Saturday, 7 June 2008

uji sriwijaya

Lawan Persikab
BANDUNG-Sriwijaya FC masih terus mencari formasi matang. Kemenangan tipis 1-2 atas tim divisi III Saint Prima FC (4/6), tak cukup memuaskan tactician Rahmad Darmawan. Seharusnya melihat kualitas materi, tim berjuluk Laskar Wong Kito ini bisa mencetak gol lebih banyak. Paling tidak melebihi selisih tiga gol. Namun, itu belum terjadi sejak tim ini ekspansi ke pulau Jawa.Petang ini pukul 15.30 WIB, tim penyandang double winner ini akan bertandang ke stadion Si Jalak Harupat, Soreang, Bandung. Mereka akan memenuhi jamuan tim divisi utama, Persikab (Bandung). Tim berjuluk Dalem Bandung ini secara umum tidak segemerlap SFC. Namun, materi tim polesan Deny Syamsudin ini juga tidak bisa dipandang sebelah mata.“Persikab punya materi pemain merata. Ada perpaduan antara pemain muda dan tua. Tapi, itulah yang menjadi kelebihan tim ini,” cetus tactician Rahmad Darmawan, kemarin (6/6).SFC sendiri dalam kondisi tidak full. Tiga andalannya Ferry Rotinsulu, Isnan Ali dan Charis Yulianto dipastikan tak bisa tampil. Maklum, ketiganya sedang konsenterasi bersama Timnas Merah Putih. Bahkan, trio ini tak dapat tampil saat SFC melakoni big match kedua lawan Pelita Jaya, Jabar, Selasa (10/6) mendatang. Ketiganya baru bergabung lagi saat SFC duel lawan PSIS, Sabtu (14/6) nanti. “Saya justru senang jika SFC kalah saat ujicoba. Anak-anak akan sadar bahwa tim juara bukan berarti tak terkalahkan. Ini akan memacuh mereka untuk tampil penuh motivasi,” tandas pelatih 41 tahun ini.Para punggawa SFC pun semakin terlecut. Kekalahan 0-1 atas Persib (3/6), sangat menampar reputasi SFC “Persaingan di Superliga memang ketat nantinya. Kami harus berbenah banyak, jika ingin kembali bersaing,” timpal pemain sayap SFC Slamet Riyadi.Persikab termasuk tim paling serius berburu tropi juara divisi utama musim 2008 ini. Pasukan Deny Syamsuddin ini pun makin selektif berburu pemain asing. Hingga saat ini, baru Alejendro Tobar (eks PSMS/Chili) saja yang resmi direkrut. Sementara empat legiun asing lagi Gbernese Friday (eks Semen Madang/LIberia) dan Santos (eks Persik/Brazil), Taenku Abdel Abzizou (Kamerun) dan Eugene Grey (Liberia), masih melakoni seleksi ketat. “Semua pemain asing seleksi, akan saya turunkan lawan SFC. Ini kesempatan baik, agar kami benar-benar dapat pemain asing berkualitas. Tim kami sendiri saat ini masih mencari formasi,” cetus Deny Syamsuddin kepada Sumatera Ekspres. (mg2/sumek)
Perkiraan pemainPersikab (3-5-2)Pemain : Agus (g) ; Iswan, Nurjati, Santos ; Tobar, M Ridwan, Yaris, Friday, Abzizou ; Ari Priyatna, Tantan.Pelatih : Deny Syamsuddin
Sriwijaya FC (4-4-2)Pemain : Dede (g) ; Worabay, Zoubairou, Reswandi, Slamet ; Benben, Wijay, Toni, Obiora ; Ngon Djam, Kayamba.Pelatih : Rahmad Darmawan

seton sakit

Seton Sakit
Harapan striker asal Liberia Josiah B Seton untuk menunjukkan kemampuannya pada pelatih dan manajemen Persib tidak bisa segera terealisasi.Datang ke Bandung, Seton justru terserang sakit. Mantan striker PKT Bontang ini datang ke Bandung, Kamis (5/6) malam. "Habis makan, saya sakit di bagian perut. Saya tidak bisa tidur semalaman," kata Seton yang musim lalu menjadi scorer bagi PKT dengan 17 gol.Seton sempat ikut latihan pagi tetapi kemudian memilih balik ke Tangerang. "Saya ingin datang kesini. Tapi nanti kalau sudah sembuh," ujar anggota tim nasional Liberia ini.Sebelum ke Indonesia, Seton sempat bermain di Sabah dan Pahang. Setelah bermain di Sabah, Seton merumput di Thunder Bay Chill Canada baru bermain di Pahang. Dokter tim Persib Ia Kurnia mengatakan, Seton terindikasi mendrita radang kandung kencing (cystitis)."Saya sudah periksa dia dan memberi obat. Tapi dia tidak mau diperiksa lebih lanjut," ujar Ia. Hingga saat ini, Persib baru beranggotakan 23 pemain dan masih mencari striker asing. [KC]

