Thursday, 24 July 2008

EP Diberhentikan

Edy Paryono Diberhentikan
SEMARANG-Pergantian pelatih saat kompetisi sedang berlangsung seakan menjadi tradisi bagi PSIS. Kemarin, manajemen tim memberhentikan Edy Paryono.Keputusan itu merupakan ulangan dari beberapa kebijakan sebelumnya. Dalam Kompetisi Liga Indonesia 2004, Cornelis Soetadi digantikan Heri Kiswanto. Dua tahun kemudian, Sutan Harhara juga tidak bertahan lama. Bonggo Pribadi menjadi penggantinya.Bonggo juga mengalami nasib serupa pada Liga Indonesia 2007. Mantan kapten PSIS itu diberhentikan manajemen sebelum kompetisi usai, diganti Sartono Anwar. Pada musim ini, Edy Paryono mengalaminya. Secara resmi, pemberhentian mantan pelatih Persipur Purwodadi itu disampaikan General Manager Alamsyah Satyanegara di sela-sela latihan sore kemarin.Selain Paryono, manajemen juga mencoret dua pemain. Mereka adalah Alex Daniel dan Yulianto. Sedangkan satu pemain lagi, Ahmad Yaini mendapat peringatan. Jika dalam sepekan tidak bisa menampilkan permainan terbaik, mantan kapten PSIS Yunior itu juga akan diberhentikan dari pasukan ”Mahesa Jenar”.”Edy Paryono mulai hari ini kami berhentikan sebagai pelatih. Untuk sementara tim akan ditangani asisten pelatih Ahmad Muhariah,” jelas pria yang akrab disapa Yoyok Sukawi itu.Pemberhentian Paryono, lanjutnya, bukan lantaran soal teknis. Tapi lebih kepada faktor nonteknis. Yang utama adalah komunikasi. Manajemen menilai komunikasi antara pelatih dengan pemain dan antarpemain sangat kurang. Hal itu menjadikan tim kurang solid. KhawatirPadahal, masalah itu sudah ditekankan manajemen saat penunjukan Paryono sebagai pelatih. Namun, hingga laga kedua lawan Persiba Balikpapan manajemen menilai hubungan dari pria yang biasa disapa EP itu dengan pemainnya kurang harmonis.”Secara teknis, Pak Paryono bagus. Ilmu kepelatihannya juga tinggi. Hanya, ada masalah nonteknis yang membuatnya kurang cocok menangani PSIS sampai kompetisi selesai,” lanjutnya.”Mumpung baru awal kompetisi, pemberhentian pelatih terpaksa dilakukan. Kami khawatir jika ditunda-tunda tim yang jadi korbannya. Pemberhentian dilakukan demi menjaga keutuhan tim,” imbuhnya.Pemutusan kontrak ini bukan kali pertama bagi Paryono. Sebelumnya, pada Liga Indonesia 2007, dia juga diberhentikan pada awal kompetisi oleh manajemen PSIM Yogyakarta.Soal pengganti Paryono, Yoyok mengaku belum memiliki calon. Manajemen masih mencari pelatih berlisensi A. Untuk sementara tim akan ditangani asisten pelatih Ahmad Muhariah.”Yang pasti pelatih pengganti nanti harus mau bekerja keras untuk menangani tim dengan materi pemain muda yang belum pengalaman. Kami masih berburu,” katanya.Untuk pemberhentian Alex Daniel, manajemen menilai pemain asal Uruguay tersebut kurang memberi kontribusi kepada tim. Pada dua pertandingan kandang, permainan Alex kurang maksimal. Dia tidak bisa mengangkat performa tim. ”Kemampuan Alex terus menurun mulai pembentukan, pemantapan, hingga dua pertandingan lalu,” tuturnya.Yulianto dicoret lantaran hingga kemarin belum memperlihatkan tanda-tanda sembuh dari cedera lutut kiri. Selain itu, mental bertandingnya juga kurang. Meski demikian, jika sudah sembuh, dia tetap akan diberi kesempatan bila ingin bergabung dengan PSIS pada musim depan.Lebih lanjut Yoyok menyatakan manajemen hanya memberi peringatan kepada Achmad Yaini. Pemain itu sebetulnya punya teknik bagus dan jam terbang tinggi. Sayang, setelah dikontrak, penampilannya cenderung menurun. ”Yaini minta diberi kesempatan sepekan untuk memperbaiki diri. Jadi, dia tidak kami coret tapi diberi peringatan dulu,” tuturnya.Beban berat kini menggayut di pundak asisten pelatih PSIS Ahmad Muhariah. Usai diberhentikannya Edy Paryono, kini tugas kepelatihan berada di tangannya. Sambil menunggu pengganti Paryono, AM, begitu panggilannya, akan bertanggung jawab mempersiapkan skuad Mahesa Jenar menghadapi Kompetisi Superliga. Tantangan terdekat adalah saat bertandang ke Kediri mengahadapi Persik, Minggu (27/7) besok.Mantan jenderal lapangan tengah yang membawa pasukan Mahesa Jenar sebagai kampiun perserikatan 1987 ini mengaku cukup terkejut dengan pemberhentian Paryono. Namun demikian, dia akan berupaya semaksimal mungkin menjalankan tugas-tugas kepelatihan yang dibebankan.”Kalau sudah diberi tanggung jawan manajemen, ya harus siap. Kan hanya sementara sambil menunggu pelatih yang definitif tiba,” katanya saat ditemui usai latihan di Stadion Jatidiri. (H13, H54-22/suara merdeka)

