Sunday, 13 July 2008

Persijap Main Awal

Hendro: Main di Kandang Harus Menang
JEPARA-Beban berat ada di pundak Persijap Jepara yang akan menjalani laga perdana Djarum Indonesia Super League 2008/2009 dengan menjamu Persik Kediri di Stadion di Stadion Gelora Bumi Kartini, Ujung Batu, Jepara, sore nanti. Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM sudah mematok target wajib menang di partai kandang.”Seluruh warga Jepara selalu berharap Persijap dapat memenangi setiap pertandingan, terutama di kandang,” kata Bupati saat memimpin apel ribuan warga di Stadion Gelora Bumi Kartini, kemarin. Apel yang dihadiri muspida plus, dinas dan instansi, camat, pelajar, dan tokoh masyarakatitu mencanangkan HUT Ke-63 RI dan peresmian pengunaan stadion. Hedro, mantan ketua umum Persijap mengingatkan pembangunan stadion yang dimulai 2003 menghabiskan dana sangat besar. Data di Dinas Pekerjaan Umum menyebutkan Rp 24 miliar. Dana itu akan terus membengkak karena proses pembangunan dan penambahan fasilitas terus berjalan. ”Kami berharap Laskar Kalinyamat dapat mengimbangi dengan prestasi yang bagus di kompetisi super liga,” ujar Hendro.Tak TerbebaniPelatih Persijap Junaidi setelah memimpin latihan di Stadion Gelora Bumi Kartini, sore kemarin, mengatakan tak merasa terbebani oleh target menang di kandang. ”Itu hal wajar. Kami mohon doa restu seluruh warga Jepara agar Persijap dapat menjalani pertandingan pertama dengan baik dan memenuhi harapan warga,” katanya.Evaldo dkk sore kemarin berlatih ringan. Antara lain mengeksekusi bola-bola mati. Seluruh pemain pilar dalam kondisi siap tempur. Lawan yang dihadapi Persijap bukan tim sembarangan. Persik baru saja menjadi juara pada turnamen pemanasan menjelang kompetisi Liga Indonesia 2008. Selain itu, latih tanding dengan tim asal Australia. Pelatih tim berjuluk Macan Putih asal Moldova, Arcan Iurie Anatolivici, tak gentar main di kandang Persijap. ”Seluruh tim ingin menang. Kami juga begitu. Hanya sebelum pertandingan besok (sore nanti-Red) saya tak akan komentar dulu,” kata Arcan setelah memimpin Harianto dkk berlatih, kemarin. (kar-27/Suara Merdeka)

Hasil Laga Perdana

Arema Menang, Sriwijaya dan Pelita Tertahan
PALEMBANG-Sriwijaya FC dan Persipura Jayapura bermain seri 2-2 dalam duel pembuka kompetisi Djarum Indonesia Super League (ISL) di Stadion Gelora Sriwijaya, Jakabaring, Palembang, kemarin. Sementara itu di Stadion Jalak Harupat Bandung Pelita Jaya ditahan imbang 1-1 tamunya Persiba Balikpapan, sedangkan Persita Tangerang ditaklukkan Arema Malang 2-0.Laskar Wong Kito yang tampil di kandang dan mendapat dukungan dari suporter fanatiknya gagal memetik poin penuh.Menit 36 gol pertama ajang Liga Super dilesakkan oleh striker Persipura Ernest Jeremiah yang mendapat umpan dari Eduard Ivakdalam. Ernest yang berdiri di tengah kotak penalti langsung melesakkan tendangan keras ke gawang Sriwijaya FC, 1-0 untuk Persipura.Pada menit 40 Laskar Wong Kito menyamakan kedudukan melalui Obiora melalui placing bolanya ke pojok kiri gawang Persipura yang sulit dijangkau kiper Jendry Pitoy. Di babak kedua pemain Mutiara Hitam lebih gencar menyerang. Hasilnya, menit 52 Beto membuat timnya unggul. Mendapat umpan dari Da Rocca ia menerobos kotak penalti dan melepaskan tendangan keras. Skor 2-1 untuk Persipura.Namun menit 79 anak-anak asuhan pelatih Rahmad Darmawan menyamakan kedudukan. Dari sektor kanan Obiora memberikan umpan kepada Ngon A Djam yang berdiri bebas di depan gawang. Dengan leluasa Ngon menyundul bola ke gawang Persipura. Kedudukan berubah menjadi 2-2 dan skor tidak berubah hingga wasit Setiono meniup peluit panjang.Laga Pelita Jaya-Persiba diwarnai kericuhan. Setelah pertandingan Johan Ibo, pemain cadangan Pelita berusaha menyerang Robie Gaspart, pemain Persiba tetapi bisa dilerai. Sebelumnya, di menit 65 pemain kedua tim nyaris tawuran. Para pemain Pelita Jaya tak terima strikernya Cristiano Lopes dilanggar Gaspart. Pelita Jaya unggul terlebih melalui penalti Lopes di menit 64. Musafrie menyelamatkan Persiba lewat golnya di injury time. Gol Arema yang mengempaskan Persita diborong penyerang Emile Mbamba pada menit 15 dan 50. (wgm,dwi-27/Suara Merdeka)

