Friday, 6 June 2008

Persijap uji

Persijap Direpotkan Kenari Star
JEPARA- Para pemain Persijap seakan kehilangan gairah, tatkala bertanding dalam partai uji coba melawan Kenari Star Kalinyamatan di Stadion Kamal Djunaidi, sore kemarin. Sepanjang pertandingan, Danang Wihatmoko dkk tampil ragu-ragu. Melawan tim Divisi I lokal yang dihuni para pemain belia, mereka hanya mencetak satu gol melalui kaki Ilham Hasan. Itu pun harus menanti hingga menit ke-88, setelah para penonton melontarkan kata-kata bernada kesal. Aroma pertandingan berikut hasil akhirnya itu amat berbeda dibandingkan dua pertandingan uji coba sebelumnya. Saat melawan Persijap U-21, mereka menang 7-0 dalam penampilan yang trengginas. Ketika itu, tim U-21 memberikan perlawanan sengit. Pada pertandingan uji coba berikutnya, Danang Wihatmoko cs menang 4-0. Skor kemenangan yang lebih besar (11-0) diraih saat menundukkan juara kompetisi lokal Divisi I 2008, Cahaya Samudera Bandengan. Namun bagai titik balik, Persijap hanya menang 1-0 melawan Kenari Star, finalis kompetisi Divisi I 2008. Pelatih Junaidi memuji penampilan Kenari Star.”Mereka tidak banyak memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan permainan. Ini uji coba yang amat menguntungkan, karena kami mengetahui banyak kekurangan di tim ini,” ujarnya. PeluangPada babak pertama saat dua pemain asing Evaldo dan Arnaldo Vilalba disimpan, ”Laskar Kalinyamat” beberapa kali mendapatkan peluang. Namun, kesigapan barisan pertahanan lawan membuat serangan menjadi tidak efektif. Ilham Hasan dan Noorhadi yang ada di depan selalu tidak beruntung ketika menyerang. Sesekali lawan melakukan serangan balik. Tak ada gol pada 45 menit babak pertama.Dalam babak kedua, Kenari Star tampil lebih percaya diri. Kini Evaldo dan Arnaldo diturunkan. Pablo Francis dan Carlos Raul absen karena menjalani tes kesehatan di Jakarta. Namun, anak-anak asuhan Junaidi justru banyak melakukan kesalahan sendiri, dan mudah kehilangan bola. Umpan-umpan crossing juga jarang sekali muncul. Serangan dari tengah juga berkali-kali gagal menjelang memasuki kotak penalti lawan. Pada Sabtu besok, Persiap kembali akan beruji coba melawan tim U-21. (H15-22/sm)

Luci out

Luciano Terancam Out Nasib striker Persela Luciano Ullier di ujung tanduk. Striker asal Argentina ini kemungkinan besar bakal didepak dari skuad berjuluk Laskar Joko Tingkir ini. Sinyal bakal dicoretnya Luciano itu kemarin disampaikan pelatih M. Basri. Menurut dia, setelah diturunkan selama 45 menit di babak pertama, penampilan Luciano belum meyakinkan sebagai seorang striker. Basri menjelaskan, sebagai seorang striker asing, Luciano semestinya memiliki keistimewaan dibanding pemain lokal. Namun, kenyataannya tidak. Luciano dinilai tidak memiliki kecepatan dan fisik yang mantap. ''Tapi, sebagai pelatih saya tidak boleh mengatakan bahwa pemain itu jelek dan sebagainya. Mungkin dia harus lebih banyak mempersiapkan diri. Mulai fisik maupun kepercayadiriannya,'' tuturnya.Meski memberi rapor merah kepada Luciano, Basri tidak merekomendasikan pemain asal Negeri Tango tersebut dipecat kepada manajemen. Dia hanya berjanji akan membiarakan dulu kepada manajemen tentang Luciano. ''Pengurus kini banyak yang berada di Jakarta. Besok sajalah informasinya,'' imbuhnya.Penampilan Luciano selama 45 menit di laga melawan Persisam memang kurang memuaskan. Dia tidak sebagai striker tipe pekerja, pintar menempatkan posisi, dan haus gol. Di sepanjang babak pertama, dia hanya sekali memiliki peluang emas. Yakni, lewat heading yang berhasil digagalkan penjaga gawang Persisam. Penonton kemarin juga kerap mencemooh penampilan Luciano.Mujib, satu-satunya petinggi Persela yang mendampingi pertandingan uji coba itu, belum berani mengatakan Luciano dilengser dari Persela. Dia mengatakan menunggu laporan dari pelatih. ''Prosedurnya memang begitu, karena hal itu menyangkut teknik,'' katanya. (idi)

