visa, Syamsul Haeruddin di Timnas, Irsyad Aras berlibur di kampungnya Polmas, Handi Hamzah ke Wamena menjenguk istri yang sedang hamil tua, Ali Khaddafi dan Ouadja Lantame Sakibou dipanggil Timnas Togo, hanya Samsidar yang belum jelas status ijinnya. (tribun)

Persela 3 striker

Datangkan Tiga Striker
Selain berencana menggelar uji coba, Persela juga sibuk memburu pemain untuk menggantikan Luciano Ullier. Setidaknya kini ada tiga striker yang digadang untuk menggantikan striker asal Argentina yang dikontrak di awal Liga Jatim 2008 namun diputus Sabtu lalu. Dua dari tiga striker yang rencananya didatangkan ke Persela itu sebelumnya pernah merumput di Indonesia. Sementara satu pemain lagi belum pernah bermain di klub tanah air ini. Manajemen tim Persela hingga kemarin masih merahasiakan nama tiga pemain itu. Mereka hanya menyebutkan bahwa dua di antaranya tiga pemain itu berasal dari Kamerun dan Liberia. ''Sekarang sedang dilakukan negosiasi. Tapi sebatas diminta untuk bisa datang ke Lamongan lebih dulu,'' kata Bendahara Persela Yuhronur.Dua dari tiga striker itu, lanjut dia, kini berada di Jakarta. Pada musim Ligina XIII, keduanya sempat pulang ke negaranya dan tahun ini ingin bermain lagi di Indonesia. ''Agen dan pemain yang bersangkutan sudah sempat melakukan pembicaraan dengan kami,'' ujarnya.Selain tiga striker tersebut, saat ini muncul wacana untuk mendatangkan Frederico, mantan striker Persela yang tahun lalu dipulangkan karena cedera. Mungkinkah Fred kembali? Yuhronur belum berani memastikan. Menurut dia, manajemen tim masih mempertimbangkan untuk mendatangkan pemain yang dikenal pekerja keras tersebut.Sebab, selain dihantam cedera, fisik Fred tahun lalu kurang ideal. Dia dinilai terlalu gemuk. ''Soal Fred memang sangat mungkin jika ingin bergabung lagi di Persela. Dia juga pernah tandem dengan Marcio. Tapi kami harus mempertimbangkan kondisi fisiknya. Apa selama di Brazil dia juga sempat berlatih atau bermain di klub yang ada di negaranya? Itu yang perlu kami kaji,'' tuturnya. (idi/jppn)

Jepara belum Oke

Performa Terbaik Belum Muncul
JEPARA-Penampilan terbaik para pemain Persijap amat dinanti, di tengah persiapan Kompetisi Superliga. Karakter bermain mereka kembali belum tersaji secara optimal, ketika menghadapi Persijap U-21, Sabtu lalu. Meskipun menang 3-0 melalui hattrick Arnaldo ”Aldo” Vilalba di babak kedua, skuad Laskar Kalinyamat masih haus membuktikan diri menjadi tim yang benar-benar siap bertempur untuk kompetisi nanti. ”Saya melihat beberapa pemain telah tampil bagus, namun ada sebagian yang masih perlu diangkat performanya. Jika pemain secara keseluruhan belum menunjukkan performa terbaik akan sulit untuk menilai kesiapan,” kata sesepuh sepak bola Jepara, Sukamto, di sela-sela melihat penampilan Danang Wihatmoko dkk, usai beruji coba melawan adik-adiknya di pasukan U-21. Sebaliknya, lawan terus menunjukkan perkembangan persiapan. Pada uji coba sebelumnya, anak-anak asuhan Bagong Harmadi itu kalah 0-7 melawan seniornya di tempat yang sama. Pada pertandingan itu, anak-anak U-21 juga lebih bisa berimprovisasi. Mereka sukses menahan imbang tanpa gol pada babak pertama, ketika tim senior hanya menurunkan dua pemain asing, Evaldo dan Aldo. Pada di babak kedua, kekuatan terbaik diturunkan, termasuk Pablo Francis dan Carlos ”Charli” Raul. Nonteknis Pablo dan Charli kembali berlatih setelah sebelmnya absen lantaran mengikuti tes kesehatan di Jakarta. Sukamto yang juga pengurus Persijap itu menambahkan, pertadingan uji coba melawan tim mapan penting untuk evaluasi. Latih tanding harus menjadi ajang serius tim untuk mengukur kesiapan. Hal-hal yang besifat nonteknis di luar lapangan, juga mesti dituntaskan agar para pemain tidak mengalami ganjalan psikis. ”Tim ini tinggal mematangkan dan mencari lawan latih tanding yang berkelas,” imbuhnya. Manajer Edy Sujatmiko menjelaskan, negosiasi kini tengah dilakukan dengan Persik menyusul ajakan mereka untuk beruji coba di Stadion Brawijaya Kediri. Persijap mengharapkan tim itu bisa membalas lawatan ke Jepara. Selain itu manajemen tengah membicarakan bagaimana partai melawan ”Macan Putih” itu bisa berjalan berurutan dengan pertandingan uji coba di Malang menghadapi Arema pada 21 Juni. (H15,kar-22/SM)

