Wednesday, 11 June 2008

Batoum ke Persela

Seleksi Batoum Roger-Peter Ogum
LAMONGAN - Setelah melepas striker asal Argentina Luciano Ulier, Persela Lamongan kini intensif berburu pemain asing. Dua striker pun masuk daftar bidikan pengurus tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.Kedua striker itu, Batoum Roger, mantan striker Persikabo Bogor dan Persija Jakarta, serta Peter Ogum Igbagri asal Nigeria. Kemarin, Peter sudah menampakkan diri dalam latihan di Stadion Surajaya kemarin sore. Latihan itu disaksikan Ketua Umum Persela Masfuk. Bahkan, dalam kesempatan itu Masfuk meminta pemain keling tersebut langsung masuk lapangan, meski baru tiba di Kota Soto ini. Berdasarkan biodata yang masuk ke pengurus Persela, Peter berusia 23 tahun, memiliki tinggi badan 182 sentimeter dan berat 75 kilogram. Klub terakhir yang dia perkuat adalah Akwa United FC, anggota Liga Utama Nigeria. Selama musim kompetisi 2006-2007, dia mengaku mengoleksi 15 gol. ''Saya belum bisa menilai kemampuannya karena dia baru saja datang,'' kata pelatih Persela M Basri kepada Radar Bojonegoro kemarin.Menurut dia, Peter akan diberi waktu seminggu untuk bisa diseleksi kemampuannya. ''Bisa jadi dia akan diajak ikut ke Jakarta untuk pertandingan uji coba sambil diseleksi kemampuannya,'' ujar dia.Sementara untuk Batoum Roger, lanjut pelatih asal Makasar itu, baru datang ke Lamongan pagi ini. ''Sebenarnya dia akan datang hari ini (kemarin, Red). Karena pesawatnya dari Jakarta ada kendala, sehingga diundur sampai besok (pagi ini, Red),'' katanya.Basri menjelaskan, Batoum kepada pihak Persela mengaku hanya butuh waktu dua sampai tiga hari untuk bisa menunjukkan kemampuannya. ''Dia mengatakan seperti itu, tetapi saya akan lihat dulu. Meski dia dinilai sebagai pemain bagus tetapi saya tetap ingin melihat kemampuannya yang sesungguhnya terlebih dahulu,'' jelasnya.Sementara itu, dalam latihan kemarin, Masfuk kembali ''mengultimatum'' Marcio dkk agar benar-benar serius mengangkat Persela di pentas superliga. ''Saya ingatkan lagi, Anda merupakan pemain terbaik karena menjadi pemain superliga. Sehingga kalian harus serius dan selalu menjaga kekompakan tim untuk mengangkat Persela,'' katanya. (feb/jppn)