Monday, 14 July 2008

Persijap Menang

Persijap Menang, PSIS Seri
JEPARA-Persijap Jepara menundukkan tamunya Persik Kediri 2-0 dalam laga perdana kedua tim pada Djarum Indonesia Super League di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Dua gol lahir melalui kaki Evaldo Silva de Assis menit ke-7 dan Arnaldo ’’Aldo’’ Vilalba menit ke-60. Pada saat bersamaan PSIS Semarang bermain imbang 1-1 menghadapi tamunya PKT Bontang di Stadion Jatidiri. Mahesa Jenar unggul terlebih dulu di menit ke-62 lewat Borgondo Salomon dan dibalas melalui Imral Usman menit ke-73.Gol pertama Persijap dicetak lewat tendangan bebas. Kiper Persik Markus Harison tak berkutik karena tendangan Evaldo begitu keras melewati bawah kaki pemain tembok pertahanan yang semua melompat. Stadion baru berkapasitas 20.000 penonton pun bergemuruh. Namun perlahan-lahan Persik yang tidak diperkuat mesin golnya Christian Gonzales mencoba menekan. Gonzales, pencetak go terbanyak Liga Indonesia 2006 dan 2007 itu belum lolos tes kesehatan dan fisik tahap pertama. Kendati ditekan, Evaldo dkk justru berbahaya lewat serangan baliknya. Playmaker Tim Kota Ukir, Amarildo Souza, memiliki peluang emas ketika tinggal berhadapan dengan Markus, tetapi gagal. MendominasiPeran Souza ditambah agresivitas Donny Siregar dan Enjang Rohiman yang mendominasi lini tengah merepotkan barisan gelandang lawan yang diperkuat Fagundez, Legimin Raharjo, dan Danilo. Aldo, striker Persijap yang selalu mendapatkan kawalan ketat Hamka Hamzah juga menciptakan peluang emas, namun juga gagal. Pada menit ke-50 Hamka Hamzah untuk kali kedua menerima kartu kuning dari wasit Anang Suryana setelah melanggar Frances sehingga harus keluar lapangan. Itu menjadi momentum Persijap untuk meningkatkan serangan. Menit ke-60 Aldo menggandakan gol setelah menendang bola ke sudut kanan gawang Persik. Kembali stadion bergemuruh. Aldo tampil kurang agresif di babak pertama, tetapi pelatih Junaidi memotivasi pemain itu pada saat jeda. ’’Anak-anak cerdik memanfaatkan pertahanan Persik yang kerap berlubang,’’ tutur Junaidi saat jumpa pers setelah pertandingan. Dia memberikan apresiasi terhadap barisan pertahanan yang dihuni Sofyan, Evaldo, Anam Syahrul, dan Aji Nurpijal. Penampilan disiplin juga ditunjukkan oleh dua winger Isdiantono dan Nurul Huda. Pelatih Persik Arcan Iurie menyatakan timnya telah tampil baik. ’’ Hanya kami belum beruntung,’’ ujarnya. (H15,kar,J4-27/Suara Merdeka)

Persib menang

Persib Menang Besar, PSMS Tertahan
BANDUNG-Persib Bandung menang besar melawan tamunya Persela Lamongan dengan skor 5-2 di Stadion Siliwangi, semalam.Di hadapan sekitar 20 ribu bobotoh, Persib unggul cepat pada menit pertama lewat Hilton Morela. Gol balasan Persela dicetak Souza pada menit ketiga.Permainan makin panas dan cepat, sehingga kembali terjadi gol pada menit keempat yang dieksekusi oleh Hilton.Pada menit ke-18 Souza kembali membobol gawang Persib. Namun semenit kemudian Persib kembali unggul lewat Cabanas dan disusul gol keempat oleh Nova Arianto.Gol kelima Persib tercipta di menit 54 lewat aksi Eka Ramdani yang menyarangkan bola ke gawang Persela yang dijaga kiper Khoirul.Unggul DuluSementara itu PSMS Medan yang bertindak sebagai tuan rumah di Stadion Utama Gelora Bung Karno Jakarta ditahan imbang 2-2 oleh Persiwa Wamena. Rahmat Afandi membuat Ayam Kinantan unggul lebih dulu pada menit 10. Enam menit kemudian kemudian disamakan oleh Persiwa lewat kapten Pieter Rumaropen. PSMS kembali memimpin pada menit 27 melalui gol Leonardo Martins yang bertahan hingga babak pertama usai.Persiwa menyamakan kedudukan menjadi imbang 2-2 lewat gol Habel Satya pada menit 77. (dwi,wgm,ant-27/suara merdeka)

PSIS Draw

Imral Pupuskan Harapan PSIS
SEMARANG- Imral Usman memupuskan harapan PSIS untuk berpesta di laga perdana Djarum Indonesia Super League di Stadion Jatidiri, sore kemarin. Bomber PKT Bontang itu berhasil menyarangkan bola ke gawang Mahesa Jenar yang notabene mantan klubnya. Gol pada menit 73 itu menyamakan kedudukan 1-1 (0-0).Sebelumnya, tim asuhan Edy Paryono unggul terlebih dulu pada menit 62 lewat tandukan Borgondo Salomon. Namun kemenangan itu sirna oleh gol Imral.Pemain yang akrab disapa Korea itu selalu punya motivasi khusus jika bertanding lawan mantan klubnya. Saat membela PSIS di Liga Indonesia 2006 Imral juga menyumbangkan gol ke gawang mantan klubnya Persib Bandung di Stadion Siliwangi. Permainannya saat lawan PSIS kemarin juga ngedan. Dengan kecepatan dan kelincahannya pemain yang musim lalu membela Persikabo Bogor itu mengobrak-abrik pertahanan Mahesa Jenar. Aksi-aksinya yang licin bak belut sulit dihentikan para pemain belakang tuan rumah.Dalam pertandingan kemarin PSIS sebagai tuan rumah memang bermain kurang meyakinkan. Idrus Gunawan dkk sering membuat kesalahan sendiri, baik salah pengertian antarpemain maupun salah umpan. Kesalahan tersebut menjadi keuntungan tersendiri tim asuhan Mustaqim.’’Pertandingan perdana memang sulit. Pemain terbebani sehingga bermain tidak seperti yang diharapkan,’’ ujar pelatih Edy Paryono.Permainan cepat dengan umpan-umpan pendek satu dua sentuhan yang biasa diperagakan Idrus Gunawan dkk tidak terlihat. Mereka cenderung melakukan umpan-umpan panjang dari lini belakang ke lini depan dengan target Gaston Castano atau Salomon. Tentu saja itu mudah diantisipasi oleh pemain belakang PKT, khususnya Wilfreido yang posturnya tinggi sehingga selalu menang dalam duel bola atas.Kejelian dan kecerdikan pelatih PKT Mustaqim menjadikan lini tengah tuan rumah tidak hidup sehingga permainannya tidak berkembang. DimatikanPlaymaker PSIS Alex Daniel yang menjadi sentral permainan Mahesa Jenar dimatikan. Sepanjang pertandingan pemain asal Uruguay itu mendapat kawalan ketat dari pemain lini tengah tim berjuluk Laskar Khatulistiwa itu.Jumadi Abdi sukses menjalankan tugasnya menempel Alex. Itu membuat pasokan bola dari lini tengah ke depan sangat minim. Selain berhasil mematikan lini tengah PSIS, Jumadi menjadi inspirator saat menyerang. ’’Memang ada instruksi khusus dari saya untuk mematikan Alex Daniel. Itu agar tidak ada suplai dari lini tengah ke lini depan. Jadi yang terlihat sepanjang pertandingan hanya umpan-umpan panjang dari belakang ke depan,’’ jelas Mustaqim.Di babak pertama, tim kebanggaan warga Semarang nyaris tanpa peluang emas. Justru tim tamu yang bermain lepas mampu menciptakan beberapa peluang emas. Beruntung kiper Agus Murod yang sore itu tampil cemerlang mampu mematahkan peluang emas dari Miftakul Huda dkk. Di babak kedua, masuknya Prananda Aditya menggantikan Sumaryanto menjadikan permainan PSIS lebih hidup. (H13, H54-27/suara merdeka)