Persela vs Persisam

2 Persela v Persisam 0
Belum Greng LAMONGAN - Persela Lamongan belum menunjukkan perkembangan berarti pasca kegagalan di Liga Jatim 2008. Sebagai peserta kompetisi superliga, kesebelasan yang diarsiteki M. Basri itu harus lebih banyak berbenah jika tidak ingin hanya numpang lewat di ajang persepakbolaan nasional kelas wahid tersebut.Setidaknya penilaian itu berdasarkan hasil uji coba melawan Persisam Samarinda kemarin sore di Stadion Surajaya Lamongan. Tim berkostum kebesaran biru muda itu memang mampu memetik kemenangan dengan skor 2-0 melalui Hermawan pada menit ke-72 dan Marcio di menit ke-79 pada laga tersebut. Namun, kesebelasan kebanggaan warga Kota Lamongan ini masih memiliki banyak celah yang mudah ditembus lawan. Bahkan, sebagian pemain masih kebingungan menempatkan posisinya. Tidak jarang pelatih harus berteriak keras dari banch untuk mengingatkan pemain yang bersangkutan.Lahirnya gol di 20 menit sebelum laga berakhir juga menunjukkan bahwa Persela cukup kerepotan untuk membongkar pertahanan Persisam. Padahal, lawannya berada satu level di bawah Persela. Pelatih Persela M. Basri mengakui bahwa tim besutannya masih labil. Dia saat ini masih mencari berbagai terobosan untuk menemukan formasi terbaiknya. Salah satunya melalui rotasi pemain. ''Terlihat di babak pertama tim kami ini tidak memiliki power. Memang melakukan serangan, tapi arahnya masih belum pas. Sehingga kesulitan mencetak gol,'' katanya seusai pertandingan. Hasil laga itu, kata Basri, dijadikan acuan untuk melangkah ke depan dalam membenahi timnya. ''Kita bisa lihat. Seperti Marcio jelas dia masuk line up utama. Tanpa Marcio atau Alex, terlihat sekali bahwa tim ini ada yang kurang. Begitu Marcio masuk, iramanya jadi lain,'' imbuhnya. Marcio kemarin memang baru dimasukkan pada babak kedua. Hadirnya pemain yang kini kerap didaulat sebagai kapten kesebelasan itu membuat permainan Persela lebih hidup. Bahkan, dua gol kemenangan tidak lepas dari peran Marcio. Gol Hermawan hasil umpan dari striker asal Brazil itu. Sementara gol kedua, dilesakkan Marcio sendiri melalui titik penalti setelah wasit Agus menganggap gelandang serang Zaenal dilanggar pemain belakang Persisam di kotak terlarang. Sementara itu, pelatih Persisam Riono Asnan mengakui kekalahan timnya disebabkan para pemainnya kelelahan. Selain itu, dua pemain asing yang dimilikinya tidak ikut bertanding karena cedera. ''Kalau disuruh menilai Persela, saya kira tidak etis. Biasa, ini semua kan baru persiapan,'' tandas mantan pelatih Persela tersebut. (idi)