Pelatih Well Come

Bambang Sambut Antusias
MALANG - Rencana kedatangan Esaiah Pello Benson disambut antusias pelatih Arema Bambang Nurdiansyah. Dengan segera bergabungnya pemain Timnas Liberia tersebut, maka kebutuhan satu pemain asing di sektor playmaker akan segera tertutupi.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang itu, Benson memang merupakan pemain rekomendasinya. Sehingga Benson tak perlu mengikuti seleksi seperti playmaker asing lainnya. Terakhir, Bambang mencoret tiga nama seleksi asing yakni Carlos Aliberto Gomes (Argentina), Eppala Jordan Claude (Kamerun), dan Alberto Castellani (Italia). "Saya sudah tahu kualitas Benson jadi tak perlu seleksi. Saat ini dia sedang di Singapura mengurus visa. Begitu selesai urusannya, dia akan saya suruh langsung ke Madiun (tempat training centre Arema)," ungkap Bambang.Bila Benson benar-benar bergabung dengan Arema, maka lima pemain asing Singo Edan semuanya berasal dari Afrika. Tiga pemain dari Kamerun yakni Emile Bertrand Mbamba, Emaleu Serge, dan Aaron Nguimbat. Sedangkan satu pemain lainnya berasal dari Guinea yakni Souleymane Traore.Itu artinya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Arema, semua pemain asingnya berasal dari Afrika. Biasanya dalam setiap musim yang selalu dilaluinya, pemain asing yang bergabung dengan Arema merupakan pemain kombinasi dari beberapa benua. Selain Afrika, juga terdapat pemain dari Amerika Latin. Pemain asal Australia juga pernah bergabung dengan tim yang didirikan pada 1987 tersebut.Apakah itu pertanda bahwa Bambang menyukai pemain tipikal dari benua hitam tersebut? Dengan tegas mantan pemain Pelita Jaya tersebut menolak anggapan bahwa dia fanatik terhadap pemain Afrika. "Di PSIS dulu saya pernah menggunakan tenaga Emanuel de Porras, dia merupakan pemain asal Argentina," elak Bambang.Saat melatih PSIS pada 2005 lalu, Porras merupakan satu-satunya pemain asal Amerika Latin. Sedangkan empat pemain lainnya berasal dari Afrika yakni Anthony Jomah Ballah, Benson, Fofee Kamara, dan Abdoulaye Djibril. "Pelatih akan sangat kelihatan bodoh jika dia hanya senang dengan tipikal pemain-pemain dari benua tertentu," papar dia.Sebenarnya, untuk karakter playmaker asing Arema, dia mengaku membutuhkan pemain asal Amerika Latin. Hanya saja, keinginannya untuk mencari pemain Amerika tak bisa terpenuhi pada musim ini. Itu karena nilai yang ditawarkan dianggap mahal. Pada akhir April lalu Bambang sudah merekomendasikan nama Javier Rocha dari Cile ke manajemen Arema. Namun karena buntunya negosiasi, pemain berusia 30 tahun tersebut gagal merumput di Arema. (fir/abm/jppn)

Benson ke Madiun

Benson Langsung Merapat ke Madiun
MALANG - Playmaker asing yang ditunggu-tunggu pelatih Arema Bambang Nurdiansyah bakal segera merapat ke Madiun. Rencananya, dia akan langsung mengikuti training centre (TC) bersama-sama Suroso dan kawan-kawan di kota brem tersebut.Siapa pemain yang bakal segera merapat ke Madiun? Siapa lagi kalau bukan pemain yang direkomendasikan Bambang. Yakni Esaiah Pello Benson, pemain asal Liberia. Kabarnya, pemain kelahiran 1984 tersebut sudah berada di Singapura. "Benson sudah ada di Singapura untuk mengurus visa," kata Alex Banmou, agen pemain di bawah Bangun Sportindo.Menurut Alex, bila visa Benson sudah selesai, maka dalam waktu dekat pemain Timnas Liberia tersebut akan langsung meluncur ke Madiun. "Mungkin dalam minggu ini dia sudah bergabung dengan Arema. Dia (Benson) bukan pemain seleksi, jadi akan langsung negosiasi," tambah pria asal Kamerun tersebut.Alex juga mengatakan bahwa antara Arema dan Benson sudah terjadi proses negosiasi harga. Dan sudah tercapai kesepakatan harga melalui telepon. Tapi tanda tangan kontrak baru akan dilakukan jika Benson sudah benar-benar bergabung dengan Arema.Sebenarnya Benson sudah dijadwalkan tiba di Malang pada awal Mei lalu. Namun kedatangannya terus tertunda karena tenaganya dibutuhkan Timnas Liberia guna mempersiapkan diri dalam persiapan Pra Piala Dunia. Bahkan nama Benson sempat dimasukkan kotak karena jadwal kedatangannya kala itu tak ada kejelasan. Karenanya, manajemen dan pelatih sempat berburu pemain dengan menggelar seleksi. Namun, dari belasan pemain yang mengikuti seleksi, tak satu pun yang dinilai berkualitas oleh Bambang.Francis Yonga, sub agen yang membawa Marcellin Gaha Djiadeu dan Eppala Jordan Claude ke Arema mengatakan, dua pemainnya dicoret bukan karena kualitasnya yang jelek. "Gaha merupakan pemain bagus. Tapi, siapapun tahu kalau Bambang memang sudah menunggu Benson," jelas Yonga. (fir/abm/jppn)