Sunday, 13 July 2008

PSIS Menyerang

PSIS Usung Strategi Menyerang
SEMARANG- Menyerang untuk menang. Strategi itu akan diusung pelatih PSIS Edy Paryono menghadapi PKT Bontang pada laga perdana Liga Super Indonesia (ISL) 2008 di Stadion Jatidiri, sore ini. Raihan tiga poin dari pertandingan pertama sangat penting guna mendongkrak motivasi dan kepercayaan diri Idrus Gunawan cs di partai-partai berikutnya.”Kami ingin mengawali kompetisi dengan baik. Wajar jika tim ini ditarget menang di kandang. Untuk menang, kami harus menyerang sejak menit awal,” ungkap Paryono seusai latihan, kemarin.Mantan pelatih Persipur Purwodadi itu mengaku lega menjelang laga. Pasalnya, surat pengesahan pemain dari Badan Liga Indonesia (BLI) yang ditunggu sudah terbit. Seluruh pemain yang didaftarkan sebanyak 22 orang bisa bermain. Onambele Jules yang baru direkrut seminggu sebelum kompetisi digelar tak termasuk dalam daftar pemain yang disahkan. Gelandang bertahan asal Kamerun itu dipastikan absen.Dengan terbitnya surat itu, Paryono tak kesulitan menyusun komposisi pemain sesuai harapannya untuk mendukung skema 4-4-2 flat. ”Tak masalah Onambele absen. Kami tak mengandalkan pemain bintang, melainkan lebih pada kolektivitas permainan. Materi pemain PSIS memang sangat terbatas,” terangnya.Dia menilai tim tamu patut diwaspadai. Seperti skuad Mahesa Jenar, materi tim asuhan Mustaqim tersebut juga didominasi pemain muda. Mereka dipastikan memiliki fighting spirit tinggi di setiap pertandingan. Menurut pelatih yang akrab disapa EP itu, tak ada personel lawan yang bakal mendapat kawalan khusus. Seluruh pemain PKT dinilainya punya potensi mencetak gol sehingga wajib diwaspadai. ”Imral Usman salah satu pemain terbaik PKT. Dia juga sudah mengenal karakter PSIS. Namun, dia tak akan mendapat perhatian khusus. Kami hanya mewaspadai mereka yang membawa bola,” tandasnya.(H13, H54-78/Suara Merdeka)

PKT vs PSIS

PKT Hanya Targetkan Seri
SEMARANG-PKT Bontang hanya menargetkan hasil seri saat menghadapi PSIS pada laga perdana Kompetisi Superliga di Stadion Jatidiri, sore nanti. Sebagai tim tamu ditambah absennya striker asing Jemes Salinsa Debbah, pelatih Mustaqiem memilih realistis.”Menghadapi PSIS di kandang sendiri tidak mudah. Tapi bagaimanapun kami akan mencoba meraih poin, minimal satu,” ujarnya setelah mencoba lapangan Stadion Jatidiri, kemarin.Tidak berbeda dari tuan rumah, materi tim berjuluk Laskar Khatulistiwa itu musim ini sebagian besar pemain muda. Kegagalan menembus sembilan besar dalam kompetisi Divisi Utama musim lalu membuat manajemen melakukan perombakan total.Dalam laga antara sesama ”tim pengganti” sore nanti Mustaqiem mengaku tidak memiliki strategi khusus menghadapi PSIS yang dipastikan bermain ngotot. Keagresifan tim tuan rumah akan coba dihadapi dengan kolektivitas dan semangat pantang menyerah.”Terus terang, kami buta terhadap kekuatan PSIS musim ini. Tapi yang pasti, PSIS adalah tim bagus,” kata Mustaqiem yang musim lalu mengarsiteki Mitra Kukar itu.Pada pertandingan nanti PKT dipastikan hanya akan menurunkan dua dari tiga pemain asingnya, yaitu stoper Wilfrido Galeano (Paraguay) dan striker Jossiah Seton (Kamerun). Satu pemain lagi Jemes Salinsa Debbah (Liberia) dipastikan tidak bisa tampil karena masih mengurus Kartu Izin Tinggal Sementara (Kitas) dan visa. (H13,H54-27/Suara Merdeka)

Persijap Main Awal

Hendro: Main di Kandang Harus Menang
JEPARA-Beban berat ada di pundak Persijap Jepara yang akan menjalani laga perdana Djarum Indonesia Super League 2008/2009 dengan menjamu Persik Kediri di Stadion di Stadion Gelora Bumi Kartini, Ujung Batu, Jepara, sore nanti. Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM sudah mematok target wajib menang di partai kandang.”Seluruh warga Jepara selalu berharap Persijap dapat memenangi setiap pertandingan, terutama di kandang,” kata Bupati saat memimpin apel ribuan warga di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Apel yang dihadiri muspida plus, dinas dan instansi, camat, pelajar, dan tokoh masyarakatitu mencanangkan HUT Ke-63 RI dan peresmian pengunaan stadion. Hedro, mantan ketua umum Persijap mengingatkan pembangunan stadion yang dimulai 2003 menghabiskan dana sangat besar. Data di Dinas Pekerjaan Umum menyebutkan Rp 24 miliar. Dana itu akan terus membengkak karena proses pembangunan dan penambahan fasilitas terus berjalan. ”Kami berharap Laskar Kalinyamat dapat mengimbangi dengan prestasi yang bagus di kompetisi super liga,” ujar Hendro.Tak TerbebaniPelatih Persijap Junaidi setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini, sore kemarin, mengatakan tak merasa terbebani oleh target menang di kandang. ”Itu hal wajar. Kami mohon doa restu seluruh warga Jepara agar Persijap dapat menjalani pertandingan pertama dengan baik dan memenuhi harapan warga,” katanya.Evaldo dkk sore kemarin berlatih ringan. Antara lain mengeksekusi bola-bola mati. Seluruh pemain pilar dalam kondisi siap tempur. Lawan yang dihadapi Persijap bukan tim sembarangan. Persik baru saja menjadi juara pada turnamen pemanasan menjelang kompetisi Liga Indonesia 2008. Selain itu, latih tanding dengan tim asal Australia. Pelatih tim berjuluk Macan Putih asal Moldova, Arcan Iurie Anatolivici, tak gentar main di kandang Persijap. ”Seluruh tim ingin menang. Kami juga begitu. Hanya sebelum pertandingan besok (sore nanti-Red) saya tak akan komentar dulu,” kata Arcan setelah memimpin Harianto dkk berlatih, kemarin. (kar-27/Suara Merdeka)