Arema 2-1 Pon Papua

Bakal Depak Dua Asing Seleksi Arema B Ungguli PON Papua 2-1

MALANG - Nasib playmaker asing�seleksi Eppala Jordan Claude (Kamerun) dan Carlos Aliberto Gomes (Argentina) tidak jauh beda dari pemain seleksi sebelumnya. Keduanya besar kemungkinan juga segera dipulangkan. Indikasi dipulangkannya mereka�itu diungkapkan langsung pelatih Arema� Bambang Nurdiansyah.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang tersebut, dua playmaker itu tidak menunjukkan keistimewaan dalam laga uji coba melawan tim PON Papua Barat di Stadion Kanjuruhan kemarin (8/8) sore. "Mereka lebih cepat pulang lebih baik. Kualitas mereka tidak seperti yang saya inginkan," tandas Bambang, lantas mengisap rokok, saat menuju ruang ganti pemain. Pertandingan persahabatan melawan tim besutan Paul Cumming tersebut merupakan laga penentuan bagi Eppala dan Carlos Gomes. Jika bagus, mereka akan direkomendasikan. Namun, bila tampil buruk, tentu pencoretan merupakan konsekuensi logis. ''Kelihatannya, mereka tak akan diajak training center (TC). Tapi, bisa juga diajak, tergantung situasi,'' tambah dia.Arema sendiri berencana melakukan TC di Madiun selama 20 hari, mulai 10 hingga 30 Juni. Di sela-sela TC, Arema akan mengadakan tiga pertandingan uji coba lagi. Yakni, melawan Persijap Jepara pada 18 Juni dan salah satu tim asal Kaltim pada 22 Juni. Keduanya dihelat di Stadion Kanjuruhan. Sedangkan satu uji coba lagi dilakukan pada�29 Juni, yakni melawan Persijap di Gelora Bumi Kartini, Jepara. "Saat TC nanti, akan ada pemain asing yang datang. Kelihatannya, dia akan langsung kontrak. Bisa pemain seleksi, tapi bisa juga pemain rekomendasi,"� jelas�Bambang.Apakah pemain rekomendasi yang akan datang saat TC adalah Esaiah Pello Benson? ''Saya tak sebut nama Benson ya. Lihat saja nanti,'' elaknya. Sementara itu, dalam laga persahabatan kemarin, Arema B unggul atas tim PON Papua dengan skor 2-1 (0-0). Gol pertama dicetak Carlos Gomes pada menit ke-52 melalui tendangan penalti.�Hadiah penalti diberikan wasit setelah pemain belakang tim PON Papua Thomas Kawer handsball di kotak terlarang. Dua menit kemudian, Gigih May Siswantoro berhasil memperbesar kemenangan Arema. Satu gol balasan Papua dicetak Erol Simunapendi pada menit ke-84. Dalam pertandingan kemarin, Bambang tak menurunkan pemain-pemain intinya. Pemain yang ditampilkan mayoritas pemain Arema B (U-21). Kalaupun ada pemain senior Arema yang ditampilkan, mereka hanyalah pemain-pemain lapis kedua dan jarang ditampilkan saat Piala Gubernur lalu. Misalnya, kiper Kurnia Meiga Hermansyah, Ali Usman, Dodik Wahyudi, Ahmad Bustomi, dan Richi Pravita Harri,�plus dua pemain asing seleksi. "Saya sengaja simpan pemain senior karena mereka sekarang waktunya libur. Lagian, mereka kan sudah tampil di Piala Gubernur," tutur Bambang. Laga uji coba itu sebenarnya difokuskan untuk melihat kesiapan Arema B yang akan tampil dalam kompetisi Superliga B. Secara penampilan, pemain Arema sudah cukup bagus. Namun, lanjut mantan pelatih Timnas U-23 tersebut, masih banyak kekurangan yang harus dibenahi. Pemain junior masih terlihat lemah. Selain itu, kerja sama tim masih kurang. ''Mereka juga masih sering panik ketika kehilangan bola. Arema junior harus lebih memperbanyak rutinitas latihan," sambungnya. Sementara itu, pelatih tim PON Papua Barat Paul Cumming mengaku cukup puas dengan permainan yang ditunjukkan anak asuhnya. Menghadapi tim yang disiapkan untuk kompetisi U-21 paling elite di Indonesia, anak didiknya berhasil mengimbangi. ''Bahkan, saat Arema menurunkan beberapa pemain seniornya di babak kedua, kami justru berhasil menguasai pertandingan dan mencetak gol,'' tukas Cumming. (fir/abm/jpnn/ko)