Pelatih Gusar

Pelatih Superliga Mulai Gusar
JAKARTA - Para pelatih kontestan Superliga 2008 gusar karena merasa agenda mereka terganggu. Pangkal kegusaran itu pun cukup jelas. Yakni, belum adanya penetapan peserta dan rilis jadwal Superliga 2008.Saat ini, memang ada 16 tim yang dinyatakan lolos verifikasi. Hanya, palu belum sepenuhnya diketok oleh Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). BLI masih menunggu keputusan komite eksekutif PSSI. Terutama, menyangkut jumlah pasti peserta Superliga 2008. Karena menunggu itu pula, BLI tak kunjung melansir jadwal Superliga. "Secara teknis, kami sangat terganggu dengan situasi ini," kata pelatih Persija Jakarta Danurwindo. "Agenda kami banyak berubah karena jadwal kompetisi yang belum juga diumumkan," keluh Fandi Ahmad, pelatih Pelita Jaya Jawa Barat.Menurut Fandi, Juni ini Pelita sebenarnya berencana tryout ke Singapura. Tapi, lantaran jadwal kompetisi belum juga keluar, Pelita membatalkannya. Mereka menggantinya dengan melakukan tur ke Jogjakarta. "Kami tidak mau ambil risiko," sebut Fandi.Kegusaran yang cukup wajar. Sebab, tanpa kepastian jadwal kompetisi, mereka jadi ragu-ragu dalam menjalankan program latihan yang telah disusun. Terutama, menyangkut penentuan peak performance anak didiknya.Tanpa panduan jadwal kompetisi, para pelatih jelas sangat sulit menentukan program latihan. Pasalnya, jika peak performance itu sudah ditetapkan, dicapai pada saat tertentu, tapi ternyata waktu yang dimaksud itu tidak sesuai dengan jadwal kompetisi, permainan tim bisa amburadul.(fim/ko/jppn)

Sriwijaya KO

Sriwijaya Canggung Formasi Baru
JAKARTA - Sriwijaya FC Palembang belum kembali ke permainan terbaiknya. Masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari kinerja jawara Liga dan Copa Indonesia musim 2007 tersebut. Kondisi itu tergambar dalam uji coba melawan Pelita Jaya Jawa Barat di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, kemarin (10/6).Sang arsitek Rahmad Darwaman bahkan menyebut anak didiknya minim improvisasi. Padahal, saat kompetisi musim lalu, dia menilai Benben Berlian dkk kaya improvisasi. "Organisasi permainan sudah lebih baik. Tapi, sentuhan bola anak-anak belum kembali," ujarnya.Pelatih berusia 41 tahun tersebut melihat anak asuhnya belum sepenuhnya terlepas dari beban latihan fisik sebelumnya. Meski, latihan itu telah dilalui. Selain itu, para punggawa Sriwijaya FC masih canggung dengan formasi baru yang diterapkan oleh Rahmad. Untuk menghadapi kompetisi Superliga, Rahmad memang telah merancang pola 4-1-4-1 bagi tim besutannya. "Semoga dengan waktu yang tersisa, sentuhan anak-anak segera kembali," harapnya.Dalam uji coba kemarin, Sriwijaya FC harus puas dengan hasil imbang 2-2 (2-1). Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan satu menit berkat gol Zoubairo. Sembilan menit kemudian, Pelita mampu membalas lewat Basri Badussalam.Tujuh menit sebelum turun minum, Sriwijaya FC kembali unggul berkat eksekusi penalti Keith Kayamba. Namun sayang, keunggulan itu tidak mampu mereka pertahankan hingga pertandingan usai. Lima menit jelang bubar, gawang Sriwijaya FC dibobol oleh striker anyar Pelita Rudi Widodo.Hasil seri tersebut merupakan torehan kedua Sriwijaya FC dalam turnya ke Jawa. Sebelumnya, mereka ditahan imbang Persikab Bandung 1-1. Pada satu laga lainnya, Sriwijaya FC kalah ketika dibekuk Persib Bandung 0-1.(fim/ko/jppn)