Hasil Laga Perdana

Arema Menang, Sriwijaya dan Pelita Tertahan
PALEMBANG-Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura bermain seri 2-2 dalam duel pembuka kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, kemarin. Sementara itu di Stadion Jalak Harupat Bandung Pelita Jaya ditahan imbang 1-1 tamunya Persiba Balikpapan, sedangkan Persita Tangerang ditaklukkan Arema Malang 2-0.Laskar Wong Kito yang tampil di kandang dan mendapat dukungan dari suporter fanatiknya gagal memetik poin penuh.Menit 36 gol pertama ajang Liga Super dilesakkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah yang mendapat umpan dari Eduard Ivakdalam. Ernest yang berdiri di tengah kotak penalti langsung melesakkan tendangan keras ke gawang Sriwijaya FC, 1-0 untuk Persipura.Pada menit 40 Laskar Wong Kito menyamakan kedudukan melalui Obiora melalui placing bolanya ke pojok kiri gawang Persipura yang sulit dijangkau kiper Jendry Pitoy. Di babak kedua pemain Mutiara Hitam lebih gencar menyerang. Hasilnya, menit 52 Beto membuat timnya unggul. Mendapat umpan dari Da Rocca ia menerobos kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Skor 2-1 untuk Persipura.Namun menit 79 anak-anak asuhan pelatih Rahmad Darmawan menyamakan kedudukan. Dari sektor kanan Obiora memberikan umpan kepada Ngon A Djam yang berdiri bebas di depan gawang. Dengan leluasa Ngon menyundul bola ke gawang Persipura. Kedudukan berubah menjadi 2-2 dan skor tidak berubah hingga wasit Setiono meniup peluit panjang.Laga Pelita Jaya-Persiba diwarnai kericuhan. Setelah pertandingan Johan Ibo, pemain cadangan Pelita berusaha menyerang Robie Gaspart, pemain Persiba tetapi bisa dilerai. Sebelumnya, di menit 65 pemain kedua tim nyaris tawuran. Para pemain Pelita Jaya tak terima strikernya Cristiano Lopes dilanggar Gaspart. Pelita Jaya unggul terlebih melalui penalti Lopes di menit 64. Musafrie menyelamatkan Persiba lewat golnya di injury time. Gol Arema yang mengempaskan Persita diborong penyerang Emile Mbamba pada menit 15 dan 50. (wgm,dwi-27/Suara Merdeka)

Thursday, 3 July 2008

Awano Out

Martin dan Awano Dipulangkan
SEMARANG- PSIS resmi merekrut Didik Darmadi. Mantan pemain Persedikab Kabupaten Kediri yang direkomendasikan pelatih Edy Paryono itu telah sepakat dengan tawaran manajemen. Dia langsung menandatangani kontrak dengan manajemen.Nasib baik Didik ternyata tidak diikuti dua pemain asing pelamar, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun). Mereka tidak lolos seleksi sehingga dipulangkan. Sebagai gantinya, rencananya hari ini pasukan ”Mahesa Jenar” akan kedatangan pelamar yang berposisi sebagai gelandang bertahan.”Negosiasi dengan Didik sebetulnya sudah dilakukan sebelum dia datang ke Semarang untuk mengikuti seleksi di PSIS. Begitu pelatih merekomendasikannya, dia langsung tanda tangan kontrak,” terang Manajer Tim Senior Setyo Agung Nugroho, kemarim.Dengan bertambahnya pemain yang dikontrak, Agung berharap kelemahan di sektor sayap kanan bisa teratasi. Meski bertubuh kecil, kemampuan personel baru itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia punya kecepatan, umpan crossing matang, serta naluri golnya cukup tinggi. Dua pemain asing pelamar, Martin dan Awano, sebetulnya juga punya kualitas relatif bagus. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Martin unggul di skill individu, sedangkan Awano menang dalam power. Sayang, karakter permainan mereka tidak sesuai dengan yang diinginkan pelatih.Mantan arsitek Persipur Purwodadi itu ingin gelandang bertahan yang punya kecepatan sekaligus kekuatan. ”Tim pelatih masih ragu-ragu. Daripada ragu-ragu, kami memutuskan untuk memulangkannya saja. Kami tidak mau memaksakan diri,” ungkapnya.Lebih lanjut Agung mengemukakan, manajemen dan pelatih tidak mau perekrutan pemain asing hanya untuk memenuhi kuota yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI). Jika kualitasnya masih meragukan sehingga tidak bisa mengangkat performa tim, lebih baik dipulangkan. ”Dengan dipulangkannya mereka, berarti pelatih dituntut untuk bisa memaksimalkan pemain lokal di posisi gelandang bertahan,” katanya.Rencananya, hari ini PSIS akan kembali kedatangan pelamar lokal untuk posisi gelandang bertahan. Agung belum tahu nama pemain itu. Hanya dia menyatakan pemain tersebut merupakan mantan personel Persibat Batang. Namun, lantaran ”Laskar Banteng Alas Roban” mengundurkan diri dari Kompetisi Divisi Utama, dia mengadu nasib di Semarang. Ke JakartaSementara itu, empat pemain asing mulai besok akan menjalani tes kesehatan dan fisik sesuai ketentuan Badan Liga Indonesia. Tes kesehatan dilakukan di Rumah Sakit Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sedangkan tes fisik akan dilakukan di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Keempat ekspatriat tersebut adalah Edson Leonardo, Alex Daniel, Gaston Castano dan Borgondo Salomon. Mereka dijadwalkan mengikuti tes selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (5/7) lusa. Direncanakan, Gaston cs akan berangkat ke Jakarta sore ini. ”Hari pertama mereka akan menjalani tes kesehatan. Besoknya, baru tes fisik,” kata Agung.Sesuai dengan ketentuan dari BLI, pemain asing yang telah didaftarkan diharuskan menjalani tes kesehatan dan fisik. Hasil dari kedua tes tersebut, menjadi salah satu kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang pemain. Jika gagal pada kesempatan pertama, BLI masih memberikan dua kali kesempatan lagi untuk menjalani tes.Namun demikian, Agung optimistis empat pemain asingnya lolos. Hal itu didasarkan pada kemajuan dari latihan yang selama ini dilakukan. Ditambahkannya, yang mungkin dirasakan berat adalah tes fisik karena seorang pemain harus mencapai standar Vo2Max yang ditetapkan oleh BLI. (H13, H54-22/Suara Merdeka)