Arema vs Papua

Jajal PON Papua, Epalla Jordan Adu Nasib
MALANG - Pada Piala Gubernur VII lalu pemain-pemain yang masuk kerangka inti sudah diturunkan pelatih Arema Bambang Nurdiansyah. Sehingga kualitas mereka bisa terpantau dengan jelas. Namun, ajang PG masih belum cukup untuk melihat semua kualitas pemain. Terutama pemain yang tak pernah diturunkan dalam PG.Karenanya, untuk mengukur kemampuan pemain yang jarang diturunkan dalam PG, pelatih Arema Bambang Nurdiansyah menggelar program uji coba. Dan program itu dilakukan pada 8 Juni atau sehari sebelum Arema menggelar training centre (TC) pada 9 sampai 30 Juni mendatang. Dan tim yang akan dihadapi adalah PON Papua. Rencananya friendly game itu akan digelar di Stadion Kanjuruhan pada Minggu (8/6) lusa. "Pemain muda Arema akan dikombinasikan dengan pemain Arema B (U-21) yang disiapkan di Superliga," kata Muhammad Taufan, asisten manajer Arema di kantornya Jalan Panderman, kemarin.Selain itu, rencananya pemain asing seleksi juga akan diturunkan dalam laga itu. Hingga kemarin, baru ada satu pemain asing yang sudah tiba di Malang. Dia adalah Epalla Jordan Claude asal Kamerun. Pemain berusia 24 tahun tersebut sebelumnya memperkuat Persikota Tanggerang.Bukan hanya Epalla, empat pemain seleksi yang dipulangkan sementara oleh Arema pada saat PG lalu juga akan dipanggil. Dengan catatan bahwa pelatih merekomendasikan pemain bersangkutan kepada manajemen. "Jika pelatih menginginkan mereka tampil lagi, maka manajemen akan memanggilnya. Namun hingga saat ini belum ada satu nama pun yang direkomendasi," tambahnya.Keempat pemain seleksi pada saat PG adalah Cristian Riffo (Cile) Jorge Perez (Paraguay), Marcellin Gaha Djiadeu (Kamerun), dan Soo Ousmane (Kamerun). "Keempatnya sudah saya coret. Jadi, mereka tidak akan saya panggil lagi," tandas Bambang. Menghadapi tim PON Papua yang didominasi pemain U-23 tersebut, Arema tak akan menurunkan empat pemain asingnya. Bahkan, pemain-pemain yang masuk dalam kerangka inti tampaknya juga akan disimpan. Beberapa pemain yang disimpan di antaranya adalah Erik Setiawan, Suroso, Alexander Pulalo, Ronny Firmansyah, Muhammad Yasir, dan Arif Suyono.Uji coba dengan PON Papua sebenarnya akan dilakukan pada 31 Mei lalu, namun karena Arema masuk dalam laga final PG pada 1 Juni lalu, maka pertandingan uji coba itu diundur. PON Papua yang dilatih Paul Cumming sendiri rencananya akan membawa 22 skuadnya untuk menghadapi Arema. (fir/abm)

Thursday, 5 June 2008

Aroma Jerman Deltras

Bakal Beraroma Jerman

JAKARTA - Delta Putra Sidoarjo (Deltras) berubah haluan. Jika sebelumnya tim asal Kota Udang tersebut selalu memakai jasa pemain Amerika Latin, untuk musim 2008 ini mereka bakal meninggalkan kebiasaan itu. Deltras bakal kental dengan aroma Jerman.Hal tersebut terjadi menyusul rencana tim berjuluk The Lobster itu merekrut pemain-pemain asing dari Jerman. Bahkan, tidak hanya satu atau dua pemain, tapi Deltras akan memakai jasa lima pemain dari Jerman sekaligus.Rencana itu pun bukan sekadar wacana. Sebab, manajemen Deltras sudah melakukan pembicaraan serius mengenai hal tersebut. "Malam ini (tadi malam, Red), manajemen Deltras bernegosiasi dengan agen serta pemain asal Jerman," terang salah seorang pengurus teras Deltras yang enggan namanya disebut kepada Jawa Pos kemarin (4/6).Kabar itu sebenarnya sudah merebak di Sidoarjo sejak sepekan terakhir. Mencuatnya kabar tersebut menyusul wacana masuknya investor asal Jerman yang bakal mendukung pembiayaan Deltras di Superliga.Hanya, pihak Deltras masih belum mau terbuka mengenai hal itu. Mereka selalu berkilah ketika disodori pertanyaan mengenai hal tersebut. Jawa Pos yang kemarin mencoba mengonfirmasi lagi juga tidak mendapatkan jawaban pasti dari Deltras. Mereka pun mengelak soal rencana negoisasi dengan lima pemain Jerman tersebut. "Itu semua hanya wacana," kelit Ahmad Zaini, sekretaris Deltras.Menurut dia, Deltras saat ini tetap fokus memburu amunisi asing berkualitas. Mereka tidak condong ke pemain satu negara saja. "Kami masih terbuka dengan pemain asing mana pun. Adanya Pablo Rojas (Cile, Red) yang kini menjalani seleksi di Deltras menjadi buktinya," dalih Zaini. Sementara itu Asisten Pelatih Deltras M. Socheh menjelaskan bahwa timnya akan menguji pemainnya melawan empat tim. Calon lawan anak asuh Pelatih Abdul Rahman Ibrahim itu adalah Persema Malang, PON Jatim, Persiwa Wamena, dan Persela Lamongan. "Ujicoba kami jadwalkan mulai 11 sampai 14 Juni mendatang," ujar M. Socheh Selasa (3/5).Menurut dia uji coba itu akan dilangsungkan pada hari Rabu dan Sabtu. Sayang dia enggan membeberkan jadwal secara terinci satu persatu pertandingan yang akan mereka lakoni. "Tim lain juga memiliki jadwal padat, jadi kemungkinan masih ada perubahan jadwal," lanjutnya."Kami sedang mengusahakan untuk menggelar lima kali laga uji coba. Yang pasti ada tiga laga di Sidoarjo dan dua laga away," jelas Socheh. Dia juga menyambut baik kedatangan Pablo Rojas dalam proses seleksi yang dilakukan timnya. Menurut dia, dilihat sepintas Rojas memiliki potensi di atas rata-rata. "Namun, kita juga masih menunggu pantauan dari pelatih. Selain itu, jujur kami mengkhawatirkan rentannya kaki Rojas pasca-cedera Ligamen yang dialaminya.(fim/luq/ko/jppn)