Bastos di Persib

Seton Hilang Muncul Bastos

BANDUNG, TRIBUN-Keberadaan Josiah Seton di tim Persib masih jadi tanda tanya besar. Striker asal Liberia itu kini bahkan tak jelas rimbanya. Hingga Selasa kemarin, manajemen Persib mengaku masih kesulitan menghubungi Seton. Di tengah situasi tak jelas itu, muncul nama Rafael Albue Bastos, bomber asal Brasil yang ditawarkan oleh agen yang sama. "Kami nggak tahu Seton ada dimana. Beberapa kali kami menghubunginya ternyata handphone-nya nggak aktif. Ketika saya hubungi agennya, malah si agen menawarkan striker baru yang namanya Bastos," ungkap Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Selasa (10/6). Menurut Umuh, hingga kini pihaknya belum menentukan sikap terhadap Seton. Sebelumnya Pelatih Jaya Hartono mengisyaratkan, bakal memboyong dan menyeleksi mantan bomber PKT Bontang itu di turnamen HUT Persebaya Surabaya. Namun melihat perkembangan terakhir tampaknya hal itu menjadi tidak jelas. Sementara terkait Bastos, kata Umuh, pihaknya tidak bisa begitu saja merekrut yang bersangkutan. Paling tidak bomber yang terakhir kali membela klub Tubarao RS Brasil itu harus datang terlebih dulu ke Bandung."Ya gimana mau merekrut kalau kita nggak pernah lihat orangnya. Apalagi permainannya juga kita nggak tahu seperti apa," tandas Umuh. Dari data yang disampaikan kepada Umuh, Bastos memiliki tinggi badan 1,86 cm dengan berat 79 Kg. Catatan kariernya menunjukkan, dia hanya pernah bermain di klub-klub Brasil. Klub-klub itu antara lain, Tubarao RS, Santos FC, Bangu EC, dan Olario EC. Perburuan Persib terhadap striker impor tampaknya lebih banyak pada tataran wacana. Sejumlah nama telah mencuat ke permukaan tapi akhirnya tak satu pun yang jelas. Hanya satu nama, yakni Jairon Feliciano yang pernah merapat, yang akhirnya ditendang karena tak memenuhi syarat. Sebelumnya muncul juga nama Agu Casmir, striker asal Brasil berkebangsaan Singapura. Nama ini sempat dilontarkan oleh Jaya Hartono. Namun menurut H Umuh, pihaknya sulit menggaet Agu karena bomber keling itu ingin langsung direkrut tanpa seleksi. "Kita harus seleksi dulu dong, masa main rekrut begitu aja," tandas Umuh.(tribun jabar)