Wednesday, 2 July 2008

Didik Darmadi ke PSIS

Didik Direkomendasi Paryono
SEMARANG-Hari ini manajemen PSIS akan melakukan negosiasi dengan Didik Darmadi menyusul rekomendasi yang diberikan pelatih Edy Paryono, kemarin. Didik, sayap kanan yang musim lalu membela Persedikab Kabupaten Kediri dinilai memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tim saat ini.”Manajemen segera melakukan pembicaraan kontrak dengan Didik. Kami berharap, negosiasi tidak terlalu lama, karena sebelum menjalani seleksi dia sudah diberitahu mengenai kondisi PSIS,” kata Manager Tim Senior Agung Setyo Nugroho menanggapi keluarnya rekomendasi terhadap pemain tersebut.Dia berharap nasib dua pelamar lain, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun) dapat segera diputuskan mengingat Kompetisi Superliga 2008 segera dimulai.Hingga dua pekan sebelum kompetisi digelar, posisi sayap kanan memang menjadi salah satu kendala di tubuh pasukan ”Mahesa Jenar”. Harapan sempat muncul seiring dengan kedatangan Fajar Listiyantoro. Namun ketidaksepakatan nilai kontrak membuat mantan pemain PSS Sleman tersebut urung bergabung.Paryono mengatakan, meski Didik belum memiliki pengalaman bermain di Divisi Utama, skill dan kemampuan yang dimiliki cukup baik.”Dari beberapa pemain yang melamar untuk posisi sayap kanan, dia memiliki karakter dan kemampuan yang paling sesuai. Makanya, Didik kami rekomendasikan kepada manajemen untuk dinegosiasi,” katanya.Kemampuannya terlihat saat laga uji coba melawan PSIS U-21 beberapa waktu lalu. Kerja sama yang dibangun dengan para pemain lain, baik di lini belakang, tengah maupun depan relatif baik. Bahkan dia menyumbang satu gol di pertandingan yang berakhir dengan skor 6-1 itu.KarakterUntuk dua pelamar lain, yaitu Martin dan Awano, Paryono masih membutuhkan waktu untuk memberikan keputusan. Mereka punya kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Martin punya skill individu bagus. Sedangkan Awano memiliki power. Meski demikian, dipastikan pada akhir minggu ini satu dari dua pemain tersebut akan segera direkomendasikan kepada manajemen.”Keduanya punya kemampuan bagus. Tetapi, kami ingin melihat beberapa aspek lagi. Itu untuk menentukan siapa di antara mereka yang cocok dengan karakter permainan PSIS,” ujar mantan asisten pelatih timnas tersebut.Seraya melakukan penilaian terhadap kemampuan dua ekspatriat pelamar itu, minggu ini PSIS masuk pada fase pemantapan tim. Menu latihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan soliditas antarpemain di samping mempertahankan performa tim sebelum laga perdana melawan PKT Bontang pada 13 Juli mendatang. (H13,H54-22/Suara Merdeka)

Tuesday, 17 June 2008

PSIS dan PKT Lolos

Tiket Superliga Didapat
JAKARTA-PSIS Semarang dan PKT Bontang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti Kompetisi Superliga 2008, sebagai pengganti Persiter Ternate dan Persmin Minahasa yang mundur. Hal tersebut disampaikan Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla di kantornya, Kuningan, Jakarta, kemarin. Kompetisi itu akan mulai bergulir pada 12 Juli 2008.”Berdasarkan hasil penilaian tim verifikasi BLI dan atas persetujuan Komite Eksekutif, akhirnya kami menetapkan PKT dan PSIS menjadi pengganti tim yang tidak ikut Superliga. Total poin dua klub itu ada di peringkat pertama dan kedua, dalam lima aspek verifikasi BLI yang penilaiannya dipimpin Saudara Djoko Driyono,” kata Andi, dalam acara yang juga dihadiri anggota Komite Eksekutif Mafirion dan Direktur BLI Djoko Driyono. Dalam keterangan resminya Andi menjelaskan lima aspek penilaian itu meliputi supporting team, infrastruktur, administrasi dan personel, keuangan, serta legal. Total nilai PKT 379,316, disusul PSIS dengan poin 360,638.Lima klub yang tidak lolos adalah PSS Sleman (335,768), Persis Solo (316,313), Semen Padang (279,413), Persebaya Surabaya (248,008), dan Persikabo Kabupaten Bogor (122,251).”Pada hari Jumat (13/6) lalu, anggota Komite Eksekutif PSSI mengadakan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Nirwan D Bakrie. Dari rapat tersebut dihasilkan keputusan bahwa Superliga tetap diikuti oleh 18 klub. Diputuskan pula mengenai segera dimulainya sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru,” kata Mafirion, membuka acara jumpa pers. Pedoman DasarSosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru kepada seluruh anggota dilakukan mulai minggu ketiga Juni 2008. ”Sosialisasi ini akan berlangsung hingga Agustus 2008. Sementara untuk penetapan jadwal dan pelaksanaan di lapangan, akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif yang akan digelar dua hari mendatang,” lanjut Mafirion. ”Tujuannya supaya semua anggota memahami. Misalnya, saat ini anggota Komite Eksekutif langsung dipilih oleh mereka. Hak suara juga berkurang dari enam ratus menjadi 118. Jadi, tidak ada tawar-menawar lagi, karena semua sudah final,” tambahnya. Dia menjelaskan, semua hal yang diminta oleh AFC dan FIFA telah dipenuhi PSSI. Saat ini PSSI masih menunggu surat pemberitahuan dari AFC tentang waktu pengesahan Pedoman Dasar dalam munaslub. ”AFC dan FIFA meminta kita melaksanakan sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru. Selanjutnya AFC akan memberi tahu kapan munaslub dilaksanakan untuk pengesahan. Hal ini disampaikan mereka kepada anggota Komite Eksekutif Ibnu Munzir dan M. Zein serta Sekjen Nugraha Besoes saat berada di Australia bulan lalu,” ungkap Mafirion. (wgm-22)

Monday, 16 June 2008

Persijap jajal Arema

23 Pemain Dibawa ke Malang
JEPARA- Sebanyak 23 pemain Persijap Jepara dibawa ke Malang, tadi malam. Mereka bersiap menghadapi Arema Malang dalam partai uji coba di Stadion Kanjuruhan. Empat pemain asing yang telah direkrut, juga dibawa. Pertandingan akan digelar Rabu lusa. Kemajuan pemain inti dan pelapis akan dilihat dalam pertandingan itu.’’Kami ingin mengevaluasi bagaimana kinerja tim setelah tiga bulan latihan. Saya menilai Arema akan banyak memberikan kontribusi untuk melihat kelemahan yang harus kami tutup,’’ kata Pelatih Junaidi, sebelum meninggalkan Jepara. Satu pemain yang tidak dibawa adalah Dimas Pribadi. Gelandang muda yang pernah memperkuat tim U-23 itu masih berkutat dengan cedera lutut. Belum ada kesimpulan dari tim medis, apakah pemain kelahiran Jepara itu bisa tampil pada laga-laga awal Kompetisi Superliga. Junaidi menjelaskan, empat pemain asingnya, yaitu Evaldo, Arnaldo ’’Aldo’’ Vilalba, Pablo Francis, dan Carlos ’’Charli’’ Raul akan dilihat perannya bersama para pemain domestik. Sejauh ini, harapan besar masih bertumpu pada empat ekspatriat yang masing-masing mengisi lini belakang, tengah, dan depan.Namun, mereka masih butuh banyak adaptasi dengan para pemain baru lainnya, guna membentuk karakter permainan yang cepat dan keras.’’Semua lini akan menjadi bahan evaluasi saya,’’ jelas Junaidi.Gelandang BertahanDia ingin mengkaji bagaimana efektivitas Aldo di tengah bersama Francis, Donny Siregar dan Enjang Rohiman, serta Charli dipadukan dengan Ilham Hasan atau Noorhadi dan Johan Joansyah. Peran Nurul Huda di kanan, M Irfan atau Isdiantono di kiri masih menjadi sorotan. Yang paling penting, pelatih ingin melihat bagaimana jika satu, dua atau tiga dari empat pemain tengah itu ditarik keluar dan digantikan cadangannya. Sejauh ini dia masih membutuhkan satu gelandang bertahan domestik. Pertimbangannya, untuk mengisi jika satu atau dua pemain tengah itu absen. Setidaknya peran Chanif Muhajirin dan Junaidi Tagor akan dilihat. Sabtu lalu, Junaidi mengajak diskusi seluruh pemainnya. Dia ingin mengetahui seluruh persoalan yang mungkin ada di benak para pemain, tak terkecuali aspek psikisnya. Hal itu dilakukan agar seluruh pemain benar-benar total dalam membela klub barunya. Wakil Sekretaris Tim Nur Jamil mengatakan, dua pemain asing, yakni Francis dan Charli hingga kemarin belum tuntas surat keluar dari klub lamanya di Bolivia dan Kolombia. Namun agen dua pemain tersebut menyatakan telah mengurusnya. Kepada Persijap, agen itu menyatakan siap memenuhinya dalam dua pekan ini, termasuk soal sertifikat tranfer internasional (ITC). (H15-22/sm)