Jepara Persik

Persik Tawari Uji Coba
JEPARA- Setelah Arema Malang, giliran Persik Kediri yang mengajak beruji coba dengan Persijap untuk persiapan kompetisi Superliga. Juara Liga Jatim 2008 itu berharap bisa berlatih tanding dengan Laskar Kalinyamat pada 14 Juni mendatang di Stadion Brawijaya Kediri. Persijap belum memberikan jawaban atas ajakan itu. ”Persik belum memberi kepastian apakah bersedia datang ke Jepara seandainya kami bisa ke Kediri. Ini yang menjadi pertimbangan. Sebab, selain ke kandang Persik, harapannya kami juga bisa menjamu mereka,” kata wakil sekretaris tim Nur Jamil, kemarin. Jika bisa beruji coba dengan Persik, maka itu akan menjadi uji coba pertama melawan tim luar Jepara. Hingga kemarin, manajemen juga belum menyampaikan jawaban atas tawaran uji coba Arema Malang. Namun tampaknya Persijap akan menyanggupinya, yakni pada 21 Juni di Stadion Kanjuruhan Malang. Sampai kini yang masih dikomunikasikan dengan Arema adalah kemungkinan tim itu membalas lawatan tersebut dengan beruji coba ke Jepara. ”Arema bersedia ke Jepara. Mereka menawarkan 29 Juni. Kemungkinan ini bisa dipertimbangkan,” kata Jamil.Motivasi TergangguHanya, pada 29 Juni itu masih merupakan hari terakhir dari Operasi Tata Praja Candi 2008 yang digelar Polri sebagai bagian dari paket pengamanan Pilgub Jateng. Persijap akan mepertimbangkan aspek tersebut untuk menjawab tawaran Arema terkait lawatan balasan ke Stadion Kamal Djunaidi. Pelatih Persijap Junaidi mengatakan, rangkaian uji coba, termasuk yang yang masih dalam perencanaan akan membantu timnya untuk evaluasi. Dia berharap uji coba melawan tim peserta Superliga bisa terwujud. Sebab selama ini timnya baru mendapatkan perlawanan dari tim-tim lokal. Mereka kali terakhir tampak kehilangan semangat ketika hanya menang 1-0 atas Kenari Star Kalinyamatan. Disinggung kemungkinan adanya persoalan nonteknis terkait lesunya para pemain --karena dana Persijap belum cair dan menyangkut hak pemain-- Junaidi tidak berkomentar banyak. ”Kalau soal itu saya tidak tahu, tapi biasanya bisa berpengaruh. Tapi kami terus memotivasi agar anak-anak tetap tampil bersemangat di semua sesi latihan. Pada uji coba terakhir itu, saya melihat anak-anak serbaragu di lapangan,” imbuhnya. (H15-40/sm)