Wednesday, 4 June 2008

Sriwijaya

Sriwijaya Tak Risau Tanpa Zah Rahan
BANDUNG- Sriwijaya FC siap tampil tanpa kehadiran playmaker andalannya, Zah Rahan. Rahan harus sering meninggalkan Sriwijaya karena dipanggil masuk timnas Liberia. “Kami harus siap tampil tanpa Zah Rahan, karena sewaktu-waktu pemain itu mungkin tidak bisa tampil,” kata pelatih Sriwijaya FC, Rachmad Darmawan, seusai uji tanding lawan Persib di Stadion Siliwangi Bandung, kemarin. Ia mengakui, kekalahan 0-1 timnya dari Persib tidak sepenuhnya karena ketidakhadiran Zah Rahan. Ada faktor lain, yakni para pemainnya masih terbawa ritme bermain lawan. Kekalahan dari Persib, kata Rachmad, sangat bermanfaat bagi timnya untuk segera melakukan evaluasi sekaligus membenahi permainan tim. Sriwijaya sebenarnya mencetak gol lewat striker Keith Kayamba, namun dianulir wasit karena pemain itu dianggap melakukan pelanggaran sebelum membobol gawang Persib yang dikawal Temma Musaddad. ’’Yang jelas pemain harus siap tanpa Zah Rahan atau pemain lain. Itu harus dilakukan agar selalu siap menghadapi setiap pertandingan,” kata Rachmad. (dwi-40)

Tuesday, 3 June 2008

Persela

Persela Bidik PSIM
LAMONGAN - Persela Lamongan terus berusaha memantapkan skuadnya. Mereka tak hanya mengagendakan uji coba di dalam kandang. Juga, laga persahabatan di luar kandang.Menurut Bendahara Persela Yuhronur Efendy, sesuai jadwal yang disusun, uji coba terdekat adalah melawan Perisam Samarinda. Laga di Stadion Surajaya Lamongan tersebut dihelat 5 Juni lusa. Setelah itu, Persela akan sekali lagi menggelar laga uji coba kandang. Rencananya, mereka mengajak bertanding Persiba Bantul di stadion kebanggaan warga Kota Soto ini. ''Kalau tidak ada kendala, mungkin minggu berikutnya setelah lawan Persisam,'' imbuh Yuhronur.Pasca dua kali uji coba di kandang, Persela mengagendakan tur luar kota. Ada dua tim yang dibidik Persela untuk menjadi lawan tanding Marcio Souza da Silva dkk. Keduanya, PSIM Jogjakarta dan PSIS Semarang. ''Pastinya, sasaran kami adalah Jawa Tengah dan kami sedang berusaha kontak dengan kedua kesebelasan itu,'' tutur Yuhronur.Menurut dia, uji coba itu digelar untuk memantapkan kekompakan tim. Sebab, saat tampil di Liga Jatim 2008 beberapa hari lalu, kekompakan tim Persela belum terlihat. Muka baru yang ada di skuad tim berjuluk Laskar Joko Tingkir belum bisa menyetel dengan pemain lawas. Selain itu, lanjut Yurohnur, uji coba juga akan dijadikan uji mental bagi pemain. Meskipun kebanyakan pemain Persela sudah lama malang melintang di persepakbolaan nasional, mereka tetap perlu mempersiapkan mental bertanding. Sementara itu, para pemain Persela kemarin menjalani latihan rutin. Pelatih M. Basri menyuguhkan menu teknik penyelesaian akhir. Di akhir latihan, para pemain diminta menjalani game. ''Ini kami lakukan karena fokus latihan kami sekarang pada pembentukan kekompakan tim, '' kata Basri. (idi/Radar Bojonegoro Jawa Pos)