Persib Siap Tampil

Turnaman HUT Surabaya Tanpa Kehadiran PSM
BANDUNG-Persib Bandung dipastikan mengikuti turnamen HUT Kota Surabaya yang akan berlangsung pada 18-22 Juni mendatang. Menurut pelatih Jaya Hartono, baru-baru ini, turnamen itu akan dijadikan ajang untuk memantapkan persiapan Suwita Patha dkk menuju kompetisi Superliga.Namun, tujuan utamanya adalah melakukan tes terhadap striker asing yang melamar. Dia adalah Rafael Bastos. Vonis layak tidaknya pemain asal Brasil itu akan ditentukan dalam kejuaraan yang bakal diikuti empat kesebelasan itu.Rencana awalnya, kejuaraan tersebut bakal diikuti Persib, PSM Makassar, Persija Jakarta Pusat dan tuan rumah Persebaya. Tetapi, kemarin, PSM memutuskan menolak berlaga. Hal itu dikemukakan Asisten Manajer Suhardi Hamid di Makassar, Minggu kemarin.Akomodasi Alasannya, pengeluaran dana untuk mengikuti uji coba di luar kandang selama ini sudah terlalu besar, sementara kompetisi Superliga 2008 akan bergulir dalam waktu dekat sehingga manajemen menganggap tidak perlu mengikuti turnamen tersebut, dan lebih memfokuskan diri pada persiapan yang lebih matang lagi untuk kompetisi.Selain itu, penolakan mengikuti turnamen tersebut karena panitia pelaksana mengingkari janjinya semula. mereka ternyata tidak menanggung akomodasi dan tiket Makassar-Surabaya PP seperti yang disampaikan sebelumnya. “Tak apa PSM tidak ikut dalam turnamen HUT kota pahlawan, Surabaya tahun ini. Kan masih banyak kesebelasan besar lainnya yang bisa menggantikan,” katanya.Turnamen ini disponsori Diadora, produsen alat-alat olahraga terkenal asal Italia.(dwi,ant-22/sm)

Wednesday, 11 June 2008

Batoum ke Persela

Seleksi Batoum Roger-Peter Ogum
LAMONGAN - Setelah melepas striker asal Argentina Luciano Ulier, Persela Lamongan kini intensif berburu pemain asing. Dua striker pun masuk daftar bidikan pengurus tim berjuluk Laskar Joko Tingkir tersebut.Kedua striker itu, Batoum Roger, mantan striker Persikabo Bogor dan Persija Jakarta, serta Peter Ogum Igbagri asal Nigeria. Kemarin, Peter sudah menampakkan diri dalam latihan di Stadion Surajaya kemarin sore. Latihan itu disaksikan Ketua Umum Persela Masfuk. Bahkan, dalam kesempatan itu Masfuk meminta pemain keling tersebut langsung masuk lapangan, meski baru tiba di Kota Soto ini. Berdasarkan biodata yang masuk ke pengurus Persela, Peter berusia 23 tahun, memiliki tinggi badan 182 sentimeter dan berat 75 kilogram. Klub terakhir yang dia perkuat adalah Akwa United FC, anggota Liga Utama Nigeria. Selama musim kompetisi 2006-2007, dia mengaku mengoleksi 15 gol. ''Saya belum bisa menilai kemampuannya karena dia baru saja datang,'' kata pelatih Persela M Basri kepada Radar Bojonegoro kemarin.Menurut dia, Peter akan diberi waktu seminggu untuk bisa diseleksi kemampuannya. ''Bisa jadi dia akan diajak ikut ke Jakarta untuk pertandingan uji coba sambil diseleksi kemampuannya,'' ujar dia.Sementara untuk Batoum Roger, lanjut pelatih asal Makasar itu, baru datang ke Lamongan pagi ini. ''Sebenarnya dia akan datang hari ini (kemarin, Red). Karena pesawatnya dari Jakarta ada kendala, sehingga diundur sampai besok (pagi ini, Red),'' katanya.Basri menjelaskan, Batoum kepada pihak Persela mengaku hanya butuh waktu dua sampai tiga hari untuk bisa menunjukkan kemampuannya. ''Dia mengatakan seperti itu, tetapi saya akan lihat dulu. Meski dia dinilai sebagai pemain bagus tetapi saya tetap ingin melihat kemampuannya yang sesungguhnya terlebih dahulu,'' jelasnya.Sementara itu, dalam latihan kemarin, Masfuk kembali ''mengultimatum'' Marcio dkk agar benar-benar serius mengangkat Persela di pentas superliga. ''Saya ingatkan lagi, Anda merupakan pemain terbaik karena menjadi pemain superliga. Sehingga kalian harus serius dan selalu menjaga kekompakan tim untuk mengangkat Persela,'' katanya. (feb/jppn)