Persijap Buru Pemain

Perburuan Pemain Belum Usai
JEPARA- Perburuan pemain yang dilakukan Persijap belum akan usai. Sinyal kebutuhan personel baru dilontarkan arsitek tim Junaidi, usai melatih anak-anak asuhannya di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Jika disetujui manajemen, pihaknya masih butuh seorang pemain domestik untuk posisi gelandang bertahan dan stoper asing. ”Ini hasil evaluasi kami,” katanya. Dia mengungkapkapn, untuk pemain domestik di posisi tengah ia hanya memiliki dua andalan, yakni Donny Siregar dan Enjang Rohiman. Dalam kompetisi ketat idealnya satu kesebelasan memiliki banyak pilihan pada posisi tertentu, sebagai antisipasi bagi dilakukannya rotasi.Donny, pemain asal Tapanuli yang kembali bergabung dengan ”Laskar Kalinyamat”, menempati posisi gelandang bertahan sejak musim 2007. Posisinya jarang tergantikan karena penampilannya stabil. Enjang Rohiman yang musim lalu menjadi personel Persib Bandung cenderung tampil sebagai gelandang menyerang. Persijap sebenarnya masih memiliki tiga pemain tengah domestik, namun mereka juga tidak spesialis untuk posisi bertahan. Tiga orang itu adalah Junaidi Tagor (eks pemain Persiba Balikpapan), serta dua putra daerah, Chanif Muhajirin dan Dimas Pribadi. Namun Dimas sudah beberapa pekan ini dibalut cedera lutut. Sayap Di tengah, dua pemain asing juga berkarakter sebagai gelandang menyerang. Mereka adalah Arnaldo ”Aldo” Vilalba (Paraguay) dan Pablo Francis (Argentina).Keduanya menempati posisi yang ditinggalkan Amarildo Souza dan Leandro Braga. ”Untuk pemain sayap dan depan saya pikir sudah cukup,” kata Junaidi yang menyambut baik bergabungnya M Irfan, sayap kiri yang akan menjadi andalannya. Sedangkan di lini belakang, pemain domestik yang ada diyakini cukup. Namun ia masih membutuhkan seorang stoper asing untuk menopang kinerja Evaldo Silva. Pemain domestik yang sudah ada di barisan ini adalah Sofyan Morhan, Anam Syahrul, Aji Nurpijal dan Catur Rintang. Sampai kini Persijap baru merekrut empat pemain asing. Di luar proses perekrutan pemain manajemen pekan ini masih berkonsentrasi mengatasi persoalan pencairan dana dari APBD 2008 sebesar Rp 10 miliar. Bendahara Tim Suko Santoso mengatakan, Persijap telah merekrut 23 pemain dan mereka harus mendapatkan haknya berupa gaji pada Juni ini. Karena itu ia kini mengupayakan bisa mencairkan dana tersebut. (H15,J4,kar-22)