Thursday, 3 July 2008

Awano Out

Martin dan Awano Dipulangkan
SEMARANG- PSIS resmi merekrut Didik Darmadi. Mantan pemain Persedikab Kabupaten Kediri yang direkomendasikan pelatih Edy Paryono itu telah sepakat dengan tawaran manajemen. Dia langsung menandatangani kontrak dengan manajemen.Nasib baik Didik ternyata tidak diikuti dua pemain asing pelamar, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun). Mereka tidak lolos seleksi sehingga dipulangkan. Sebagai gantinya, rencananya hari ini pasukan ”Mahesa Jenar” akan kedatangan pelamar yang berposisi sebagai gelandang bertahan.”Negosiasi dengan Didik sebetulnya sudah dilakukan sebelum dia datang ke Semarang untuk mengikuti seleksi di PSIS. Begitu pelatih merekomendasikannya, dia langsung tanda tangan kontrak,” terang Manajer Tim Senior Setyo Agung Nugroho, kemarim.Dengan bertambahnya pemain yang dikontrak, Agung berharap kelemahan di sektor sayap kanan bisa teratasi. Meski bertubuh kecil, kemampuan personel baru itu tidak bisa dipandang sebelah mata. Dia punya kecepatan, umpan crossing matang, serta naluri golnya cukup tinggi. Dua pemain asing pelamar, Martin dan Awano, sebetulnya juga punya kualitas relatif bagus. Mereka punya kelebihan dan kekurangan masing-masing. Martin unggul di skill individu, sedangkan Awano menang dalam power. Sayang, karakter permainan mereka tidak sesuai dengan yang diinginkan pelatih.Mantan arsitek Persipur Purwodadi itu ingin gelandang bertahan yang punya kecepatan sekaligus kekuatan. ”Tim pelatih masih ragu-ragu. Daripada ragu-ragu, kami memutuskan untuk memulangkannya saja. Kami tidak mau memaksakan diri,” ungkapnya.Lebih lanjut Agung mengemukakan, manajemen dan pelatih tidak mau perekrutan pemain asing hanya untuk memenuhi kuota yang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI). Jika kualitasnya masih meragukan sehingga tidak bisa mengangkat performa tim, lebih baik dipulangkan. ”Dengan dipulangkannya mereka, berarti pelatih dituntut untuk bisa memaksimalkan pemain lokal di posisi gelandang bertahan,” katanya.Rencananya, hari ini PSIS akan kembali kedatangan pelamar lokal untuk posisi gelandang bertahan. Agung belum tahu nama pemain itu. Hanya dia menyatakan pemain tersebut merupakan mantan personel Persibat Batang. Namun, lantaran ”Laskar Banteng Alas Roban” mengundurkan diri dari Kompetisi Divisi Utama, dia mengadu nasib di Semarang. Ke JakartaSementara itu, empat pemain asing mulai besok akan menjalani tes kesehatan dan fisik sesuai ketentuan Badan Liga Indonesia. Tes kesehatan dilakukan di Rumah Sakit Siaga Raya, Pejaten Barat, Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sedangkan tes fisik akan dilakukan di kampus Universitas Negeri Jakarta (UNJ).Keempat ekspatriat tersebut adalah Edson Leonardo, Alex Daniel, Gaston Castano dan Borgondo Salomon. Mereka dijadwalkan mengikuti tes selama dua hari, Jumat hingga Sabtu (5/7) lusa. Direncanakan, Gaston cs akan berangkat ke Jakarta sore ini. ”Hari pertama mereka akan menjalani tes kesehatan. Besoknya, baru tes fisik,” kata Agung.Sesuai dengan ketentuan dari BLI, pemain asing yang telah didaftarkan diharuskan menjalani tes kesehatan dan fisik. Hasil dari kedua tes tersebut, menjadi salah satu kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang pemain. Jika gagal pada kesempatan pertama, BLI masih memberikan dua kali kesempatan lagi untuk menjalani tes.Namun demikian, Agung optimistis empat pemain asingnya lolos. Hal itu didasarkan pada kemajuan dari latihan yang selama ini dilakukan. Ditambahkannya, yang mungkin dirasakan berat adalah tes fisik karena seorang pemain harus mencapai standar Vo2Max yang ditetapkan oleh BLI. (H13, H54-22/Suara Merdeka)