Pelatih Well Come

Bambang Sambut Antusias
MALANG - Rencana kedatangan Esaiah Pello Benson disambut antusias pelatih Arema Bambang Nurdiansyah. Dengan segera bergabungnya pemain Timnas Liberia tersebut, maka kebutuhan satu pemain asing di sektor playmaker akan segera tertutupi.Menurut mantan pelatih PSIS Semarang itu, Benson memang merupakan pemain rekomendasinya. Sehingga Benson tak perlu mengikuti seleksi seperti playmaker asing lainnya. Terakhir, Bambang mencoret tiga nama seleksi asing yakni Carlos Aliberto Gomes (Argentina), Eppala Jordan Claude (Kamerun), dan Alberto Castellani (Italia). "Saya sudah tahu kualitas Benson jadi tak perlu seleksi. Saat ini dia sedang di Singapura mengurus visa. Begitu selesai urusannya, dia akan saya suruh langsung ke Madiun (tempat training centre Arema)," ungkap Bambang.Bila Benson benar-benar bergabung dengan Arema, maka lima pemain asing Singo Edan semuanya berasal dari Afrika. Tiga pemain dari Kamerun yakni Emile Bertrand Mbamba, Emaleu Serge, dan Aaron Nguimbat. Sedangkan satu pemain lainnya berasal dari Guinea yakni Souleymane Traore.Itu artinya, untuk pertama kalinya dalam sejarah Arema, semua pemain asingnya berasal dari Afrika. Biasanya dalam setiap musim yang selalu dilaluinya, pemain asing yang bergabung dengan Arema merupakan pemain kombinasi dari beberapa benua. Selain Afrika, juga terdapat pemain dari Amerika Latin. Pemain asal Australia juga pernah bergabung dengan tim yang didirikan pada 1987 tersebut.Apakah itu pertanda bahwa Bambang menyukai pemain tipikal dari benua hitam tersebut? Dengan tegas mantan pemain Pelita Jaya tersebut menolak anggapan bahwa dia fanatik terhadap pemain Afrika. "Di PSIS dulu saya pernah menggunakan tenaga Emanuel de Porras, dia merupakan pemain asal Argentina," elak Bambang.Saat melatih PSIS pada 2005 lalu, Porras merupakan satu-satunya pemain asal Amerika Latin. Sedangkan empat pemain lainnya berasal dari Afrika yakni Anthony Jomah Ballah, Benson, Fofee Kamara, dan Abdoulaye Djibril. "Pelatih akan sangat kelihatan bodoh jika dia hanya senang dengan tipikal pemain-pemain dari benua tertentu," papar dia.Sebenarnya, untuk karakter playmaker asing Arema, dia mengaku membutuhkan pemain asal Amerika Latin. Hanya saja, keinginannya untuk mencari pemain Amerika tak bisa terpenuhi pada musim ini. Itu karena nilai yang ditawarkan dianggap mahal. Pada akhir April lalu Bambang sudah merekomendasikan nama Javier Rocha dari Cile ke manajemen Arema. Namun karena buntunya negosiasi, pemain berusia 30 tahun tersebut gagal merumput di Arema. (fir/abm/jppn)

Benson ke Madiun

Benson Langsung Merapat ke Madiun
MALANG - Playmaker asing yang ditunggu-tunggu pelatih Arema Bambang Nurdiansyah bakal segera merapat ke Madiun. Rencananya, dia akan langsung mengikuti training centre (TC) bersama-sama Suroso dan kawan-kawan di kota brem tersebut.Siapa pemain yang bakal segera merapat ke Madiun? Siapa lagi kalau bukan pemain yang direkomendasikan Bambang. Yakni Esaiah Pello Benson, pemain asal Liberia. Kabarnya, pemain kelahiran 1984 tersebut sudah berada di Singapura. "Benson sudah ada di Singapura untuk mengurus visa," kata Alex Banmou, agen pemain di bawah Bangun Sportindo.Menurut Alex, bila visa Benson sudah selesai, maka dalam waktu dekat pemain Timnas Liberia tersebut akan langsung meluncur ke Madiun. "Mungkin dalam minggu ini dia sudah bergabung dengan Arema. Dia (Benson) bukan pemain seleksi, jadi akan langsung negosiasi," tambah pria asal Kamerun tersebut.Alex juga mengatakan bahwa antara Arema dan Benson sudah terjadi proses negosiasi harga. Dan sudah tercapai kesepakatan harga melalui telepon. Tapi tanda tangan kontrak baru akan dilakukan jika Benson sudah benar-benar bergabung dengan Arema.Sebenarnya Benson sudah dijadwalkan tiba di Malang pada awal Mei lalu. Namun kedatangannya terus tertunda karena tenaganya dibutuhkan Timnas Liberia guna mempersiapkan diri dalam persiapan Pra Piala Dunia. Bahkan nama Benson sempat dimasukkan kotak karena jadwal kedatangannya kala itu tak ada kejelasan. Karenanya, manajemen dan pelatih sempat berburu pemain dengan menggelar seleksi. Namun, dari belasan pemain yang mengikuti seleksi, tak satu pun yang dinilai berkualitas oleh Bambang.Francis Yonga, sub agen yang membawa Marcellin Gaha Djiadeu dan Eppala Jordan Claude ke Arema mengatakan, dua pemainnya dicoret bukan karena kualitasnya yang jelek. "Gaha merupakan pemain bagus. Tapi, siapapun tahu kalau Bambang memang sudah menunggu Benson," jelas Yonga. (fir/abm/jppn)

Pelatih Gusar

Pelatih Superliga Mulai Gusar
JAKARTA - Para pelatih kontestan Superliga 2008 gusar karena merasa agenda mereka terganggu. Pangkal kegusaran itu pun cukup jelas. Yakni, belum adanya penetapan peserta dan rilis jadwal Superliga 2008.Saat ini, memang ada 16 tim yang dinyatakan lolos verifikasi. Hanya, palu belum sepenuhnya diketok oleh Badan Liga Sepak Bola Indonesia (BLI). BLI masih menunggu keputusan komite eksekutif PSSI. Terutama, menyangkut jumlah pasti peserta Superliga 2008. Karena menunggu itu pula, BLI tak kunjung melansir jadwal Superliga. "Secara teknis, kami sangat terganggu dengan situasi ini," kata pelatih Persija Jakarta Danurwindo. "Agenda kami banyak berubah karena jadwal kompetisi yang belum juga diumumkan," keluh Fandi Ahmad, pelatih Pelita Jaya Jawa Barat.Menurut Fandi, Juni ini Pelita sebenarnya berencana tryout ke Singapura. Tapi, lantaran jadwal kompetisi belum juga keluar, Pelita membatalkannya. Mereka menggantinya dengan melakukan tur ke Jogjakarta. "Kami tidak mau ambil risiko," sebut Fandi.Kegusaran yang cukup wajar. Sebab, tanpa kepastian jadwal kompetisi, mereka jadi ragu-ragu dalam menjalankan program latihan yang telah disusun. Terutama, menyangkut penentuan peak performance anak didiknya.Tanpa panduan jadwal kompetisi, para pelatih jelas sangat sulit menentukan program latihan. Pasalnya, jika peak performance itu sudah ditetapkan, dicapai pada saat tertentu, tapi ternyata waktu yang dimaksud itu tidak sesuai dengan jadwal kompetisi, permainan tim bisa amburadul.(fim/ko/jppn)