Seleksi Deltras

Utamakan Kualitas dan Komitmen
SIDOARJO - Hasil seleksi terhadap delapan calon pemain Deltras Sidoarjo akan diumumkan pada 14 Juni. Itu bersamaan dengan akhir laga uji coba kedua melawan Gresik United. "Kami harus melihat kualitas mereka lebih dahulu. Juga komitmen mereka untuk benar-benar memperkuat Deltras," kata Asisten pelatih Deltras M. Socheh kemarin (8/6).Menurut dia, langkah itu dilakukan karena Deltras akan bertanding di Superliga yang tentu saja memiliki tingkat persaingan lebih tinggi dibandingkan kompetisi sepak bola lain di Indonesia. Selain itu, Deltras akan bertanding di ajang Copa Indonesia. "Tentu dibutuhkan pemain berkualitas tinggi untuk bermain di kompetisi kasta tertinggi. Karena itu, kami tak mau main-main dalam menyeleksi pemain. Jika tak sabar mengikutinya, terutama pemain asing, ya silakan pergi," tegas Socheh. The Lobster -julukan Deltras- memiliki 15 pemain lokal dan dua pemain asing. Rencananya, lanjut Socheh, mereka menambah lima pemain baru. Namun sayang, dia belum mau menyebutkan siapa yang paling berpeluang disodori kontrak baru dari manajemen."Bisa jadi, tak ada satu pun di antara mereka yang akan dikontrak. Hingga kini, kami masih mencari dua striker asing atau satu striker lokal yang benar-benar memiliki kualitas bagus dan satu gelandang serang asing yang juga memiliki daya jelajah bagus," jelasnya.Pengumuman tersebut juga menunggu kedatangan pelatih asal Malaysia Abdul Rahman Ibrahim. Kabarnya, kedatangan Abdul Rahman diundur dari rencana semula Kamis (5/6) lalu. "Dia sekarang masih berada di Jakarta untuk mengurus izin tinggal di Indonesia. Mungkin besok sore, dia mulai bisa bergabung latihan," lanjutnya.Sementara itu, Bakrie Umarella dkk tak ditarget untuk meraih kemenangan dalam laga uji coba melawan lima tim lain mulai Rabu lusa (11/6) hingga 28 Juni mendatang. Mereka akan melangsungkan uji coba melawan Deltras U-21, Persema Malang, Persiwa Wamena, Gresik United, dan tim sepak bola PON Jatim. "Kami sengaja memilih lawan yang kualitasnya di bawah kami untuk melatih finishing serta oportunitas pemain depan kami," ungkapnya.Menurut Socheh, kualitas finishing itu harus diuji dalam pertandingan uji coba resmi. Sebab, selain skill, mental akan memengaruhi apa yang dilakukan pemain di lapangan. "Kami sering melihat kemampuan mereka dalam laga uji coba. Namun, kami belum sepenuhnya percaya dengan hal itu jika belum diperlihatkan dalam pertandingan resmi," imbuhnya.Socheh mengakui masih belum puas dengan performa yang ditunjukkan para pemain di lini depan. Satu striker yang telah dikontrak Boy Jati Asmara juga belum menunjukkan performa maksimal. "Mungkin akan ada pemain baru dari Malaysia. Namun, kami belum tahu kapan dia datang dan sepertinya, dia bukan pemain yang direkomendasikan pelatih beberapa saat lalu," terang Socheh. (luq/ko/jppn)