Wednesday, 2 July 2008

Didik Darmadi ke PSIS

Didik Direkomendasi Paryono
SEMARANG-Hari ini manajemen PSIS akan melakukan negosiasi dengan Didik Darmadi menyusul rekomendasi yang diberikan pelatih Edy Paryono, kemarin. Didik, sayap kanan yang musim lalu membela Persedikab Kabupaten Kediri dinilai memiliki kemampuan yang sesuai dengan kebutuhan tim saat ini.”Manajemen segera melakukan pembicaraan kontrak dengan Didik. Kami berharap, negosiasi tidak terlalu lama, karena sebelum menjalani seleksi dia sudah diberitahu mengenai kondisi PSIS,” kata Manager Tim Senior Agung Setyo Nugroho menanggapi keluarnya rekomendasi terhadap pemain tersebut.Dia berharap nasib dua pelamar lain, yaitu Martin Sarandon (Argentina) dan Awano (Kamerun) dapat segera diputuskan mengingat Kompetisi Superliga 2008 segera dimulai.Hingga dua pekan sebelum kompetisi digelar, posisi sayap kanan memang menjadi salah satu kendala di tubuh pasukan ”Mahesa Jenar”. Harapan sempat muncul seiring dengan kedatangan Fajar Listiyantoro. Namun ketidaksepakatan nilai kontrak membuat mantan pemain PSS Sleman tersebut urung bergabung.Paryono mengatakan, meski Didik belum memiliki pengalaman bermain di Divisi Utama, skill dan kemampuan yang dimiliki cukup baik.”Dari beberapa pemain yang melamar untuk posisi sayap kanan, dia memiliki karakter dan kemampuan yang paling sesuai. Makanya, Didik kami rekomendasikan kepada manajemen untuk dinegosiasi,” katanya.Kemampuannya terlihat saat laga uji coba melawan PSIS U-21 beberapa waktu lalu. Kerja sama yang dibangun dengan para pemain lain, baik di lini belakang, tengah maupun depan relatif baik. Bahkan dia menyumbang satu gol di pertandingan yang berakhir dengan skor 6-1 itu.KarakterUntuk dua pelamar lain, yaitu Martin dan Awano, Paryono masih membutuhkan waktu untuk memberikan keputusan. Mereka punya kelebihan dan kelemahan sendiri-sendiri. Martin punya skill individu bagus. Sedangkan Awano memiliki power. Meski demikian, dipastikan pada akhir minggu ini satu dari dua pemain tersebut akan segera direkomendasikan kepada manajemen.”Keduanya punya kemampuan bagus. Tetapi, kami ingin melihat beberapa aspek lagi. Itu untuk menentukan siapa di antara mereka yang cocok dengan karakter permainan PSIS,” ujar mantan asisten pelatih timnas tersebut.Seraya melakukan penilaian terhadap kemampuan dua ekspatriat pelamar itu, minggu ini PSIS masuk pada fase pemantapan tim. Menu latihan yang diberikan bertujuan untuk meningkatkan soliditas antarpemain di samping mempertahankan performa tim sebelum laga perdana melawan PKT Bontang pada 13 Juli mendatang. (H13,H54-22/Suara Merdeka)