Pemain Muda PSM

Hanafing Padukan PSM Senior dan U-21

Makassar, Tribun - Asisten Pelatih PSM Makassar, Hanafing, yang menjadi pelatih kepala PSM di Liga Ambon memiliki misi khusus di pertandingan perdana Liga Ambon antara PSM kontra Persibom Bolaang Mongondow di Stadion Merdeka, Ambon, Rabu (11/6) sore ini. Hanafing ingin memadukan dua tim beda generasi di laga ini. "Hanafing membagi tim yang dibawa ke Ambon ke dalam dua bagian. Satu tim inti yang diambil tim senior dan satu tim lagi murni dari tim PSM yang berasal dari pemain PSM U-21," kata Asisten Manajer PSM Bidang Umum dan Perlengkapan, Faisal Maming menirukan pernyataan Hanafing, Selasa (10/6). Saat dikonfirmasi Tribun soal persiapan PSM menghadapi Persibom, Hanafing mengaku sedang konsentrasi menyusun strategi menghadapi Persibom dan mempersilakan kepada Faisal untuk memberikan keterangan. "Intinya beliau (Hanafing) akan mencoba semua pemain di pertandingan besok," kata Faisal. Menurut Faisal, Hanafing tetap akan memprioritaskan pemain yang berasal dari tim senior di awal-awal pertandingan. Pemain-pemain tersebut antara lain striker Ahmad Amiruddin dan Sigit Syahrial dan beberapa gelandang seperti Diva Tarkas, Frenklyn, Muhammad Nakir, dan Dewa Aditya Utama. Sementara itu lini belakang tetap akan dipercayakan kepada duet dua stopper muda masa depan, Rahmat Latif dan Jayusman, yang akan dibantu dua yuniornya bek kanan Hendra dan Irdan. Untuk formasi yang akan di terapkan di laga ini, tampaknya Hanafing masih menyembunyikannya. "Untuk formasi tim masih akan ditentukan siang hari ini saat meeting. Beberapa pemain yang akan diturunkan juga masih dilihat kesiapan fisik mereka sebelum pertandingan," ujar Faisal. Sementara itu, soal kekuatan lawan yang akan dihadapi, tampaknya PSM masih buta dengan kekuatan Persibom. Namun jika PSM lebih mengandalkan pemain mudanya, hal berbeda dilakukan Persibom karena turun dengan kekuatan penuh dengan menurunkan pemain inti senior dan yunior di laga ini. "Persibom memiliki tiga pemain asing dan mereka juga turun dengan kekuatan penuh. Kami mengimbau kepada semua pemain agar tidak gentar menghadapi mereka meskipun secara usia dan pengalaman bertanding, PSM masih ketinggalan," kata Faisal. Hal senada juga diungkapkan Manajer PSM U-21, Saudyk Affandi Nur, yang ikut menemani tim ke Ambon. "Secara fisik dan teknik semua pemain sudah siap tempur menghadapi Persibom. Kami berharap doa dan dukungan dari seluruh masyarakat Sulawesi Selatan untuk kemenangan PSM," kata Saudyk. Laga PSM versus Persibom digelar di Stadion Merdeka, Ambon pukul 16.00 WIT. Sementara itu di pertandingan lainnya, Selasa sore kemarin, tuan rumah PS Ambon menang atas Persija Jakarta yang juga menurunkan tim U-21 di turnamen ini. PS Ambon menang atas Persija dengan skor 3-2. Dengan hasil ini untuk sementara, PS Ambon berada di urutan teratas klasemen sementara Liga Ambon yang menggunakan sistem kompetisi penuh. Peraih poin tertinggi dan runner up hasil tiga pertemuan masing-masing peserta turnamen langsung bertemu di babak final. Duel Sigit-Yusuf LAGA PSM versus Persibom sore ini akan menjadi ajang adu cerdik striker muda PSM, Sigit Syahrial dan bek kiri Persibom, Yusuf Hamzah, yang juga mantan pemain PSM musim lalu. Musim ini Yusuf memutuskan hijrah ke Persibom setelah kalah bersaing dengan pemain PSM lainnya. Saat PSM menggelar uji lapangan di Stadion Merdeka, Ambon, Selasa pagi kemarin, Yusuf juga tampak mengikuti latihan bersama pemain Persibom. Saat itulah, Yusuf menyempatkan diri reuni dengan mantan rekannya dulu di PSM. Bahkan pemain kelahiran Gowa ini sempat dicandai beberapa Pengurus PSM yang menemani uji lapangan. "Yusuf besok (sore ini) kamu akan berhadapan dengan Sigit teman akrabmu. Kamu kasih lewat-lewat saja Sigit ya supaya mudah mencetak gol," kata Faisal mencandai Yusuf. Mendengar perkataan itu, Yusuf langsung menjawab canda yang dilontarkan Faisal."Kalau diluar lapangan saya sama Sigit seperti saudara. Tapi di dalam lapangan Sigit tetap lawan saya, kecuali kalau saya masih dikontrak PSM," kata Yusuf sambil bercanda. Persahabatan antara Sigit dan Yusuf memang tergolong kental. Saat keduanya masih sama-sama di PSM, dua pemain muda ini sering terlihat jalan bareng. Bahkan di beberapa kesempatan, Sigit masih sering bercerita tentang Yusuf. "Dia teman saya yang paling akrab. Kami berpisah karena beda klub saja tapi kalau urusan perasaan tetap sehati," kata Sigit. Yusuf tergolong pemain PSM yang kurang beruntung mengadu nasib di PSM. Namanya sempat bersinar di awal-awal bergabung di PSM di Ligina XII tahun 2006. Saat itu, Yusuf menjadi bek yang bisa beroperasi di dua posisi kiri dan kanan. Namun di Ligina XIII musim lalu, performa Yusuf mulai menurun seiring dengan cedera paha yang dialaminya hingga akhirnya memutuskan diri hijrah ke Persibo. (tribun)