Persela Tur

Persela Tur Jabar dan Jakarta
LAMONGAN - Persela Lamongan terus berusaha memantapkan skuadnya. Setelah beruji coba melawan tim berlabel Divisi Utama, Marcio Souza dkk kini membidik lawan yang selevel. Salah satunya, tim bertabur bintang Persija Jakarta. Tantangan tim polesan M. Basri kepada tim Macan Kemayoran itu sudah mendapatkan tanggapan. Bahkan, Persita Tangerang dan Persikabo Kab Bogor juga menyatakan siap beruji coba dengan Persela. ''Ketiga tim (Persela, Persita, dan Persikabo) tersebut sudah kami hubungi dan semuanya menyatakan sanggup,'' kata Ketua Harian Persela Fadeli, kemarin (8/6).Menurut dia, jika tidak ada perubahan, jadwal uji coba Persela terdekat adalah melawan tuan rumah Persita pada 14 Juni. Tiga hari berikutnya, Persela bergeser ke kandang Persikabo dan terakhir dijamu Persija pada 21 Juni mendatang. ''Kita sendiri juga sudah siap. Mudah-mudahan tidak ada perubahan jadwal,'' harap Fadeli. Pria yang juga Sekkab Lamongan itu menambahkan, dari ketiga uji coba tersebut diharapkan mampu memompa semangat sekaligus meningkatkan kualitas tim Persela. Sebab, kekompakan tim selama ini masih kurang terjalin. Selain itu, uji coba keluar kota tersebut juga dimaksudkan untuk sarana refreshing pemain. Menurut Fadeli, pemain saat ini sangat memerlukan suasana fresh untuk mengembalikan mental dan kepercayadiriannya. Bisa jadi, kata dia, permainan yang ditampilkan pemain Persela tidak kian membaik karena terbebani sorotan dari pencintanya. ''Mudah-mudahan pemikiran saya tentang kondisi demikian ini tidak salah. Karena itu kami berharap pemain dapat memanfaatkan uji coba keluar kota ini secara maksimal,'' tuturnya.Sebelumnya, Persela juga mengagendakan uji coba ke Jawa Tengah. Menurut Fadeli, rencana uji coba itu tetap bisa dijalankan. ''Saya kira program itu tetap bisa dijalankan. Kami ini terhitung melakukan uji coba tidak terlalu boros. Bandingkan saja banyak tim luar Jawa yang melakukan TC dan uji coba ke Jawa. Contohnya seperti PKT dan Persisam Samarinda beberapa waktu lalu,'' paparnya. (idi/jpnn/ko)