Arema cidera

Tatap Superliga, Minimalkan Risiko Cedera
MALANG - Banyaknya pemain cedera sebelum kompetisi dimulai pada musim lalu tampaknya bisa diminimalisir pada tahun ini. Diharapkan pada kick off Superliga yang rencananya diputar pada pertengahan Juli nanti, semua pemain berada dalam kondisi siap tampil.Tanda-tanda baik itu ditunjukkan dengan mulai fitnya pemain-pemain Arema yang mengalami cedera. Arif Suyono yang mengalami cedera hamstring ketika ikut training centre (TC) timnas, kemarin sudah mulai ikut latihan ringan. Demikian pula dengan Ronny Firmansyah yang cedera ligament juga sudah membaik. Kemarin, pemain kelahiran Banyuwangi tersebut sudah ikut berlatih. Sedangkan Alexander Pulalo, kondisi cedera engkelnya masih akan dilihat perkembangannya.Rencananya, pada hari ini (7/6), Alex akan menjalani pemeriksaan magnetic resonance imaging (MRI), tes melihat kondisi tulang. Diharapkan kondisi Alex juga mulai membaik. "Saya berharap agar pemain dalam kondisi baik ketika Superliga dimulai," kata Bambang Nurdiansyah, pelatih Arema.Bila semua pemain dalam kondisi siap tempur, tentu akan memudahkan dirinya dalam menjalankan strategi. Termasuk juga dalam meraih poin di setiap laga. Guna menghindari risiko cedera pemainnya, maka dia hanya akan memprogramkan tiga uji coba pada Juni ini dengan tim-tim selevel. Sedangkan pada Juli, program uji coba hanya akan dilakukan dengan tim yang kualitasnya beberapa tingkat di bawah Arema. "Cedera itu merupakan problem. Karenanya, sebisa mungkin harus dihindari," tambahnya.Bambang tak menginginkan kejadian pada musim lalu terulang lagi. Beberapa pemain justru cedera beberapa saat sebelum kick off ditiup. Yang paling diingatnya adalah cederanya Emaleu Serge sebulan sebelum kompetisi dimulai. Saat itu Serge mengalami cedera parah ketika ikut Piala Jusuf di Makassar. Akibatnya, dia harus absen selama satu tahun. Demikian pula dengan Anton Samba, dia terpaksa absen selama enam bulan. Karena tak pernah tampil itulah, namanya terpaksa dicoret oleh pelatih Miroslav Janu dari skuadra singo Edan pada pertengahan musim. (fir/abm/rama)

Drill Mbamba

Drill Khusus untuk Mbamba-Serge
MALANG - Subur atau tidaknya sebuah tim tergantung kepada striker yang dimilikinya. Menyadari hal itu, pelatih Arema Bambang Nurdiansyah memberikan drill khusus kepada duet strikernya Emaleu Serge dan Emile Bertrand Mbamba.Duo Kamerun tersebut kemarin mendapatkan porsi latihan tersendiri dari Bambang. Dalam latihan di lapangan luar Stadion Gajayana itu, Serge ataupun Mbamba diberi materi latihan melakukan tendangan dari berbagai sisi.Selain itu, mereka juga dilatih bagaimana memanfaatkan umpan silang. Plus melakukan tendangan voli keras yang akurat. "Mereka berdua merupakan andalan Arema untuk membobol gawang lawan di Superliga nanti," kata Bambang.Dia mempunyai optimistis tinggi, bila keduanya sudah sevisi dan mengerti keinginan rekannya, Serge dan Mbamba akan menjadi salah satu duet tersubur di Superliga. Namun, ada permasalahan yang akan dihadapinya bila salah satu striker asingnya tersebut mengalami cedera atau terkena akumulasi kartu kuning. Sebab, stok striker cadangan Arema hanya satu yakni Ali Usman."Pasti akan ada masalah. Namun, tentu ada solusinya," tandas dia.Untuk solusi, mantan pelatih PSIS Semarang tersebut sudah menyiapkan berbagai alternatif. Di antaranya adalah mendorong gelandang Arif Suyono menjadi striker. Selain Arif, pemain yang bisa didorong menjadi striker adalah Muhammad Bahtiar. "Posisi asli mereka adalah sayap, sama seperti Elie Aiboy atau Budi Sudarsono. Namun, mereka bisa dijadikan striker," lanjutnya.Menilik kebutuhan, sebenarnya Arema masih membutuhkan tambahan satu striker lokal lagi. Sesuai dengan budgeting awal belanja pemain, Arema sebenarnya ingin berburu 25 pemain. Empat pemain di antaranya adalah striker, dua asing dan dua lokal. Tapi hingga kini Arema hanya memiliki dua striker asing dan satu lokal.Namun, perburuan striker lokal sempat dihentikan karena sulitnya Arema berburu pemain. Itu karena Arema selalu kalah cepat dengan tim lainnya. Saktiawan Sinaga direbut Persik, Rahmad Rivai diambil Persitara, Ahmad Amiruddin ke PSM, dan Andika Yudhistira Lubis bertahan di PSMS.Akibat terlalu sering kalah cepat dengan tim lainnya, akhirnya manajemen Arema memutuskan untuk menghentikan perburuan striker. Apakah keputusan itu akan direvisi melihat kebutuhan tim saat ini? "Apakah kita butuh tambahan satu striker atau tidak tergantung nanti," terangnya. (fir/abm/rama)