Sriwijaya KO

Sriwijaya Canggung Formasi Baru
JAKARTA - Sriwijaya FC Palembang belum kembali ke permainan terbaiknya. Masih banyak hal yang perlu dievaluasi dari kinerja jawara Liga dan Copa Indonesia musim 2007 tersebut. Kondisi itu tergambar dalam uji coba melawan Pelita Jaya Jawa Barat di Stadion Lebak Bulus, Jakarta, kemarin (10/6).Sang arsitek Rahmad Darwaman bahkan menyebut anak didiknya minim improvisasi. Padahal, saat kompetisi musim lalu, dia menilai Benben Berlian dkk kaya improvisasi. "Organisasi permainan sudah lebih baik. Tapi, sentuhan bola anak-anak belum kembali," ujarnya.Pelatih berusia 41 tahun tersebut melihat anak asuhnya belum sepenuhnya terlepas dari beban latihan fisik sebelumnya. Meski, latihan itu telah dilalui. Selain itu, para punggawa Sriwijaya FC masih canggung dengan formasi baru yang diterapkan oleh Rahmad. Untuk menghadapi kompetisi Superliga, Rahmad memang telah merancang pola 4-1-4-1 bagi tim besutannya. "Semoga dengan waktu yang tersisa, sentuhan anak-anak segera kembali," harapnya.Dalam uji coba kemarin, Sriwijaya FC harus puas dengan hasil imbang 2-2 (2-1). Laskar Wong Kito -julukan Sriwijaya FC- unggul lebih dulu saat pertandingan baru berjalan satu menit berkat gol Zoubairo. Sembilan menit kemudian, Pelita mampu membalas lewat Basri Badussalam.Tujuh menit sebelum turun minum, Sriwijaya FC kembali unggul berkat eksekusi penalti Keith Kayamba. Namun sayang, keunggulan itu tidak mampu mereka pertahankan hingga pertandingan usai. Lima menit jelang bubar, gawang Sriwijaya FC dibobol oleh striker anyar Pelita Rudi Widodo.Hasil seri tersebut merupakan torehan kedua Sriwijaya FC dalam turnya ke Jawa. Sebelumnya, mereka ditahan imbang Persikab Bandung 1-1. Pada satu laga lainnya, Sriwijaya FC kalah ketika dibekuk Persib Bandung 0-1.(fim/ko/jppn)

Bastos di Persib

Seton Hilang Muncul Bastos

BANDUNG, TRIBUN-Keberadaan Josiah Seton di tim Persib masih jadi tanda tanya besar. Striker asal Liberia itu kini bahkan tak jelas rimbanya. Hingga Selasa kemarin, manajemen Persib mengaku masih kesulitan menghubungi Seton. Di tengah situasi tak jelas itu, muncul nama Rafael Albue Bastos, bomber asal Brasil yang ditawarkan oleh agen yang sama. "Kami nggak tahu Seton ada dimana. Beberapa kali kami menghubunginya ternyata handphone-nya nggak aktif. Ketika saya hubungi agennya, malah si agen menawarkan striker baru yang namanya Bastos," ungkap Wakil Manajer Persib H Umuh Muhtar, Selasa (10/6). Menurut Umuh, hingga kini pihaknya belum menentukan sikap terhadap Seton. Sebelumnya Pelatih Jaya Hartono mengisyaratkan, bakal memboyong dan menyeleksi mantan bomber PKT Bontang itu di turnamen HUT Persebaya Surabaya. Namun melihat perkembangan terakhir tampaknya hal itu menjadi tidak jelas. Sementara terkait Bastos, kata Umuh, pihaknya tidak bisa begitu saja merekrut yang bersangkutan. Paling tidak bomber yang terakhir kali membela klub Tubarao RS Brasil itu harus datang terlebih dulu ke Bandung."Ya gimana mau merekrut kalau kita nggak pernah lihat orangnya. Apalagi permainannya juga kita nggak tahu seperti apa," tandas Umuh. Dari data yang disampaikan kepada Umuh, Bastos memiliki tinggi badan 1,86 cm dengan berat 79 Kg. Catatan kariernya menunjukkan, dia hanya pernah bermain di klub-klub Brasil. Klub-klub itu antara lain, Tubarao RS, Santos FC, Bangu EC, dan Olario EC. Perburuan Persib terhadap striker impor tampaknya lebih banyak pada tataran wacana. Sejumlah nama telah mencuat ke permukaan tapi akhirnya tak satu pun yang jelas. Hanya satu nama, yakni Jairon Feliciano yang pernah merapat, yang akhirnya ditendang karena tak memenuhi syarat. Sebelumnya muncul juga nama Agu Casmir, striker asal Brasil berkebangsaan Singapura. Nama ini sempat dilontarkan oleh Jaya Hartono. Namun menurut H Umuh, pihaknya sulit menggaet Agu karena bomber keling itu ingin langsung direkrut tanpa seleksi. "Kita harus seleksi dulu dong, masa main rekrut begitu aja," tandas Umuh.(tribun jabar)

Persijap Buru Pemain

Perburuan Pemain Belum Usai
JEPARA- Perburuan pemain yang dilakukan Persijap belum akan usai. Sinyal kebutuhan personel baru dilontarkan arsitek tim Junaidi, usai melatih anak-anak asuhannya di Stadion Kamal Djunaidi, kemarin. Jika disetujui manajemen, pihaknya masih butuh seorang pemain domestik untuk posisi gelandang bertahan dan stoper asing. ”Ini hasil evaluasi kami,” katanya. Dia mengungkapkapn, untuk pemain domestik di posisi tengah ia hanya memiliki dua andalan, yakni Donny Siregar dan Enjang Rohiman. Dalam kompetisi ketat idealnya satu kesebelasan memiliki banyak pilihan pada posisi tertentu, sebagai antisipasi bagi dilakukannya rotasi.Donny, pemain asal Tapanuli yang kembali bergabung dengan ”Laskar Kalinyamat”, menempati posisi gelandang bertahan sejak musim 2007. Posisinya jarang tergantikan karena penampilannya stabil. Enjang Rohiman yang musim lalu menjadi personel Persib Bandung cenderung tampil sebagai gelandang menyerang. Persijap sebenarnya masih memiliki tiga pemain tengah domestik, namun mereka juga tidak spesialis untuk posisi bertahan. Tiga orang itu adalah Junaidi Tagor (eks pemain Persiba Balikpapan), serta dua putra daerah, Chanif Muhajirin dan Dimas Pribadi. Namun Dimas sudah beberapa pekan ini dibalut cedera lutut. Sayap Di tengah, dua pemain asing juga berkarakter sebagai gelandang menyerang. Mereka adalah Arnaldo ”Aldo” Vilalba (Paraguay) dan Pablo Francis (Argentina).Keduanya menempati posisi yang ditinggalkan Amarildo Souza dan Leandro Braga. ”Untuk pemain sayap dan depan saya pikir sudah cukup,” kata Junaidi yang menyambut baik bergabungnya M Irfan, sayap kiri yang akan menjadi andalannya. Sedangkan di lini belakang, pemain domestik yang ada diyakini cukup. Namun ia masih membutuhkan seorang stoper asing untuk menopang kinerja Evaldo Silva. Pemain domestik yang sudah ada di barisan ini adalah Sofyan Morhan, Anam Syahrul, Aji Nurpijal dan Catur Rintang. Sampai kini Persijap baru merekrut empat pemain asing. Di luar proses perekrutan pemain manajemen pekan ini masih berkonsentrasi mengatasi persoalan pencairan dana dari APBD 2008 sebesar Rp 10 miliar. Bendahara Tim Suko Santoso mengatakan, Persijap telah merekrut 23 pemain dan mereka harus mendapatkan haknya berupa gaji pada Juni ini. Karena itu ia kini mengupayakan bisa mencairkan dana tersebut. (H15,J4,kar-22)