Tuesday, 17 June 2008

PSIS dan PKT Lolos

Tiket Superliga Didapat
JAKARTA-PSIS Semarang dan PKT Bontang ditetapkan Badan Liga Indonesia (BLI) untuk mengikuti Kompetisi Superliga 2008, sebagai pengganti Persiter Ternate dan Persmin Minahasa yang mundur. Hal tersebut disampaikan Ketua BLI Andi Darussalam Tabusalla di kantornya, Kuningan, Jakarta, kemarin. Kompetisi itu akan mulai bergulir pada 12 Juli 2008.”Berdasarkan hasil penilaian tim verifikasi BLI dan atas persetujuan Komite Eksekutif, akhirnya kami menetapkan PKT dan PSIS menjadi pengganti tim yang tidak ikut Superliga. Total poin dua klub itu ada di peringkat pertama dan kedua, dalam lima aspek verifikasi BLI yang penilaiannya dipimpin Saudara Djoko Driyono,” kata Andi, dalam acara yang juga dihadiri anggota Komite Eksekutif Mafirion dan Direktur BLI Djoko Driyono. Dalam keterangan resminya Andi menjelaskan lima aspek penilaian itu meliputi supporting team, infrastruktur, administrasi dan personel, keuangan, serta legal. Total nilai PKT 379,316, disusul PSIS dengan poin 360,638.Lima klub yang tidak lolos adalah PSS Sleman (335,768), Persis Solo (316,313), Semen Padang (279,413), Persebaya Surabaya (248,008), dan Persikabo Kabupaten Bogor (122,251).”Pada hari Jumat (13/6) lalu, anggota Komite Eksekutif PSSI mengadakan rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua Umum Nirwan D Bakrie. Dari rapat tersebut dihasilkan keputusan bahwa Superliga tetap diikuti oleh 18 klub. Diputuskan pula mengenai segera dimulainya sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru,” kata Mafirion, membuka acara jumpa pers. Pedoman DasarSosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru kepada seluruh anggota dilakukan mulai minggu ketiga Juni 2008. ”Sosialisasi ini akan berlangsung hingga Agustus 2008. Sementara untuk penetapan jadwal dan pelaksanaan di lapangan, akan ditentukan dalam rapat Komite Eksekutif yang akan digelar dua hari mendatang,” lanjut Mafirion. ”Tujuannya supaya semua anggota memahami. Misalnya, saat ini anggota Komite Eksekutif langsung dipilih oleh mereka. Hak suara juga berkurang dari enam ratus menjadi 118. Jadi, tidak ada tawar-menawar lagi, karena semua sudah final,” tambahnya. Dia menjelaskan, semua hal yang diminta oleh AFC dan FIFA telah dipenuhi PSSI. Saat ini PSSI masih menunggu surat pemberitahuan dari AFC tentang waktu pengesahan Pedoman Dasar dalam munaslub. ”AFC dan FIFA meminta kita melaksanakan sosialisasi Pedoman Dasar PSSI yang baru. Selanjutnya AFC akan memberi tahu kapan munaslub dilaksanakan untuk pengesahan. Hal ini disampaikan mereka kepada anggota Komite Eksekutif Ibnu Munzir dan M. Zein serta Sekjen Nugraha Besoes saat berada di Australia bulan lalu,” ungkap Mafirion. (wgm-22)

Monday, 16 June 2008

Persijap jajal Arema

23 Pemain Dibawa ke Malang
JEPARA- Sebanyak 23 pemain Persijap Jepara dibawa ke Malang, tadi malam. Mereka bersiap menghadapi Arema Malang dalam partai uji coba di Stadion Kanjuruhan. Empat pemain asing yang telah direkrut, juga dibawa. Pertandingan akan digelar Rabu lusa. Kemajuan pemain inti dan pelapis akan dilihat dalam pertandingan itu.’’Kami ingin mengevaluasi bagaimana kinerja tim setelah tiga bulan latihan. Saya menilai Arema akan banyak memberikan kontribusi untuk melihat kelemahan yang harus kami tutup,’’ kata Pelatih Junaidi, sebelum meninggalkan Jepara. Satu pemain yang tidak dibawa adalah Dimas Pribadi. Gelandang muda yang pernah memperkuat tim U-23 itu masih berkutat dengan cedera lutut. Belum ada kesimpulan dari tim medis, apakah pemain kelahiran Jepara itu bisa tampil pada laga-laga awal Kompetisi Superliga. Junaidi menjelaskan, empat pemain asingnya, yaitu Evaldo, Arnaldo ’’Aldo’’ Vilalba, Pablo Francis, dan Carlos ’’Charli’’ Raul akan dilihat perannya bersama para pemain domestik. Sejauh ini, harapan besar masih bertumpu pada empat ekspatriat yang masing-masing mengisi lini belakang, tengah, dan depan.Namun, mereka masih butuh banyak adaptasi dengan para pemain baru lainnya, guna membentuk karakter permainan yang cepat dan keras.’’Semua lini akan menjadi bahan evaluasi saya,’’ jelas Junaidi.Gelandang BertahanDia ingin mengkaji bagaimana efektivitas Aldo di tengah bersama Francis, Donny Siregar dan Enjang Rohiman, serta Charli dipadukan dengan Ilham Hasan atau Noorhadi dan Johan Joansyah. Peran Nurul Huda di kanan, M Irfan atau Isdiantono di kiri masih menjadi sorotan. Yang paling penting, pelatih ingin melihat bagaimana jika satu, dua atau tiga dari empat pemain tengah itu ditarik keluar dan digantikan cadangannya. Sejauh ini dia masih membutuhkan satu gelandang bertahan domestik. Pertimbangannya, untuk mengisi jika satu atau dua pemain tengah itu absen. Setidaknya peran Chanif Muhajirin dan Junaidi Tagor akan dilihat. Sabtu lalu, Junaidi mengajak diskusi seluruh pemainnya. Dia ingin mengetahui seluruh persoalan yang mungkin ada di benak para pemain, tak terkecuali aspek psikisnya. Hal itu dilakukan agar seluruh pemain benar-benar total dalam membela klub barunya. Wakil Sekretaris Tim Nur Jamil mengatakan, dua pemain asing, yakni Francis dan Charli hingga kemarin belum tuntas surat keluar dari klub lamanya di Bolivia dan Kolombia. Namun agen dua pemain tersebut menyatakan telah mengurusnya. Kepada Persijap, agen itu menyatakan siap memenuhinya dalam dua pekan ini, termasuk soal sertifikat tranfer internasional (ITC). (H15-22/sm)

Persib Siap Tampil

Turnaman HUT Surabaya Tanpa Kehadiran PSM
BANDUNG-Persib Bandung dipastikan mengikuti turnamen HUT Kota Surabaya yang akan berlangsung pada 18-22 Juni mendatang. Menurut pelatih Jaya Hartono, baru-baru ini, turnamen itu akan dijadikan ajang untuk memantapkan persiapan Suwita Patha dkk menuju kompetisi Superliga.Namun, tujuan utamanya adalah melakukan tes terhadap striker asing yang melamar. Dia adalah Rafael Bastos. Vonis layak tidaknya pemain asal Brasil itu akan ditentukan dalam kejuaraan yang bakal diikuti empat kesebelasan itu.Rencana awalnya, kejuaraan tersebut bakal diikuti Persib, PSM Makassar, Persija Jakarta Pusat dan tuan rumah Persebaya. Tetapi, kemarin, PSM memutuskan menolak berlaga. Hal itu dikemukakan Asisten Manajer Suhardi Hamid di Makassar, Minggu kemarin.Akomodasi Alasannya, pengeluaran dana untuk mengikuti uji coba di luar kandang selama ini sudah terlalu besar, sementara kompetisi Superliga 2008 akan bergulir dalam waktu dekat sehingga manajemen menganggap tidak perlu mengikuti turnamen tersebut, dan lebih memfokuskan diri pada persiapan yang lebih matang lagi untuk kompetisi.Selain itu, penolakan mengikuti turnamen tersebut karena panitia pelaksana mengingkari janjinya semula. mereka ternyata tidak menanggung akomodasi dan tiket Makassar-Surabaya PP seperti yang disampaikan sebelumnya. “Tak apa PSM tidak ikut dalam turnamen HUT kota pahlawan, Surabaya tahun ini. Kan masih banyak kesebelasan besar lainnya yang bisa menggantikan,” katanya.Turnamen ini disponsori Diadora, produsen alat-alat olahraga terkenal asal Italia.(dwi,ant-22/sm)